Fransiskus Sales Sodo, Calon Kuat Sekda NTT, Pekan Depan dilantik
KUPANG : WARTA-NUSANTARA.COM– Hingga saat ini, posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) belum diisi pejabat definitif. Posisi strategis dalam lingkup pemerintahan masih dijabat oleh Pelaksana harian (Plh) Sekda, Flouri Rita Wuisan.


Masa jabatan Plh Sekda berlaku paling lama 3 (tiga) bulan, dan dapat diperpanjang maksimal 3 (tiga) bulan lagi. Rita Wuisan resmi menjabat sejak 1 Oktober 2025 dan berakhir 1 Januari 2026. Dan diperpanjang hingga 1 April 2026.

Informasi yang diperoleh Media, Jumat (30/1/2026) menyebutkan bahwa pada awal Januari 2026, Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Otda Kemendagri) telah menerima hasil seleksi Sekda Definitif yang dilakukan Pemprov NTT.
Bahkan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, dikabarkan sudah menandatangani penetapan satu dari tiga nama untuk selanjutnya diserahkan kepada Gubernur NTT untuk dilantik di Kupang.
Ketiga nama tersebut adalah Fransiskus Sales Sodo saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat; Ruth Diana Laiskodat (Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi NTT), Servulus Bobo Riti (Inspektur III pada Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia).
Gubernur NTT Melki Laka Lena sendiri, kepada wartawan pekan lalu sudah menegaskan bahwa proses penetapan Sekda NTT sedang berjalan di Pemerintah Pusat.
“Mudah-mudahan dalam pekan ini selesai supaya awal bulan Februari sudah bisa dilantik,” jelas Melki Laka Lena.
Sedangkan Plh Sekda NTT Flouri Rita Wuisan yang dikonfirmasi victorynews.id melalui pesan WhatsApp pribadinya, membantah informasi yang beredar di tengah publik bahwa pelantikan Sekda akan dilakukan awal Februari 2026. “Informasi itu tidak benar,” kata Rita.
Sekda Termuda
Sementara itu, meskipun belum ada informasi resmi dari Kemendagri dan Pemprov NTT, namun beredar kabar dari Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT bahwa Kemendagri butuh waktu cukup lama untuk mempertimbangkan plus minus dari ketiga nama tersebut.
Dari dua nama yang menguat, yaitu Ruth Diana Laiskodat dan Fransiskus Sales Sodo, disebut-sebut akhirnya nama Fransiskus Sales Sodo yang menjadi calon yang ditetapkan Mendagri.
Hans — nama panggilan Fransiskus Sales Sodo — unggul karena menempati peringkat pertama dalam pelaksanaan seleksi Calon Sekda NTT yang digelar Pansel sejak Desember 2025 silam.
Selain itu, pengalamannya sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Manggarai Barat, dibutuhkan pemerintahan Gubernur Melki Laka Lena dan Wagub Johni Asadoma dalam upaya mengejar target penerimaan PAD 2026 yang mencapai Rp2 triliun.
Sebagai Sekda Kabupaten Mabar, Hans juga dinilai mampu membangun birokrasi yang solid dalam mengimbangi gaya kepemimpinan Gubernur Melki Laka Lena – Wagub Johni Asadoma yang proaktif dan dinamis.
Jika Hans benar-benar ditetapkan dengan dilantik, maka akan alumni Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta dan STPDN Jatinangor angkatan 2000 tersebut, akan menjadi Sekda Provinsi NTT termuda.
Dalam usianya yang baru mencapai 49 tahun, Hans bakal tercatat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi NTT yang ke-14 sepanjang sejarah berdirinya Provinsi NTT sejak tahun 1958.
Kejutan Besar
Diberitakan koran ini sebelumnya, masukknya nama Fransiskus Sales Sodo, menjadi kejutan besar. Karena sebelumnya, sudah santer beredar tiga nama yang bakal lolos tiga besar adalah Servulus, Ruth Diana, dan Kepala Baperinda Pemprov NTT Alfonsus Theodorus.
Servulus Bobo Riti digadang-gadang mewakili calon Eksternal Pemprov NTT, Ruth Diana Laiskodat (keterwakilan perempuan NTT), dan Alfonsus Theodorus mewakili Internal Pemprov NTT.
Servulus memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi di jajaran birokrasi. Baik birokrasi ASN Provinsi NTT maupun di Pusat. Karena Servulus mengawasi karier sebagai ASN Pemprov NTT lalu hijarah ke Pusat tahun 2017.
Sedangkan Ruth Diana, memiliki sepak terjang panjang dan ketegasannya dalam birokrasi Pemprov. Apalagi menempati tiga jabatan eselon IIA (kepala dinas/badan) secara berbeda.
Yaitu Kepala Inspektorat, Kepala Dinas Kesehatan, dan saat ini Kepala Dinas P3AKB Provinsi NTT.
Kejutan Besar
Munculnya nama Fransiskus Sales Sodo, disebut-sebut menjadi kejutan karena sebelumnya, santer beredar rumor bahwa tiga nama yang bakal lolos tiga besar adalah Servulus, Ruth Diana, dan Kepala Baperinda Pemprov NTT Alfonsus Theodorus.
Disebut kejutan karena Fransiskus Sodo berasal dari eksternal lingkup Pemerintah Provinsi, dan usia mantan kepala Bappeda Kabupaten Manggarai Barat ini, masih tergolong sangat muda, yaitu baru berusia 49 tahun.
Bandingkan dengan Alfonsus Theodorus, yang juga masih berusia muda (51 tahun). Dengan pengalaman menjadi Kepala Bapperinda NTT (Dulu Bappeda) mulai Agustus 2023 dan Plt Kadispora NTT (September 2024), Alfonsus dinilai juga sangat layak.
Sementara Servulus digadang-gadang mewakili calon Eksternal Pemprov NTT, dan Ruth Diana mewakili perempuan NTT. Servulus memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi di jajaran birokrasi.
Baik birokrasi ASN Provinsi NTT maupun di Pusat. Karena Servulus mengawasi karier sebagai ASN Pemprov NTT lalu hijarah ke Pusat tahun 2017.
Sedangkan Ruth Diana, memiliki sepak terjang panjang dan ketegasannya dalam birokrasi Pemprov.
Apalagi menempati tiga jabatan eselon IIA (kepala dinas/badan) secara berbeda. Yaitu Kepala Inspektorat, Kepala Dinas Kesehatan, dan saat ini Kepala Dinas P3AKB Provinsi NTT.
Ketua Tim Pansel Sekda NTT, Prof Alo Liliweri, menjelaskan bahwa BKN telah melaksanakan fit and proper test pada 22–23 Desember 2025.
Dari tahapan tersebut, enam peserta dinyatakan MMS (Masih Memenuhi Syarat) untuk diajukan sebagai calon Sekda.
Hasil fit and proper dari BKN itu kemudian dikompilasikan dengan hasil seleksi yang dilakukan Tim Pansel pada 11 hingga 21 Desember. Dari proses tersebut, ditetapkan tiga calon dengan nilai tertinggi.
Berdasarkan hasil kompilasi penilaian kuantitatif dan kualitatif, tiga calon Sekda NTT yang menempati urutan teratas adalah Fransiskus Sales Sodo, Servulus Bobo Riti, serta Ruth Diana Laiskodiat.
Kami menetapkan tiga calon teratas berdasarkan nilai. Selanjutnya, penilaian kualitatif dari Gubernur atau Wakil Gubernur masih dapat dilakukan dalam bentuk lain terhadap tiga calon tersebut,” jelasnya.
Ia juga memastikan bahwa Tim Pansel telah menyerahkan hasil akhir seleksi kepada Gubernur NTT. Hasil diserahkan kepada Pelaksana Harian (Plh) Sekda NTT untuk diteruskan kepada Gubernur. *** (*/VN-WN-01)










