Oleh : John Koli

WARTA-NUSANTARA.COM–Apakah salah jika mengehendaki PUTRA DAERAH yang dicalonkan ataupun memimpin sebuah kabupaten? Bukankah kita satu Indonesia? Siapapun boleh dicalonkan atau memimpin di mana pun di Indonesia ini. Yang pentingkan kualitas dan kapasitas sang calon, bukan begitu?

Argumen bahwa sebagai satu Indonesia, siapapun boleh memimpin di mana pun asal memiliki kualitas dan kapasitas adalah sesuatu yang ideal. Namun, perlu diingat bahwa salah satu tujuan diadakannya otonomi daerah adalah agar putra daerah bisa berkarya, melakukan yang terbaik untuk daerahnya, dan pada akhirnya membawa kesejahteraan bagi daerah tersebut.

Persoalannya, jika sebuah partai mengusung calon yang bukan dari putra daerah kabupaten tersebut, akan muncul pertanyaan: ada apa dengan putra daerah di kabupaten tersebut? Tidak adakah putra daerah yang memiliki kualitas dan kapasitas untuk memimpin kabupatennya?
Adakah POLITIK UANG dibalik semua ini? Atau ada agenda tersembunyi di balik pencalonan ini? Ketika partai politik memilih calon dari luar daerah, hal ini dapat menimbulkan kecurigaan dan perasaan bahwa aspirasi lokal tidak dihargai. Penolakan terhadap calon dari luar daerah adalah WAJAR karena masyarakat setempat merasa memiliki hak dan kehormatan untuk dipimpin oleh orang yang benar-benar memahami kondisi dan kebutuhan daerahnya.

Dalam konteks Pilkada Lembata, beberapa masyarakat mengungkapkan kekecewaannya dengan mengatakan, “Oke, nanti para pemimpin partai itu yang datang untuk memilih agar mereka menang.” Pernyataan ini mencerminkan kekecewaan dan skeptisisme masyarakat terhadap keputusan partai politik yang tidak mengusung putra daerah. Pemimpin partai perlu banyak belajar mendengarkan suara dan aspirasi masyarakat setempat.

Pilkada adalah momen bagi rakyat untuk melakukan KOREKSI terhadap pemimpin dan kebijakan yang tidak sesuai dengan harapan mereka. Oleh karena itu, penting bagi partai politik untuk mempertimbangkan putra daerah sebagai calon pemimpin, karena mereka lebih memahami dan berkomitmen untuk memajukan daerahnya sendiri.
John Koli, Pendidik dan Pembelajar