Daily Archive Mei 29, 2026

ByWartaNusantara

Bidpropam Polda NTT Gelar Pembaretan Baret Biru, Personel Baru Diajak Jaga Marwah Institusi

KUPANG: WARTA-NUSANTARA.COM- Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Nusa Tenggara Timur menggelar pembinaan tradisi pembaretan personel baru di Pantai Pasir Panjang, Kota Kupang, Jumat (29/5/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan aksi bersih pantai bersama masyarakat setempat.

Prosesi pembaretan dipimpin langsung Kabidpropam Polda NTT AKBP Muhammad Andra Wardhana, S.H., S.I.K., M.Tr.Opsla. Kegiatan diawali dengan pengecekan personel di Mapolda NTT sebelum peserta bergerak menuju Pantai Pasir Panjang untuk mengikuti rangkaian pembinaan tradisi.

Di lokasi kegiatan, personel baru menerima pembekalan, motivasi, serta prosesi penyematan Baret Biru Propam sebagai simbol kehormatan dan tanggung jawab dalam menjalankan fungsi pengawasan internal Polri.

AKBP Muhammad Andra Wardhana mengatakan Baret Biru Propam memiliki makna mendalam bagi setiap personel yang mengenakannya.

“Setiap personel harus siap menjadi teladan dalam disiplin, etika, dan profesionalisme. Mereka juga harus mampu menjaga marwah institusi Polri melalui pelaksanaan tugas yang berintegritas dan bertanggung jawab,” kata Andra Wardhana.

Ia menyebut pembinaan tradisi menjadi bagian penting dalam membentuk karakter personel agar memiliki loyalitas, jiwa korsa, serta kesiapan mental saat menjalankan tugas pengawasan dan penegakan disiplin di lingkungan Polri.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan nilai pengabdian, kebersamaan, dan tanggung jawab. Personel Propam harus menjadi garda terdepan dalam menjaga disiplin serta kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” lanjutnya.

Usai prosesi pembaretan, seluruh personel Bidpropam Polda NTT bersama peserta kegiatan melaksanakan aksi bersih pantai di kawasan Taman Ria Pasir Panjang. Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan nelayan yang berada di sekitar lokasi.

Menurut Andra Wardhana, aksi bersih pantai sengaja dipadukan dengan pembinaan tradisi sebagai bentuk praktek nilai kepedulian sosial yang harus dimiliki anggota Polri.

“Kami ingin menanamkan kepada personel bahwa anggota Polri tidak hanya menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga hadir memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Menjaga lingkungan juga merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolresta Kupang Kota, Kapolsek Kota Lama, Lurah Pasir Panjang, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, serta unsur masyarakat setempat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Melalui pembaretan Baret Biru dan aksi bersih pantai, Bidpropam Polda NTT berharap mampu membentuk personel yang profesional dalam menjalankan tugas sekaligus memiliki kepedulian sosial di tengah masyarakat. (Tarwan)

ByWartaNusantara

Bangunan Dana Desa 2025 di Hadangkahan Diduga Mangkrak, Warga Soroti Proyek Penyeberangan Sungai Bintuas

Bangunan Dana Desa 2025 di Hadangkahan Diduga Mangkrak, Warga Soroti Proyek Penyeberangan Sungai Bintuas

MADINA : WARTA-NUSANTARA.COM—-  Sebuah bangunan yang disebut bersumber dari anggaran Dana Desa Tahun 2025 di Desa Hadangkahan, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, mulai menuai perhatian masyarakat. Proyek yang berada di kawasan Aek Putih, tepatnya di jalur penyeberangan rambin Sungai Bintuas itu dilaporkan dalam kondisi terbengkalai dan belum dimanfaatkan secara optimal.

Pantauan di lokasi memperlihatkan bangunan berada di area akses penyeberangan masyarakat yang cukup vital. Namun hingga kini, bangunan tersebut disebut belum menunjukkan fungsi yang jelas sebagaimana harapan warga ketika proyek mulai dikerjakan.

“Kalau dibiarkan seperti ini tentu masyarakat bertanya-tanya, karena anggarannya berasal dari uang negara,” ujar seorang warga kepada wartawan dengan meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar menyebutkan proyek itu diduga dibangun menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2025. Warga pun mulai mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran serta progres pelaksanaan pembangunan yang dinilai belum memberikan manfaat nyata.

Selain kondisi bangunan yang disebut terbengkalai, masyarakat juga meminta adanya keterbukaan informasi mengenai jenis kegiatan, nilai anggaran, sumber pembiayaan, hingga pihak pelaksana pekerjaan. Mereka berharap pemerintah desa memberikan penjelasan resmi agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Kalau memang belum selesai, sampaikan kepada masyarakat apa kendalanya. Jangan sampai terkesan dibiarkan begitu saja,” tambah warga lainnya.

Persoalan pembangunan desa yang diduga mangkrak dinilai bukan hanya menyangkut aspek fisik semata, tetapi juga menyentuh kepercayaan publik terhadap pengelolaan Dana Desa. Terlebih, pembangunan di wilayah pedesaan diharapkan mampu menunjang akses masyarakat serta meningkatkan aktivitas ekonomi warga sekitar.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Hadangkahan belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi bangunan tersebut. Upaya konfirmasi kepada kepala desa dan pihak terkait masih terus dilakukan guna memperoleh informasi yang berimbang sesuai prinsip kode etik jurnalistik.

Sejumlah elemen masyarakat juga mendorong agar Inspektorat Kabupaten Mandailing Natal maupun instansi terkait melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Langkah itu dianggap penting untuk memastikan penggunaan Dana Desa berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran bagi kepentingan masyarakat desa.

Masyarakat berharap setiap program pembangunan yang menggunakan uang negara benar-benar memberikan manfaat nyata dan tidak berhenti menjadi bangunan tanpa fungsi di tengah kebutuhan infrastruktur pedesaan yang masih cukup tinggi.
(Magrifatulloh).

ByWartaNusantara

Tiga Pastor Pimpin Misa Penutupan Bulan Maria di Lewoleba

Suasana Penutupan Bulan Maria di Gua Maria Paroki Maria Baneux Lewoleba
LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Ribuan umat Katolik memadati Gua Maria milik Paroki St. Maria Baneux Lewoleba untuk mengikuti misa penutupan Bulan Maria, Jumat (29/5/2026).  Perayaan ekaristi tersebut dipimpin tiga imam yakni Rm. Petrus  Maing, Deken Lembata, Rm  Blas Kleden dan Rm. Goris Weking.
Suasana khidmat tampak sepanjang perayaan misa. Umat memenuhi area gua maria dan mengikuti ibadah dengan penuh devosi kepada Bunda Maria.Dalam homilinya, Rm. Goris Weking menekankan pentingnya peristiwa iman Santa Maria yang mengunjungi Elisabet sebagaimana dikisahkan dalam Injil Lukas.Menurutnya, kisah tersebut menjadi refleksi bagi umat di tengah kompleksitas kehidupan modern.“Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang tidak terbendung, manusia sering terhubung secara digital tetapi mengalami kekosongan batin. Relasi dengan sesama menjadi dangkal dan kepekaan sosial mulai berkurang,” ungkapnya.Ia mengatakan, di tengah tuntutan ekonomi, sosial, budaya dan politik, manusia perlu kembali mencari Tuhan sebagai sumber pengharapan sejati.Dalam homilinya, Rm. Goris juga mengutip puisi “Surat dari Ibu” karya Asrul Sani untuk menggambarkan perjalanan hidup manusia yang pada akhirnya akan kembali menemukan makna hidup dan kasih.

“Kembali pulang anakku sayang, jika kapalmu telah rapat ke tepi, kita akan bercerita tentang cinta dan hidupmu pagi hari,” kutipnya di hadapan umat.

Menurutnya, penutupan Bulan Maria bukan akhir dari devosi kepada Bunda Maria, melainkan ajakan untuk masuk dalam kesederhanaan hidup dan menghadirkan kasih di tengah sesama.

Ia menegaskan, Maria menghadapi berbagai persoalan hidup, namun tetap membawa pengharapan dan membagikan kasih kepada orang lain melalui kunjungannya kepada Elisabet.

“Berkat yang diterima harus dibagikan. Iman sejati hadir bersama orang lain dan diwujudkan melalui compassion atau belas kasih,” ujarnya.

Rm. Goris juga mengajak umat untuk tetap menjaga relasi intim dengan Tuhan di tengah perkembangan zaman.

Ia menyinggung pesan Paus Leo XIV tentang pentingnya mempertahankan nilai kemanusiaan agar manusia tidak terpesona secara berlebihan oleh perkembangan teknologi dan ambisi pribadi.

Selain itu, ia mengingatkan umat untuk membangun kembali budaya doa bersama dalam keluarga, memperkuat “literasi meja makan”, dan menghadirkan kasih bagi mereka yang mengalami keputusasaan.

“Setiap orang dipanggil untuk hadir di tengah kompleksitas persoalan hidup dengan membawa kasih, pengharapan dan kerendahan hati,” katanya.

Perayaan misa penutupan Bulan Maria itu ditutup dengan doa bersama dan nyanyian pujian kepada Bunda Maria yang diikuti seluruh umat dengan penuh sukacita. ***(AN-WN-01).

Read More

ByWartaNusantara

Gubernur NTT Hadiri Dies Natalis ke-35 SMA Negeri 4 Kupang : Tekankan Penguatan Karakter dan Moral serta Semangat Wirausaha

Gubernur NTT Hadiri Dies Natalis ke-35 SMA Negeri 4 Kupang : Tekankan Penguatan Karakter dan Moral serta Semangat Wirausaha

Kupang, 29 Mei 2026

Hadiri Dies Natalis ke-35 SMA Negeri 4 Kupang, Gubernur NTT Tekankan Penguatan Karakter dan Moral serta Semangat Wirausaha

KUPANG : WARTA-NUSANTARA.COM—  Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri perayaan Dies Natalis ke-35 SMA Negeri 4 Kupang yang dirangkaikan dengan Bazar “One School One Product (OSOP)” dan Pentas Seni, bertempat di halaman tengah SMA Negeri 4 Kupang, Jumat (29/5/2026).

 

 

 

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Galeri OSOP, Ayo Bangun NTT Dari Sekolah” sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan kreativitas, kewirausahaan, dan potensi peserta didik melalui pendidikan berbasis karakter dan produktivitas.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar SMA Negeri 4 Kupang atas perjalanan panjang sekolah tersebut dalam membina generasi muda selama 35 tahun.

 

“Puji syukur kepada Tuhan karena pada hari ini kita bisa hadir bersama untuk merayakan ulang tahun ke-35 SMA Negeri 4 Kupang. Ini kunjungan pertama saya ke SMA Negeri 4 Kupang dan saya senang bisa hadir memberikan dukungan kepada sekolah, guru, dan para siswa,” ujar Gubernur.

”Saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-35 bagi SMA Negeri 4. Kita harapkan SMA Negeri 4 Kupang terus berkembang maju dan senantiasa menghasilkan anak-anak yang berkarakter moral serta mampu mencetak prestasi di bidang akademik maupun kewirausahaan. Semoga SMA Negeri 4 Kupang terus menjadi sekolah yang membanggakan masyarakat NTT,” tutup Gubernur Melki.

Menurut Gubernur, sekolah-sekolah di NTT harus mampu menyiapkan peserta didik dalam tiga aspek utama, yakni kemampuan akademik, karakter moral, dan kemampuan kewirausahaan. “Akademiknya harus baik, karakternya harus kuat, dan juga harus memiliki kemampuan entrepreneur. Anak-anak NTT harus dibentuk menjadi generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga punya integritas, kreativitas, dan mampu menciptakan peluang,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa karakter menjadi fondasi penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Orang pintar tetapi tidak punya karakter yang kuat akan mudah goyah. Karena itu pendidikan karakter seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan semangat pantang menyerah harus terus dibangun di sekolah,” tambahnya.

Gubernur juga menegaskan bahwa Program One School One Product merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong lahirnya potensi ekonomi baru serta menumbuhkan semangat wirausaha dari lingkungan sekolah.

Menurutnya, setiap sekolah harus mampu mengembangkan produk unggulan sesuai potensi yang dimiliki peserta didik maupun lingkungan sekitar, baik di bidang kuliner, seni budaya, fashion, olahraga, musik, maupun sektor kreatif lainnya.

“Kita ingin anak-anak sekolah di NTT tampil paripurna. Lulus dengan akademik yang baik, karakter yang baik, dan memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal hidup dan masa depan mereka,” ungkap Gubernur.

Ia juga mengajak seluruh siswa untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai sarana menampilkan kreativitas dan karya positif kepada masyarakat luas. “Sekarang dunia sudah serba digital. Potensi anak-anak dari mana saja bisa tampil dan berkembang melalui media digital. Karena itu tampilkan kemampuan kalian dengan baik dan positif,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Melki turut menyampaikan terima kasih kepada para guru, kepala sekolah, tokoh agama, serta seluruh pihak yang terus mendukung pengembangan pendidikan di NTT.

Gubernur Melki Laka Lena juga turut meninjau sejumlah stand pameran yang menampilkan berbagai produk hasil karya siswa, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga produk kreatif lainnya yang merupakan implementasi program One School One Product.

***(Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT

Penulis – Foto : Meldo Nailopo
Video : Riky Nengga)

ByWartaNusantara

KASIH YANG TERLALU…

KASIH YANG TERLALU…
Renungan untuk Misa Pentakosta,31 Mei 2025, Injil Yohanes . oh 3:16-18

Oleh : Robert Bala

WARTA-NUSANTARA.COM—  Saat mendengar kata “terlalu”, mungkin sebagian dari kita langsung teringat gaya khas Rhoma Irama. Kata ini biasanya dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang sudah begitu dalam, begitu kuat, sampai sulit dijelaskan dengan logika. Terlalu sedih. Terlalu sakit. Terlalu cinta.

 

 

 

Dan rasanya, kata itulah yang paling cocok untuk menggambarkan Injil hari ini: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal.” (Yohanes 3:16)

Ini bukan kasih biasa. Ini kasih yang terlalu besar. Bayangkan. Allah sebenarnya sudah memberikan segalanya kepada manusia. Dunia diciptakan begitu indah. Manusia diberi akal budi, hati, dan kebebasan untuk memilih yang baik.

Tetapi kenyataannya berbeda. Manusia jatuh dalam dosa. Manusia lebih sering mengikuti ego, keinginan diri, dan kesenangan sesaat. Hubungan dengan Tuhan rusak.
Lalu apa yang dilakukan Allah? Apakah Ia marah lalu meninggalkan manusia? Tidak.

 

Justru dalam keadaan inilah dapat terlihat betapa kasih yang ‘terlalu’ besar. Allah tidak menjauh. Ia justru mendekat. Ia rela memberikan Putra-Nya sendiri untuk menyelamatkan manusia. Tuhan tidak hanya berbicara tentang cinta dari surga. Ia datang sendiri ke dunia. Ia berjalan bersama orang-orang kecil. Ia memeluk yang terluka. Ia menangis bersama yang menderita. Bahkan Ia rela wafat di kayu salib demi manusia.

Lalu, apakah setelah menunjukkan kasihNya yang terlalu besar itu, Ia berhenti berkrya? Tuhan tidak berhenti di sana. Sesudah menyelamatkan manusia, Tuhan juga tidak membiarkan manusia berjalan sendirian. Ia memberikan Roh Kudus — kehadiran Tuhan yang terus menghangatkan, menguatkan, dan menemani hidup manusia setiap hari.

Karena itu, Pesta Tritunggal Mahakudus sebenarnya bukan pertama-tama soal rumus yang sulit dipahami. Pesta ini berbicara tentang kasih Allah yang luar biasa besar. Tritunggal bisa kita bayangkan seperti matahari.

Allah Bapa adalah mataharinya — sumber kehidupan dan sumber kasih. Tanpa matahari, dunia menjadi gelap dan dingin. Tanpa Tuhan, hidup manusia kehilangan arah.

Yesus Kristus adalah cahaya matahari yang sampai ke bumi. Kita memang tidak bisa menyentuh matahari secara langsung, tetapi kita bisa merasakan sinarnya. Begitu juga Allah yang tidak kelihatan menjadi dekat dan nyata lewat Yesus. Dalam diri Yesus, kita melihat wajah Allah yang penuh kasih

Sedangkan Roh Kudus adalah kehangatan matahari. Kehangatan itu tidak terlihat, tetapi bisa dirasakan. Ia hadir saat hati kita lelah. Ia menghibur ketika kita kecewa. Ia memberi kekuatan saat kita hampir menyerah. Dan menariknya, matahari tidak memilih kepada siapa ia bersinar. Orang baik maupun orang jahat tetap mendapat cahaya dan kehangatan yang sama.

Begitu juga kasih Tuhan. Yohanes 3:16 tidak mengatakan bahwa Allah hanya mengasihi orang suci atau orang sempurna. Injil berkata bahwa Allah mengasihi dunia — dunia yang sering jatuh, sering lupa, bahkan kadang menjauh dari-Nya.
Itulah kasih yang terlalu.
Terlalu besar untuk dimengerti sepenuhnya.
Terlalu dalam untuk diukur.
Terlalu setia untuk berhenti mengasihi manusia.

Kadang kita merasa tidak layak dicintai Tuhan karena dosa dan kegagalan kita. Tetapi salib Kristus membuktikan bahwa kasih Tuhan selalu lebih besar daripada kelemahan manusia. Tuhan tidak menunggu kita sempurna baru mengasihi kita. Ia lebih dahulu datang mencari dan menyelamatkan kita.

Karena itu, Injil hari ini bukan terutama tentang hukuman, melainkan tentang kasih.
Mungkin hari ini ada yang sedang lelah. Ada keluarga yang sedang retak. Ada orang yang merasa doanya tidak didengar Tuhan.

Ingatlah matahari. Kadang awan menutupi langit, tetapi matahari sebenarnya tetap ada. Begitu juga kasih Tuhan. Kadang hidup terasa gelap, tetapi kasih-Nya tidak pernah padam.

Maka pada Pesta Tritunggal Mahakudus ini, kita diajak bukan hanya memahami Tuhan dengan pikiran, tetapi merasakan-Nya dengan hati. Dan kalau kita sudah disentuh oleh kasih itu, kita juga dipanggil menjadi seperti “matahari kecil” bagi sesama: membawa terang, memberi kehangatan, dan menghadirkan harapan. Sebab dunia hari ini tidak kekurangan orang pintar. Dunia sedang kekurangan kasih.
Kasih yang terlalu.

Robert Bala. Penulis buku: Successful Aging, Sukses di Usia Senja. Penerbit Gramedia Pustaka Utama.

ByWartaNusantara

Bantuan Hewan Kurban Julie Sutrisno Laiskodat Pererat Kebersamaan Warga Nubalema di Adonara

Bantuan Hewan Kurban Julie Sutrisno Laiskodat Pererat Kebersamaan Warga Nubalema di Adonara

ADONARA : WARTA-NUSANTARA.COM—  Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, menyalurkan 12 ekor sapi kurban di daerah pemilihannya, Nusa Tenggara Timur (NTT) I, menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

 

 

 

Bantuan hewan kurban tersebut disalurkan ke sejumlah masjid, yayasan sosial, dan komunitas masyarakat di Pulau Flores, Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau Lembata, hingga Pulau Alor.

Salah satu lokasi penyaluran berada di Desa Nuba Lema (Papulawe), Kecamatan Adonara Tengah, Pulau Adonara. Pembagian daging kurban dilakukan kepada masyarakat usai pelaksanaan Salat Idul Adha pada 27 Mei 2026.

Koordinator Relawan Julie Laiskodat untuk Dapil 3 Adonara Tengah, Rahman Husain, menyampaikan masyarakat menyambut bantuan sapi kurban tersebut dengan antusias.

“Masyarakat sangat antusias menerima bantuan sapi kurban ini. Pembagiannya dilakukan merata sehingga seluruh warga dapat merasakan kebahagiaan Idul Adha,” kata Rahman.

Rahman menilai bantuan tersebut menghadirkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat Adonara meski Julie Laiskodat tidak hadir langsung di lokasi penyaluran.

“Walaupun Bunda Julie tidak hadir langsung di Pulau Adonara, masyarakat tetap merasakan perhatian dan kepeduliannya,” lanjutnya.

Warga Desa Nuba Lema juga menyampaikan apresiasi atas bantuan yang terus diberikan kepada masyarakat setempat. Sebelumnya, warga telah menerima paket sembako Ramadan dan bantuan Idul Fitri.

Salah satu penerima bantuan, Sulaiman Rahman, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat desa.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bunda Julie. Di desa kami sering mendapat bantuan, mulai dari sembako Ramadan, paket Idul Fitri, hingga bantuan sapi kurban seperti sekarang,” kata Sulaiman.

Penyaluran hewan kurban tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mempererat persaudaraan, solidaritas sosial, dan toleransi antarumat beragama di tengah kehidupan masyarakat NTT yang majemuk. ***(Tarwan Stanislaus)

ByWartaNusantara

Bupati Lembata Tegaskan Tidak Tolerir Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Desa Atuwalupang, Polsek Buyasuri Palang Lokasi

Bupati Lembata Tegaskan Tidak Tolerir Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Desa Atuwalupang, Polsek Buyasuri Palang Lokasi

Lewoleba, 21 Mei 2026

LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Bupati Lembata. Kanis Tuaq menegaskan pihaknya tidak mentolerir pihak manapun yang melakukan aktivitas tambang emas Ilegal di Desa Atuwalupang, Kecamatan Buyasuri. Bahkan pihaknya berkoordirnasi menurunkan tim melakukan pantauan lokasi tambang dan memasang plang penghentian aktivitas tambang tersebut.  Artinya, dugaan bahwa Bupati Lembata berada dibelakang tambang emas liar itu sebagaimanana diberitakan media adalah tidak benar.

Rumah Produksi Tambang Emas Ilegal di Desa Atuwalupang, Kecamatan Buyasusi, Kabupaten Lembata. (Foto : Istimewa)

Bupati Lembata, Kanis Tuaq  melalui Akun Facebook tertanggal 22 Mei 2026 menjelaskan, setelah menerima laporan dan memberikan arahan untuk dilakukan pengecekan langsung ke lokasi, diketahui bahwa aktivitas tambang emas ilegal di Desa Atuwalupang, Kecamatan Buyasuri, sudah berlangsung sejak Januari 2026, bahkan dari beberapa sumber yang belakangan kami terima, sudah berlangsung jauh sebelum saya menjabat sebagai Bupati Lembata.

 

Kami tegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lembata tidak akan mentolerir segala bentuk aktivitas tambang ilegal di wilayah ini. Aktivitas tanpa izin harus dihentikan karena melanggar hukum dan berpotensi merusak lingkungan serta akan memicu konflik horizontal apabila terus dipaksakan.

 

Apresiasi kepada aparat Polsek Buyasuri, pemerintah desa, dan Linmas yang telah bergerak cepat menghentikan aktivitas dan memasang papan larangan di lokasi tambang. Kami akan terus melakukan pengawasan dan penertiban secara berkelanjutan agar aktivitas serupa tidak kembali terjadi. ***(WN-01)

 

 

 

ByWartaNusantara

Amrin Lukman: Imam dan Khatib Idul Adha 1447 H di Tanah Lapang SMA Swata PGRI Lewoleba.

Amrin Lukman: Imam dan Khatib Idul Adha 1447 H di Tanah Lapang SMA Swata PGRI Lewoleba

Lewoleba, 27 Mei 2026

LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM—   Panitia Pelaksana Bersama Idul Adha tahun 1447 Hijrilll / 2026 Masehi secara resmi merilis susunan acara lengkap rangkaian ibadah dan kegiatan Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 yang akan berpusat di halaman SMA Swata PGRI Lewoba Kelurahan Lewoleba Timur, Kecamatan Lewoleba. Rangkaian kegiatan ini tidak hanya masjid Babul Hidayah Lamahora, namun menyatukan tiga masjid lainnya untuk bergerak bersama dalam semangat berkorban dan persaudaraan umat Islam. Ketua Panitia menjelaskan bahwa ketiga masjid ini bergabung dalam Zona Timur Lewoleba.

Dalam dokumen susunan acara yang disebarkan, rangkaian kegiatan dimulai dengan pengumpulan uang sholawat yang akan dipandu langsung oleh bilal masjid. Selanjutnya, panitia akan menyampaikan informasi lengkap terkait hewan qurban yang telah disiapkan oleh warga. Sebelum masuk ke inti acara, pihak pengurus masjid juga akan memberikan penjelasan mengenai kaifiat atau tata cara pelaksanaan sholat Idul Adha agar seluruh jamaah dapat mengikuti ibadah dengan benar dan tertib, yang disampaikan oleh pengurus Masjid Babul Hidayah.

Untuk memimpin pelaksanaan sholat Idul Adha tahun ini, panitia telah menunjuk petugas yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang keagamaan. Berikut daftar petugas yang bertindak:

– Imam: Ustadz Amrin Majid, S.Pdi (Imam Masjid Al Muhajirin Bahari)
– Khotib: Ustadz Lukman Sahar, S.E (Ketua Organisasi Dewan Dakwah Indonesia/DDI)
– Bilal: Bapak Harun Ramli atau Bapak Ahmad Abidin

Setelah pelaksanaan sholat Idul Adha selesai, kegiatan dilanjutkan dengan acara ramah tamah antar warga dan pengurus. Momen penting lainnya adalah serah terima uang wajib qurban dari pengurus Masjid Babul Hidayah, Masjid Nur Salam II, serta Masjid Nurul Hidayah kepada pengurus Masjid Ummul Quro’. Prosesi serah terima ini rencananya akan dilaksanakan di lokasi tenda panitia yang telah disiapkan.

Puncak kegiatan sosial keagamaan ini adalah penyembelihan hewan qurban yang akan dilakukan tepat setelah seluruh rangkaian ibadah selesai. Lokasi penyembelihan ditetapkan di halaman samping Masjid Babul Hidayah. Berdasarkan data yang tercatat dalam laporan panitia, jumlah hewan qurban yang telah terkumpul dari kedua masjid adalah sebagai berikut:

Masjid Babul Hidayah:

– Sapi: 1 ekor
– Kambing: 16 ekor

Masjid Ummul Quro:

– Sapi: –
– Kambing: 1 ekor

Total keseluruhan hewan qurban yang akan disembelih dan dibagikan kepada warga yang berhak tahun ini berjumlah 1 ekor sapi dan 17 ekor kambing. Panitia berharap pelaksanaan seluruh rangkaian acara berjalan lancar, aman, dan penuh berkah, serta nilai-nilai pengorbanan dan kepedulian sosial yang menjadi inti dari Hari Raya Idul Adha dapat terwujud sepenuhnya di tengah masyarakat Lamahora dan sekitarnya.

Seluruh warga dan jamaah diimbau untuk hadir lebih awal, mematuhi tata tertib ibadah, serta menjaga ketertiban dan kebersihan selama berlangsungnya kegiatan di lingkungan masjid.

#RAM