ENDE : WARTA-NUSANTARA.COM-Kegiatan yang sejatinya dimulai dari proses sosialiasi dan pengambilan data anak, hingga kepegurusan Akta Kelahiran dimaksud berlangsung dari tanggal 02 -09 September 2021 dan menghasilkan 40 akta Kelahiran Anak, yang kemudian akan dilanjutkan dengan proses kepegurusan KI. Kepala Desa Kirerea, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Urbanus mengapresiasi kerja cepat mahasiswa KKN tematik STPM Santa Ursula Ende.
Menjawab pemenuhan hak sipil anak, Mahasiswa peserta kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula Ende, memastikan anak- anak di Desa Kerirea Kecamatan Nangapanda, memiliki Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA).
Pemenuhan hal sipil anak tersebut, merupakan hasil kerja cepat dari mahasiswa peserta KKN STPM Santa Ursula Ende, di bawah tema Pemenuhan Hak Sipil Anak yang adalah bagian dari capaian kerjasama antara STPM, Yayasan Frend serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Ende.
Koordinator kelompok KKN Desa Kerirea, Maksimilianus Nggedhi, yang ditemui Warta Nusantara., (18/09/2021) menjelaskan kehadiran program dimaksud serta mengapresiasi respon masyarakat dan Pemerintah Desa Kerirea.
“Kegiatan ini, merupakan penjabaran dari program utama KKN Tematik dari kampus kami, mengingat pemenuhan hak Sipil dan Kartu Identitas Anak, adalah hal yang penting, dan luar biasa respon dari Pemerintah Desa bersama Masyarakat di sini, dari sosialiasi, hingga pengambilan data, saya yakin, ini bisa cepat karena ada kerjasama dari kami semua, terutama Pemerintah Desa. Hasilnya, 40 anak bisa memperoleh Akta Kelahiran yang selanjutnya akan diproses juga KIA” Jelas Maxi.
Selain program dimaksud, menurut Maxi berbagai program lainnya seperti Diskusi Kampung, dan Penataan Administrasi Desa, serta berbagai kegiatan sosial lainnya yang terintegrasi dengan program kerja Pemerintah Desa Kerirea, juga menjadi bagian dari kegiatan KKN kelompoknya.
Mengkhiri penjelasannya, Maxi kemudian mengungkapkan beberapa kendala yang menghambat kepengurusan akta Kelahiran dan KIA, seperti ketiadaan jaringan telekomunikasi.
“Tentu ada sedikit kendala, dan yang paling terasa itu, kendala sinyal karena itu bisa memperlambat kepengurusan karena harus online, dan kami harus isinya secara manual, lalu ke kota dulu, untuk bisa mengisi secara online, kalau hal itu belum diatasi tentu bisa berdampak pada kepengurusan yang lainnya, apapalgi sekarang semua banyak sistem online, dan kendala juga untuk mereka di Desa”
Karena itu, dirinya berharap agar Pemerintah Daerah, dapat mempercepat pembangunan jaringan telekomunikasi di Desa Kerirea.
Sementara itu, kepala Desa Kerirea, Urbanus mengapresiasi kerja cepat peserta KKN tersebut.
“Sebagai kepala desa, saya berterima kasih untuk mereka, terutama kampus STPM, saya rasa sangat terbantu ketika mereka ada di sini, terutama pada kepengurusan akta Kelahiran dan KIA, dan juga kegiatan lainnya” demikian kata Kades Urbanus
Orbyn Nggala








