• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak
Sabtu, Januari 3, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • National
  • Internasional
  • Polkam
  • Hukrim
  • News
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Home
  • National
  • Internasional
  • Polkam
  • Hukrim
  • News
  • Pendidikan
  • Olahraga
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Menanti Godot Pada Pilkada Kabupaten Lembata

by WartaNusantara
Agustus 10, 2024
in Uncategorized
0
Menanti Godot Pada Pilkada Kabupaten Lembata
0
SHARES
43
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : John Koli

WARTA-NUSANTARA.COM–Kapan rakyat Lembata akan mengetahui siapa calon bupati dan wakil bupati dari partai-partai yang hingga kini masih belum mengumumkan jagoannya untuk Pilkada mendatang? Pertanyaan ini terus bergema di benak masyarakat Lembata, mengisi ruang percakapan di berbagai media sosial dan forum diskusi. Seolah-olah ada tirai ketidakpastian yang tak kunjung tersingkap, mengingatkan kita pada drama klasik Waiting for Godot karya Samuel Beckett, di mana tokoh-tokohnya terus menunggu sosok yang tak pernah datang. Ketidakpastian ini menjadi metafora sempurna untuk situasi yang tengah dialami oleh masyarakat Lembata saat ini.

Drama Beckett tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga menggambarkan absurditas dari situasi di mana harapan tampak tidak memiliki kepastian. Masyarakat Lembata, seperti Vladimir dan Estragon dalam drama tersebut, kini berada dalam posisi menunggu—menunggu keputusan yang seharusnya sudah dibuat oleh partai-partai politik yang mengklaim diri mereka sebagai representasi suara rakyat. Namun, yang terjadi justru sebaliknya; partai-partai ini terus menunda pengumuman, seakan-akan menunggu sesuatu yang tak jelas, mempermainkan waktu dan emosi rakyat yang mendambakan kepastian.

Sementara nama-nama calon bupati dan wakil bupati sudah mulai beredar dan digadang-gadang, ketidakjelasan masih menyelimuti langkah resmi partai-partai tersebut. Hal ini mengundang kekecewaan di kalangan masyarakat, yang merasa bahwa proses ini telah dijadikan permainan politik tanpa arah. Mengapa partai-partai ini enggan mengambil sikap tegas dan justru memperpanjang ketidakpastian? Jawabannya mungkin tidak jauh dari apa yang sering menjadi penyakit kronis dalam politik kita: uang.

Ya, uang tampaknya menjadi faktor utama yang menentukan siapa yang akan maju sebagai calon dalam Pilkada ini, bukan rekam jejak, kapasitas, atau karakter yang teruji dan terpuji. Mereka yang layak dan memiliki potensi besar untuk memimpin sering kali tersingkir hanya karena tidak memiliki cukup dana untuk memenuhi tuntutan politik uang. Inilah akar masalah yang membuat situasi saat ini tampak seperti menunggu Godot—sebuah penantian yang tak berujung dan penuh dengan ketidakpastian.

RelatedPosts

𝑹𝒖𝒕𝒊𝒏𝒊𝒕𝒂𝒔 (𝒅𝒂𝒏 𝑪𝒉𝒆𝒄𝒌 𝑼𝒑 𝑹𝒖𝒕𝒊𝒏) (𝑰𝒏𝒔𝒑𝒊𝒓𝒂𝒔𝒊 𝑯𝒐𝒎𝒊𝒍𝒊 𝑴𝒊𝒏𝒈𝒈𝒖 𝑷𝒆𝒓𝒕𝒂𝒎𝒂 𝑨𝒅𝒗𝒆𝒏, 30/11/2025)

Bintang Menuntun, Iman Mencari

Persebata Lembata Makin Gemilang ke Posisi Ketiga Klasemen Butuh Dukungan Dana

Persebata Lembata Makin Gemilang ke Posisi Ketiga Klasemen Butuh Dukungan Dana

Load More

Rakyat Lembata harus belajar dari situasi ini. Pilkada bukanlah sekadar ajang memilih pemimpin, tetapi juga momen untuk melakukan koreksi terhadap praktik-praktik politik yang merugikan rakyat. Partai-partai yang mempermainkan suara rakyat dengan politik uang harus diberi pelajaran, dan calon-calon yang dipilih atas dasar uang, bukan kualitas, harus ditolak dengan tegas. Ini adalah kesempatan bagi rakyat Lembata untuk menunjukkan bahwa suara mereka adalah suara Tuhan, yang tidak bisa dibeli atau dimanipulasi oleh siapapun.

Dengan mengambil sikap tegas dalam Pilkada ini, rakyat Lembata dapat memberikan pesan yang jelas kepada para pemimpin partai: bahwa mereka tidak akan lagi menunggu Godot. Mereka menginginkan pemimpin yang benar-benar bisa membawa perubahan, bukan hanya boneka politik yang dipilih karena kekuatan uang. Rakyat memiliki kekuatan untuk mengoreksi situasi ini dan membawa Lembata menuju masa depan yang lebih baik, di mana kejujuran, integritas, dan kepemimpinan yang berkualitas menjadi pedoman utama.

John Koli, Pendidik dan Pemelajar

WartaNusantara

WartaNusantara

Related Posts

𝑹𝒖𝒕𝒊𝒏𝒊𝒕𝒂𝒔 (𝒅𝒂𝒏 𝑪𝒉𝒆𝒄𝒌 𝑼𝒑 𝑹𝒖𝒕𝒊𝒏) (𝑰𝒏𝒔𝒑𝒊𝒓𝒂𝒔𝒊 𝑯𝒐𝒎𝒊𝒍𝒊 𝑴𝒊𝒏𝒈𝒈𝒖 𝑷𝒆𝒓𝒕𝒂𝒎𝒂 𝑨𝒅𝒗𝒆𝒏, 30/11/2025)
Uncategorized

Bintang Menuntun, Iman Mencari

Bintang Menuntun, Iman Mencari Inspirasi Homili Matius 2: 1 – 12, Minggu 4 Januari 2026. Oleh : Robert Bala WARTA-NUSANTARA.COM-- ...

Read more
Persebata Lembata Makin Gemilang ke Posisi Ketiga Klasemen Butuh Dukungan Dana

Persebata Lembata Makin Gemilang ke Posisi Ketiga Klasemen Butuh Dukungan Dana

Pemkab Lembata Pastikan Lokasi Kampung Nelayan Tahun 2026

Pemkab Lembata Pastikan Lokasi Kampung Nelayan Tahun 2026

Prof. Dorodjatun dan Globe Inspiratif

Prof. Dorodjatun dan Globe Inspiratif

Launching NTT Mart Manggarai Barat, Gubernur Melki : Wujud Nyata Ekonomi Kerakyatan dan Etalase Produk Unggulan NTT

Launching NTT Mart Manggarai Barat, Gubernur Melki : Wujud Nyata Ekonomi Kerakyatan dan Etalase Produk Unggulan NTT

Wagub Johni Asadoma : NTT-NTB Siap menjadi Tuan Rumah PON Tahun 2028

Wagub Johni Asadoma : NTT-NTB Siap menjadi Tuan Rumah PON Tahun 2028

Load More
Next Post
Pertama Kali di Indonesia, Desiminasi Keterbukaan Informasi Publik di Lembata

Pertama Kali di Indonesia, Desiminasi Keterbukaan Informasi Publik di Lembata

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ads

Tag

mostbet mostbet UZ Sastra
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak

Copyright @ 2020 Warta-nusantara.com, All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Internasional
  • National

Copyright @ 2020 Warta-nusantara.com, All right reserved

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In