Polri Jaga Rumah Warga dan Bersihkan Puing, Hadir di Tengah Pemulihan Pascagempa Flores LABUAN BAJO : WARTA-NUSANTARA.COM— Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat kehadirannya di tengah masyarakat dalam masa pemulihan pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Flores. Selain membantu warga terdampak, personel Polri dikerahkan untuk menjaga rumah-rumah warga yang ditinggalkan sementara serta bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang rusak. Langkah tersebut merupakan bagian dari penanganan pascabencana yang menjadi perhatian Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., agar keselamatan, keamanan, dan kebutuhan masyarakat tetap terjamin. Saat meninjau kondisi Rusun Asrama Polres Manggarai Barat, Kamis (27/8/2026), Kapolda NTT menegaskan pentingnya pengamanan permukiman warga yang ditinggalkan karena mengungsi. Dalam keterangannya di halaman Rusun Polres Manggarai Barat, Labuan Bajo, Kamis (27/8/2026), Kapolda mengatakan dirinya telah memerintahkan seluruh Kapolres jajaran untuk meningkatkan patroli di kawasan permukiman terdampak. “Fokus utama saya 24 jam ke depan adalah memonitor titik-titik pengungsian, memastikan seluruh distribusi bantuan tepat sasaran, serta memastikan penanganan anggota Polri dan masyarakat berjalan beriringan. Kami ingin memastikan kondisi Kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar Irjen Pol. Rudi Darmoko. Patroli dilakukan dengan menyasar rumah-rumah warga yang kosong akibat ditinggalkan untuk mengungsi. Personel Polri hadir untuk mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa tenang kepada masyarakat bahwa rumah dan lingkungan tempat tinggal mereka tetap mendapat perhatian. Tidak hanya menjaga keamanan, personel Polri juga turun langsung membantu masyarakat membersihkan puing-puing bangunan yang rusak akibat gempa. Kegiatan gotong royong dilakukan bersama warga dengan membersihkan material bangunan, memindahkan puing, serta menata lingkungan sekitar agar lebih aman dan dapat kembali dimanfaatkan secara bertahap. Bagi warga yang masih berada di pengungsian, rumah bukan sekadar bangunan. Di dalamnya terdapat barang-barang berharga, kenangan keluarga, serta kehidupan yang ingin mereka kembali jalani setelah situasi dinyatakan aman. Karena itu, kehadiran personel Polri di permukiman terdampak menjadi bentuk nyata perlindungan sekaligus kepedulian kepada masyarakat. Kapolda NTT menekankan bahwa proses pemulihan pascagempa tidak hanya berkaitan dengan distribusi bantuan logistik, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh rasa aman dan lingkungan mereka secara perlahan dapat kembali pulih. “Kami ingin memastikan masyarakat dan anggota Polri sama-sama mendapatkan perhatian. Polri hadir untuk menjaga keamanan, membantu masyarakat membersihkan lingkungan dan memastikan proses pemulihan dapat berjalan,” tegasnya. Kapolda juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak memaksakan diri memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Masyarakat yang rumah atau lingkungannya membutuhkan bantuan pengamanan maupun pembersihan puing diminta segera berkoordinasi dengan personel Polri yang berada di lapangan. “Kalau ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, segera sampaikan kepada petugas di lapangan. Jangan ragu untuk meminta bantuan. Polri akan terus hadir bersama masyarakat,” pungkas Kapolda. Di tengah puing-puing yang tersisa dan rumah-rumah yang untuk sementara ditinggalkan, langkah personel Polri menjaga permukiman dan membantu membersihkan lingkungan menjadi pesan sederhana bahwa masyarakat tidak berjalan sendiri menghadapi masa sulit. Polri hadir menjaga, membantu, dan bergotong royong bersama masyarakat untuk memulihkan Flores pascagempa. #NttPenuhKasih #PrayForFloresNTT ***(PelitaDesa/WN-01) Post Views: 18 Navigasi pos Lagi, AMP2K Gelar Demo Jilid III di Mabes Polri, Desak Kapolri Copot Kapolres Madina