Kabut Asap Karhutla Parah Selimuti Pedalaman Kutim: Sekolah Diliburkan, Warga Diimbau Gunakan Masker KUTAI TIMUR : WARTA-NUSANTARA.COM— Kondisi udara di sejumlah kawasan pedalaman Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali memburuk secara signifikan. Kepulan asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini menyelimuti wilayah Muara Wahau, Kongbeng, Telen, hingga Batu Ampar. Pekatnya kabut tidak hanya mengganggu jarak pandang di jalan raya, tetapi juga menurunkan kualitas udara hingga level berbahaya bagi kesehatan warga. Menyikapi situasi yang kian mengkhawatirkan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur mengambil langkah tegas dengan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar mandiri dari rumah bagi seluruh satuan pendidikan di wilayah terdampak. Kebijakan ini diterapkan untuk melindungi siswa dari paparan langsung polusi udara beracun di luar ruangan. Camat Kongbeng, Petrus Ifung, menyampaikan bahwa situasi kabut asap di sekitar Kongbeng dan Muara Wahau saat ini berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Ia meminta seluruh jajaran pemerintahan tingkat desa untuk bertindak cepat. ”Kami mengimbau agar semua pimpinan desa dan pemangku kepentingan tanggap serta sigap terhadap persoalan ini demi keselamatan masyarakat,” tegas Petrus Ifung kwpda Warta-Nusantara.Com, Senin, 12 Oktober 2026. Langkah responsif juga diambil di tingkat desa. Kepala Desa Wanasari, Asharudin, mengonfirmasi bahwa pihak desa telah mengedarkan imbauan kewaspadaan kepada seluruh ketua RT. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi bahaya gangguan pernapasan yang mengintai warga. ”Himbauan kewaspadaan sudah kami sebarkan ke semua ketua RT. Warga diminta wajib menggunakan masker saat beraktivitas. Jika ada warga yang mengalami masalah kesehatan mendadak akibat kabut asap, diminta segera menuju Puskesmas terdekat untuk mendapatkan bantuan medis,” jelas Asharudin. ***(Protus Burin/Biro Kutai Timur) Post Views: 19 Navigasi pos Kebakaran Melanda Kaki Gunung Iya Ende, Personel Polres Ende dan Damkar Berjibaku Tembus Medan Terjal