Pengurus Gereja Kemah Papua : “SELAMATKAN ORANG ASLI PAPUA DARI KEJAHATAN KEMANUSIAAN (GENOCID, ECOCIDA) DAN KERUSAKAN HUTAN ADAT ORANG ASLI PAPUA DARI PROYEK STRATEGIS NASIONAL (PSN) DI MERAUKE DAN 25.000 Ha KARHUTLA DI TANAH PAPUA”

Gereja Kemah Injil Tanah Papua Desak Tuan Antonio Gutterez, Sekjen PBB : “Selamatkan Orang Asli Papua dari Kejahatan Kemanusiaan”

PAPUA : WARTA-NUSANTARA.COM— Sekretaris Umum  Gereja Kemah Injil  (KINGMI) di Tanah Papua, Pdt. Dominggus Pigay mendesak melalui Surat Gembala yang ditujukan kepada Tuan Antonio Gutterez, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Selamatkan orang asli Papua dari kejahatan kemanusiaan (Genocid,Ecosida) dan kerusakan hutan Adat Orang Papua dari Proyek Strategis Nasional (PSN) di Marauke dan 25.000 Hektar Kerusakan Hutan dan Lahan (Karhuta) di Tanah Papua.

Pdt. Dominggus Pigay, Sekretaris Umum Gereja Kemah Injil Papua

Menurut Pdt. Dominggus Pigay, Tanah Papua yang dianeksasi negara Kesatuan Republik Indonesia sejak tahun 1969 melalui act of Free Choice hingga kini menyebabkan Kekerasan negara melalui tindakan represif militer dan kontak senjata menyebabkan pelanggaran HAM Berat dan Kejahatan Kemanusiaan (Genocida, Ecosida) terhadap Masyarakat Sipil yang adalah Orang Asli Papua.

Sampai saat ini Orang Asli Papua akibat Konflik bersenjata antara TNI-POLRI dan TPN PB karena adanya tuntutan Idiologi Papua Merdeka, Eksploitasi Sumber Daya Alam, Perampasan Tanah Adat di Tanah Papua maka Nasib hidup dan ruang hidup orang asli Papua berada dalam Krisis Kemanusiaan yang sangat memprihatinkan. Orang Asli Papua tidak ada masa depan di atas Tanah leluhurnya karena adanya perampasan Tanah Adat orang asli Papua oleh Militer, Konglomerat, Perusahaan transnasional dalam bentuk Program Strategis Nasional (PSN) atas nama klaim negara.

Dominggus Pigay menegaskan, Kami sebagai Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua yang berbasiskan Gereja Orang Asli Papua terbesar di Tanah Papua kami meminta perhatian dan Komitmen Serius dari Bapak Sekretaris Jenderal Perserserikatan Bangsa-Bangsa Tuan Antonio Gutterez untuk memberi perhatian dan menyelesaikan masalah Krisis Kemanusiaan dan Krisis Lingkungan hidup yang sedang hadapi di Seluruh Tanah Papua terkait dengan persoalan : PENGUNGSI MASYARAKAT SIPIL INTERNAL, BENCANA KEBAKARAN HUTAN (KARHUTLA) dan PROYEK STRATEGIS NASIONAL (PSN). Perlu kami sampaikan suara Gereja kami kehadapan Bapak Sekretaris Jenderal PBB Tuan Antonio Gutterez bahwa :

PERTAMA : Masalah Pengungsi Internal (IDPS) yang menimpa Masyarakat Sipil yang adalah orang Asli Papua akibat konflik bersenjata antara Tentara Nasional Republik Indonesia-Polisi Republik Indonesia VS Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka tanpa henti-hentinya tidak mematuhi hukum humaniter/hukum perang menyebabkan : anak-anak usia produktif yang bersekolah mengalami putus sekolah, mereka tidak mendapat pelayanan Kesehatan yang memadai dari Rumah Sakita, Warga jemaat kami tidak dapat beribadah merayakan natal, merayakan PASKAH dan kegiatan hari-hari Gereja karena Pendeta kami ditembak, Gedung gereja Kami dibakar dan gereja kami dijadikan pos Pangkalan Militer TNI-POLRI, termasuk Gedung sekolah, rumah sakit dan kantor pemerintahan dijadikan tempat basis Camp Militer. Warga Jemaat kami tidak dapat berkebun karena Lokasi Perkebunan mereka dikuasai TNI-POLRI dan Pasukan Gabungan. Jumlah Pengungsi IDPS sekitar 120.000 (seratus Dua Puluh Ribu)

KEDUA : Tanah Papua adalah Tanah Adat yang telah menerima Injil karena Pemberitaan INJIL. Negara Indonesia mengklaim dan merebut tanah-tanah adat kami atas nama Kebijakan negara. Terjadi praktek perampokan tanah adat, terjadi praktek Illegal logging, pembakaran hutan, terjadi illegal minning, penebangan hutan, pengrusakan ekosistem margasatwa di Kawasan hutan adat Papua. Bahkan lebih kejam dan menyedihkan lagi adanya Proyek Strtategis Nasional (PSN) di Merauke yang sekarang ini dikuasai oleh Perusahaan merusak hutan primer 2 juta hektar di Merauke Papua Selatan dengan dalih menanam Kelapa Sawit dan Tanaman Bio Etanol. Hal ini telah merusak Papua sebagai Paru-Paru Dunia yang menyuplai oksigen bagi bumi setelah hutan Amazon di Brazilia.

KETIGA : Terjadi Kasus/Bencana Kebakaran Hutan (KARHUTLAH) sepanjang bulan oktober mencapai 25.000 hektar dengan titik kerawanan panas di 8.324 titik.

Dengan fenomena krisis kemanusiaan dan Krisis Lingkungan Hidup di Tanah Papua ini maka kami sebagai gereja di Tanah Papua menyerukan kepada Bapak Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Tuan Antonio Gutterez

  1. untuk mengintervensi misi khusus kemanusiaan bagi kami Orang Asli Papua yang sudah sedang menuju ke ambang pemusnahan etnis manusia asli Papua.
  2. untuk melibatkan organ PBB di dunia agar terlibat aktif di Tanah Papua untuk menyelamatkan ORANG ASLI PAPUA “SAVE OUR SOUL” dari Praktek impunitas Kejahatan Kemanusiaan dan Kejahatan Lingkungan.  ***(Siaran Pers/WN-01)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *