Kepala BGN Sudaryono Janji Segera Aktivasi Dapur MBG Baru di NTT Bulan Ini Kepala BGN Janji Buka Dapur Baru Mulai Bulan Ini ( Foto :Antonius Taolin ) KUPANG : WARTA-NUSANTARA.COM— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menyisakan pekerjaan besar. Banyak sekolah, terutama yang berada di perdesaan dan wilayah terpencil, hingga kini belum mendapatkan layanan makanan bergizi tersebut. Kondisi itu menjadi perhatian Badan Gizi Nasional (BGN). Pemerintah memastikan NTT masuk dalam wilayah yang diprioritaskan untuk pembukaan sekaligus aktivasi dapur MBG baru. Kepala BGN Sudaryono bahkan mengakui jumlah dapur MBG yang tersedia di NTT saat ini masih terbatas. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa perluasan program di NTT harus dipercepat. Baca Juga : Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2025, Wakapolda Tekankan “Teguhkan Komitmen Terhadap Ideologi Bangsa” “Di NTT, dapurnya memang masih jarang. Saya sudah janji dengan Pak Gubernur untuk prioritaskan NTT,” ujar Sudaryono di Kupang, Rabu (16/9/2026). Pernyataan itu disampaikan Sudaryono setelah menghadiri pelantikan DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi NTT di Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana). Menurut Sudaryono, perluasan MBG tidak hanya diarahkan ke daerah yang mudah dijangkau. BGN juga memberikan perhatian khusus kepada wilayah yang menghadapi tantangan stunting dan masuk kategori tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). “Angka stunting di NTT terbilang tinggi. Selain itu ada daerah-daerah di NTT yang masuk 3T,” katanya. Karena pertimbangan tersebut, NTT disebut menjadi salah satu daerah yang akan mendapat prioritas bersama Papua dan Maluku dalam pembukaan dapur MBG baru. “Jadi NTT, Papua dan Maluku paling duluan dan kita prioritaskan untuk buka dapur baru,” tegas Sudaryono. Ia memastikan langkah tersebut tidak sekadar menjadi rencana. BGN menargetkan pembukaan dan aktivasi sejumlah dapur baru mulai dilakukan pada September 2026. “Bulan ini kita mulai pembukaan aktivasi dapur-dapur baru. Kita ingin segera dan jangan lama-lama,” ujar Sudaryono. Namun, percepatan dapur MBG juga dibarengi dengan pembenahan data dan tata kelola. BGN ingin memastikan perluasan program tidak membuat persoalan baru, terutama menyangkut ketepatan sasaran penerima manfaat dan efisiensi anggaran. Sudaryono mengungkapkan BGN akan melakukan penataan terhadap data penerima MBG, termasuk sekolah yang dinilai tidak lagi menjadi prioritas serta adanya data penerima ganda. “Ada sekitar 1.600 sekolah elite akan kita keluarkan dari daftar penerima MBG. Data double penerima MBG akan kita bereskan,” ungkapnya. Ia mengakui pelaksanaan MBG secara nasional masih menghadapi sejumlah persoalan yang harus segera dibenahi. Karena itu, menurutnya, ekspansi dapur harus berjalan beriringan dengan perbaikan sistem. “Kita akui bahwa pelaksanaan program MBG masih banyak PR yang harus kita perbaiki,” katanya. Sudaryono menegaskan pembenahan tersebut penting agar penambahan dapur benar-benar memperluas manfaat program, terutama kepada anak-anak sekolah yang selama ini belum terjangkau. “Kalau kita tidak beresin tata kelola, berarti akan tambah persoalan ketika buka dapur-dapur baru,” pungkas Sudaryono ***(FNTT/WN-01) Post Views: 50 Navigasi pos Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome