• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak
Rabu, Februari 25, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • National
  • Internasional
  • Polkam
  • Hukrim
  • News
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Home
  • National
  • Internasional
  • Polkam
  • Hukrim
  • News
  • Pendidikan
  • Olahraga
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Gubernur NTT Melki Lakalena Targetkan PAD Naik Rp2,8 Triliun

by WartaNusantara
Januari 22, 2026
in Uncategorized
0
Gubernur NTT Melki Lakalena Targetkan PAD Naik Rp2,8 Triliun
0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gubernur Melki Targetkan PAD Naik Rp2,8 Triliun

KUPANG : WARTA-NUSANTARA.COM–  Penyelenggaraan keuangan daerah yang transparan, partisipatif, dan terukur menjadi kunci utama dalam membangun Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini mengemuka dalam acara ‘Dialog Kupang Menyapa’ yang disiarkan RRI Pro 1 Kupang dengan topik “Mengawal Transparansi dan Tata Kelola Keuangan Provinsi NTT”, Rabu (21/01/2026) bertempat di Kantor RRI Kupang, Kelurahan Fontein, Kota Kupang.

Hadir sebagai narasumber dalam dialog tersebut, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi NTT, Kapsari.

Kepala BPKP NTT, Kapsari, menekankan bahwa transparansi bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata dari akuntabilitas publik. Ia menyebutkan tiga aspek krusial dalam tata kelola keuangan : transparansi, partisipasi, dan pengukuran (measurable).

RelatedPosts

Yohanes Leonardo Dara : Rapat 25 Februari Jangan Jadi Panggung Formalitas

Yohanes Leonardo Dara : Rapat 25 Februari Jangan Jadi Panggung Formalitas

Gubernur NTT : Satu Tahun Kepemimpinan adalah Perjuangan

Gubernur NTT : Satu Tahun Kepemimpinan adalah Perjuangan

Load More

Senada dengan hal tersebut, Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menegaskan komitmennya untuk membuka ruang publik sejak tahap pembahasan anggaran.

“Tentu sebagaimana sudah menjadi aturan bahwa dari mulai proses pembahasan itu ruang publik sudah terbuka. Jadi, ketika pembahasan dalam pemerintah, kami mengundang para pihak untuk berdiskusi. Kemudian dibahas dengan DPRD juga sama. Kita diskusikan dengan DPRD juga bisa diakses publik. Dan juga untuk beberapa isu yang mungkin kami duga itu agak sensitif atau takutnya berisiko hukum, itu kami pasti konsultasi juga dengan BPKP, BPK, dan juga mungkin dengan APH, polisi maupun jaksa,” ujar Gubernur Melki.

“Kami ingin agar semua anggaran itu melibatkan partisipasi publik. Kemudian juga, secara administrasi juga dia harus ter-record baik, harus bisa dipertanggungjawabkan. Kemudian di sisi hukum, dia tidak berisiko hukum, atau berpotensi masalah hukum. Dan tentunya juga bagi kami partisipasi publik dan proses politiknya jalan secara paralel,” tambah Gubernur Melki.

Salah satu poin penting yang disampaikan Gubernur Melki adalah upaya NTT untuk lebih mandiri secara finansial. Ia mengungkapkan bahwa ketergantungan pada transfer pusat harus dikurangi dengan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tahun lalu PAD kita mencapai Rp1,297 triliun. Tahun ini, kita targetkan ke angka Rp2,8 triliun,” ujar Gubernur Melki. Menurutnya, dengan PAD yang kuat, pemerintah provinsi memiliki keleluasaan untuk mengeksekusi program-program aspirasi masyarakat yang tidak terakomodasi oleh anggaran pusat yang sudah terkunci peruntukannya.

Menanggapi pertanyaan warga dalam sesi interaktif mengenai peluang produk lokal dalam program pusat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Gubernur Melki menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat lokal. Gubernur Melki menyayangkan saat ini banyak bahan baku seperti telur dan daging masih didatangkan dari luar NTT.

Menurut Gubernur Melki, program pusat seperti MBG, Sekolah Rakyat, dan Rumah Layak Huni, yang masuk ke NTT dengan angka triliunan rupiah mesti benar-benar melibatkan masyarakat bawah. Ia berharap jumlah anggaran untuk program-program strategis nasional membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Terkait kerentanan korupsi, Gubernur Melki mengusung pendekatan unik dengan mendorong para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memiliki jiwa kewirausahaan (birokrat entrepreneur).

“Saya selalu mengatakan bahwa ‘lebih baik kita mendorong potensi-potensi usaha yang selama ini tidur di masyarakat, dan teman-teman ASN bergeraklah ke sana.’ Masih banyak uang yang bisa kita kelola dengan baik di luar sana melalui pola-pola kewirausahaan. Itu mestinya juga menjadi potensi untuk dikerjakan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapsari menyatakan bahwa BPKP akan terus mengawal kebijakan pemerintah daerah melalui Laporan Eksekutif Daerah yang akan dinilai oleh BPKP Pusat. Ia mengapresiasi respons cepat Gubernur Melki yang langsung mengeksekusi rekomendasi perbaikan tata kelola keuangan segera setelah hasil evaluasi diberikan.

Sebagai penutup, Gubernur Melki mengundang seluruh masyarakat untuk memberikan aspirasi melalui jalur komunikasi yang telah disediakan, salah satunya melalui media “Meja Rakyat: Melki-Johni Melayani Rakyat” yang bisa diakses melalui WhatsApp maupun secara tatap muka dengan mendatangi langsung Sekretariat Meja Rakyat di Kantor Gubernur NTT setiap hari kerja.

***(Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT)

Penulis : Mario Lawi
Foto : Andri
Video : Meldo Nailopo – Gerard

WartaNusantara

WartaNusantara

Related Posts

Yohanes Leonardo Dara : Rapat 25 Februari Jangan Jadi Panggung Formalitas
Uncategorized

Yohanes Leonardo Dara : Rapat 25 Februari Jangan Jadi Panggung Formalitas

Yohanes Leonardo Dara : Rapat 25 Februari Jangan Jadi Panggung Formalitas WARTA-NUSANTARA.COM--  Rapat yang digelar Rabu, 25 Februari, di Aula...

Read more
Gubernur NTT : Satu Tahun Kepemimpinan adalah Perjuangan

Gubernur NTT : Satu Tahun Kepemimpinan adalah Perjuangan

Tobby Ndiwa, Serfolus Tegu dan Kapolres Nagekeo Harus Diproses Hukum Terkait Kebocoran Data Intelijen dan Penyebaran Berita Bohong

Tuhan Bersama Kita di Padang Gurun

Tobby Ndiwa, Serfolus Tegu dan Kapolres Nagekeo Harus Diproses Hukum Terkait Kebocoran Data Intelijen dan Penyebaran Berita Bohong

Polda NTT Harus Tindak Penghambat Proyek Pembangunan Waduk Lambo (Catatan untuk Gerombolan Mafia Nagekeo 15)

Gerakan Tanam Padi Serentak Langkah Kolaboratif Perkuat Swasembada Pangan NTT

Gerakan Tanam Padi Serentak Langkah Kolaboratif Perkuat Swasembada Pangan NTT

Uskup Mgr. Yohanes Hans Monteiro : “Sebagai Uskup Bukan Kehendak Saya, Melainkan Panggilan dan Rahmat Allah”

Uskup Mgr. Yohanes Hans Monteiro : “Sebagai Uskup Bukan Kehendak Saya, Melainkan Panggilan dan Rahmat Allah”

Load More
Next Post
Polres Lembata Sukses Bongkar 10 Kasus Pencurian 

Polres Lembata Sukses Bongkar 10 Kasus Pencurian 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ads

Tag

mostbet mostbet UZ Sastra
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak

Copyright @ 2020 Warta-nusantara.com, All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Internasional
  • National

Copyright @ 2020 Warta-nusantara.com, All right reserved

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In