• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak
Jumat, Januari 2, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • National
  • Internasional
  • Polkam
  • Hukrim
  • News
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Home
  • National
  • Internasional
  • Polkam
  • Hukrim
  • News
  • Pendidikan
  • Olahraga
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Hukrim

Kampanye Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan : Kampus Cegah Kekerasan Seksual

by WartaNusantara
Desember 10, 2024
in Hukrim
0
Kampanye Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan : Kampus Cegah Kekerasan Seksual
0
SHARES
95
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kampanye Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan : Kampus Cegah Kekerasan Seksual

ENDE : WARTA-NUSANTARA.COM–Kampus Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Ursula Ende menggelar Talk Show bersama melibatkan akademisi membahas masalah kekerasan terhadap perempuan sekaligus memberikan solusi mencegah kekerasan seksusl yang kian meningkat di negeri ini.

Momentum Talk Show ini sangat tepat berkaitan dengan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence), yaitu kampanye internasional yang berisi upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia.

Setiap tahun mitra Forum Pengada Layanan (FPL) Indonesia dan Komnas Perempuan melakukan kampanye secara nasional sejak tanggal 25 November sampai 10 Desember. Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16HAKTP) dicetuskan oleh Women’s Global Leadership Institute pada tahun 1991.


Pemilihan rentang waktu tersebut secara simbolik berhubungan dengan kekerasan terhadap perempuan dan HAM, serta menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM.

RelatedPosts

Tobby Ndiwa, Serfolus Tegu dan Kapolres Nagekeo Harus Diproses Hukum Terkait Kebocoran Data Intelijen dan Penyebaran Berita Bohong

Polres Nagekeo Jangan Halangi Media Menulis Mafia Waduk Lambo (Catatan untuk Gerombolan Mafia Nagekeo (11)

Berlawanan Arah Kasus Prada Lucky: PH Terdakwa Minta Bebas, PH Keluarga Lucky Minta Hukuman Mati

Berlawanan Arah Kasus Prada Lucky: PH Terdakwa Minta Bebas, PH Keluarga Lucky Minta Hukuman Mati

Load More

Selama enam belas hari, peringatan yang bertemakan hak-hak asasi yang berlangsung yaitu 25 November sebagai Hari Anti Kekerasan Perempuan Internasional, 01 Desember sebagai hari HIV/AIDS Sedunia, 02 Desember sebagai Hari Penghapusan Perbudakan Internasional, 03 Desember sebagai Hari Penyandang Cacat Internasional, 05 Desember sebagai Hari Sukarelawan Internasional, 06 Desember sebagai Hari Tidak Ada Toleransi bagi Kekerasan terhadap Perempuan, dan puncaknya 10 Desember sebagai Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional.

Dalam kampanye 16 HAKTP, TRUK F Maumere sebagai salah satu anggota FPL dan mitra Komnas Perempuan berperan memfasilitasi upaya-upaya pencegahan dan penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan di Daerah dengan melibatkan mitra jejaring dan stakeholder terkait. Salah satu rangkaian Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan adalah melakukan kampanye “Bersama Ciptakan Kampus Inklusi Dan Bebas Kekerasan Seksual” di lingkungan Kampus STPM (Sekolah Tinggi Pembangunan masyarakat) Ursula Ende.

Perguruan Tinggi sebagai lembaga Pendidikan tempat berkumpul dan tumbuhnya idealisme harus turut menjaga nilai tertinggi (highest values) namun di sisi lain masih terjadi kekerasan seksual. Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak per April 2024, terdapat 2.681 kasus kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.

Angka ini cenderung naik dan pelecehan seksual merupakan bentuk kekerasan seksual yang paling banyak terjadi. Sebagai upaya meminimalisir kasus kekerasan seksual di kampus, Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim mengeluarkan Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi sangat jelas mensyaratkan perlu adanya Satgas TPKS di Kampus.

Kegiatan Talk show ini terjadi pada tanggal 9 November bertempat di Aula SMP Ursula. Narasumber dalam kegiatan ini, P. Avent Saur SVD, JPIC SVD Ende, Br. Dominggus Rangga Hayon SVD, Dosen dan Anggota Satgas PPKS kampus STPM Ursula, Martina Rianty Randa Ma, mahasiswa dan anggota Satga PPKS Kampus STPM, dan Sr. Fransiska Imakulata SSpS, Koordinator TRUKF Maumere. Kegiatan ini dimoderatori oleh Maria Trinita Ria, host dari RRI Ende.

Kegiatan ini di buka oleh Bpk. Ngea Andreas S.Sos, M.SI. Dalam sambutannya Bapak Andreas sebagai wakil ketua bidang akademik dan kerja sama STPM Ursula menyampaikan bahwa “ pada prinsipnya kami sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini, di mana Sr Pimpinan TRUKF hadir secara langsung dan mau berbagi tentang pencegahan dan penangangan kasus kekerasan seksual.

Di kampus ini kami sudah memiliki Satgas PPKS dan kegiatan hari ini lebih mempertajam pengetahuan kami dan semua mahasiswa agar mendapat pemahaman yang sama tentang kekerasan yang sering terjadi di kampus dan bagaimana harus ditangani”.

Dalam sesi talk show Sr. Fransiska SSpS menyampaikan bahwa “Kegiatan ini sebagai bentuk kerja sama antara TRUKF dan STPM dalam upaya pencegahan.

Karena kampus mesti menjadi tempat yang aman dan inklusi, bebeas daria kekerasan seksual. Dimana semua orang dapat terlibat dan mengambil bagian dalam menjalankan Tridharma Pendidikan”

Selama talk show berlangsung, Moderator Trinita mencoba menggali pengalaman dan pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual yang memang memiliki Dampak secara psikologi dan fisik yang sangat luar biasa. P. Avent dalam seringnya bahwa salah satu aspek yang menjadi factor gangguan jiwa yakni korban mengalami trauma karena kekerasan seksual. Sr. Fransiska menjelaskan tentang urgensi mengapa kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus, dan bentuk-bentuk kekerasan seksual.

Menurut Sr Fransiska bahwa Pencegahan di lingkungan perguruan tinggi dapat dilakukan di institusi dan individu. Dari segi Institusi perlu ada Pembelajaran yang Mewajibkan mahasiswa, pendidik, dan tendik mempelajari modul PPKS; Penguatan tata kelola yang berfungsi Merumuskan kebijakan, membentuk satgas, menyediakan layanan pelaporan KS; Penguatan budaya komunitas mahasiswa, pendidik, dan tenaga didik dengan mengadakan komunikasi, informasi, dan edukasi di kegiatan pengenalan kehidupan kampus; organisasi kemahasiswaan; dan/atau jaringan komunikasi informal.

Sedangkan melalui Individu dengan Pembatasan pertemuan individual di luar wilayah, jam operasional, dan/atau kepentingan kampus; Permohonan tertulis untuk mendapat persetujuan Kaprodi/Jurusan; Bila pertemuan tidak bisa dihindari.

Berkaitan dengan penanganan korban Bruder Dominggus Rangga Hayon menyampaikan bahwa penanganan korban membutuhkan keterampilan seorang psikolog untuk, membantu korban keluar dari kesulitan yang dia hadapi.

Sedangkan perwakilan mahasiswa dan anggota Satgas STPM menyampaikan pengalaman bahwa seringkali mahasiswa merasa bahwa rayuan, percakapan yang bernuansa seksual itu hal yang biasa, tapi ternyata itu sudah memberikan tanda dan bentuk kekerasan seksual nonfisik.

Kegiatan ini memberikan pemcerahan bagi mahasiswa dan dosen sehingga berjalan cukup lancar dan dipenuhi dengan berbagai pertanyaan dan shering dari para peserta dan narasumber.

Besar harapan dari kegiatan ini adalah terciptanya ekosistem kampus yang aman, ramah dan inklusif mendukung perkembangan intelektual serta emosional bagi seluruh warga kampus, baik mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan. Menghadirkan kampus yang bebas dari segala bentuk praktek ketidaksetaraan gender, kekerasan seksual, balas dendam, sanksi bagi pelaku dan mekanisme pemulihan korban merupakan upaya konkrit yang harus dilakukan oleh Satgas TPKS dan seluruh elemen kampus.

Akhir dari kegiatan ini TRUKF menyerahkan buku tentang “Karya Kemanusiaan Ini Tidak Boleh Mati” tulisan tentang sejarah dan perjuangan TRUKF, dan buku tentang Keadilan yang tertunda serta penguatan psikologi awal korban kekerasan berbasis gender. Buku diberikan kepada STPM dalam hal ini untuk SATGAS Kampus dalam penanganan dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi, STPM Ursula Ende. *** Laporan Nobertus Dalu Luron, Jurnalis Warta-Nusantara.Com

WartaNusantara

WartaNusantara

Related Posts

Tobby Ndiwa, Serfolus Tegu dan Kapolres Nagekeo Harus Diproses Hukum Terkait Kebocoran Data Intelijen dan Penyebaran Berita Bohong
Hukrim

Polres Nagekeo Jangan Halangi Media Menulis Mafia Waduk Lambo (Catatan untuk Gerombolan Mafia Nagekeo (11)

Polres Nagekeo Jangan Halangi Media Menulis Mafia Waduk Lambo (Catatan untuk Gerombolan Mafia Nagekeo (11) Oleh Steph Tupeng Witin Jurnalis, Penulis...

Read more
Berlawanan Arah Kasus Prada Lucky: PH Terdakwa Minta Bebas, PH Keluarga Lucky Minta Hukuman Mati

Berlawanan Arah Kasus Prada Lucky: PH Terdakwa Minta Bebas, PH Keluarga Lucky Minta Hukuman Mati

Tobby Ndiwa, Serfolus Tegu dan Kapolres Nagekeo Harus Diproses Hukum Terkait Kebocoran Data Intelijen dan Penyebaran Berita Bohong

Ketika Antek-Antek GM Tak Henti Membungkam Suara Kebenaran (Catatan Untuk Gerombolan Mafia Nagekeo (10)

Jaksa Kena OTT KPK : Gagalnya Jaksa Agung Lakukan Reformasi Kejaksaan

Jaksa Kena OTT KPK : Gagalnya Jaksa Agung Lakukan Reformasi Kejaksaan

Sewa 50 Tahun, Dibungkus Rp4,5 Miliar: Logika Pemkab Lutim Dipertanyakan

Sewa 50 Tahun, Dibungkus Rp4,5 Miliar: Logika Pemkab Lutim Dipertanyakan

Tim Penasihat Hukum 22 Terdakwa Tolak Restitusi Rp1,65 Miliar, PH Keluarga Lucky: Hak Konstitusional Korban Tidak Bisa Dinegosiasikan

Tim Penasihat Hukum 22 Terdakwa Tolak Restitusi Rp1,65 Miliar, PH Keluarga Lucky: Hak Konstitusional Korban Tidak Bisa Dinegosiasikan

Load More
Next Post
Patar Sihotang, SH.,MH : “Korupsi Merusak Tatanan Budaya Masyarakat”

Patar Sihotang, SH.,MH : "Korupsi Merusak Tatanan Budaya Masyarakat"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ads

Tag

mostbet mostbet UZ Sastra
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak

Copyright @ 2020 Warta-nusantara.com, All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Internasional
  • National

Copyright @ 2020 Warta-nusantara.com, All right reserved

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In