Ribuan Umat Antar RD Yeremias Rianghepat ke Paroki St. Yoseph Boto, Perpisahan Haru Sambut Awal Pelayanan Baru “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan Nyawanya bagi Domba-dombanya.” (Yohanes 10 : 11). Boto, Sabtu 4 Juli 2026 LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Ribuan umat mengantar RD. Yeremias Rianghepat menuju tempat perutusan barunya di Paroki St. Yoseph Boto, Dekenat Lembata/Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Sabtu (4/7/2026). Suasana haru dan sukacita mewarnai prosesi yang menjadi simbol kasih umat kepada imam yang selama ini menggembalakan Paroki Santa Maria Ratu Damai Mingar. Perjalanan tersebut bukan sekadar perpindahan tugas seorang imam, melainkan momentum yang memperlihatkan eratnya ikatan antara gembala dan umat. Iring-iringan puluhan kendaraan roda dua dan roda empat bergerak perlahan dari Mingar menuju Boto, diikuti ribuan umat yang ingin mengantar pastor mereka hingga ke tempat pelayanan yang baru. Di sepanjang perjalanan, tampak wajah-wajah umat yang memancarkan rasa syukur sekaligus kehilangan. Mereka melepas seorang gembala yang telah mendampingi kehidupan iman umat, namun juga meyakini bahwa setiap perutusan merupakan bagian dari karya Allah yang harus diterima dengan iman dan sukacita. Prosesi penghantaran turut diikuti keluarga besar SMAN 1 Nagawutung. Kepala sekolah, para guru, tenaga kependidikan, dan para siswa hadir memberikan penghormatan kepada RD. Yeremias yang selama ini juga berperan dalam pembinaan rohani di lingkungan sekolah. Kehadiran Drumband SMAN 1 Nagawutung menjadi daya tarik tersendiri. Alunan musik yang mengiringi rombongan sejak dari Mingar hingga memasuki wilayah Boto menghadirkan suasana meriah sekaligus khidmat, seolah menjadi irama sukacita yang mengantar seorang pelayan Tuhan menuju ladang pelayanan yang baru. Sesampainya di Paroki St. Yoseph Boto, rombongan disambut ratusan umat yang telah menanti di halaman gereja. Penyambutan berlangsung meriah melalui tarian persembahan anak-anak SEKAMI, prosesi adat Lamaholot, serta sapaan penuh persaudaraan yang menandai diterimanya RD. Yeremias sebagai gembala baru. Prosesi adat tersebut menjadi simbol bahwa imam yang datang bukan hanya diterima sebagai pemimpin rohani, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Lamaholot yang akan hidup dan melayani bersama umat. Umat Mingar Sampaikan Terima Kasih Ketua Dewan Paroki Santa Maria Ratu Damai Mingar, David Kobu Kalang, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan ketulusan RD. Yeremias selama menjalankan pelayanan pastoral di paroki tersebut. Menurutnya, kehadiran RD. Yeremias tidak hanya dirasakan melalui pelayanan liturgi, tetapi juga melalui kedekatan sebagai seorang bapak, sahabat, dan pembimbing umat. “Hari ini kami memang melepas Pastor Yeremias secara fisik, tetapi kami tidak pernah melepas semua jejak kebaikan yang telah Bapa tanamkan di hati umat. Terima kasih atas kesederhanaan, ketulusan, dan semangat pelayanan yang telah menghidupkan iman kami. Kami percaya, di mana pun Bapa diutus, Bapa akan tetap menjadi berkat bagi umat,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh umat untuk terus mendoakan RD. Yeremias agar senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam menjalankan pelayanan di tempat yang baru. Sambutan Hangat Umat Paroki Boto Sementara itu, Ketua Dewan Paroki St. Yoseph Boto, Hipolitus Way Baon menyampaikan ucapan selamat datang kepada RD. Yeremias Rianghepat. Ia menegaskan kesiapan seluruh umat untuk membangun kehidupan menggereja bersama gembala baru mereka. “Kami menyambut Pastor Yeremias dengan hati yang terbuka. Pastor bukan datang sebagai orang asing, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar Paroki St. Yoseph Boto. Kami percaya Tuhan telah mengutus seorang gembala yang akan berjalan bersama kami dalam membangun kehidupan menggereja yang semakin hidup,” katanya. Ia berharap kolaborasi antara pastor dan umat semakin memperkuat semangat pelayanan demi mewujudkan Gereja yang semakin hadir di tengah masyarakat. RD. Yeremias: Saya Datang untuk Berjalan Bersama Umat Dalam sambutannya, RD. Yeremias Rianghepat mengaku sangat terharu melihat besarnya kasih umat yang mengiringi perjalanan pelayanannya. Ia menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan sekaligus terima kasih kepada seluruh umat Paroki Santa Maria Ratu Damai Mingar yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan imamatnya. “Saya sungguh terharu melihat kasih yang begitu besar dari umat. Semua pengalaman, kebersamaan, doa, dan pelayanan selama di Mingar akan selalu saya simpan sebagai kenangan indah dalam perjalanan hidup dan panggilan saya sebagai imam,” tuturnya. Ia mengajak umat Mingar untuk terus menjaga persaudaraan, semangat pelayanan, dan kesatuan Gereja meski dirinya kini mendapat tugas baru. Kepada umat Paroki St. Yoseph Boto, RD. Yeremias menegaskan komitmennya untuk membangun pelayanan yang berlandaskan semangat mendengarkan, bekerja sama, dan berjalan bersama umat. “Saya datang bukan membawa segala jawaban, tetapi membawa hati seorang pelayan. Saya ingin berjalan bersama umat, mendengarkan, belajar, dan bersama-sama membangun Gereja yang semakin hidup. Di mana Tuhan mengutus saya, di sanalah saya berusaha memberikan diri seutuhnya untuk melayani.” Menutup sambutannya, ia memohon dukungan doa seluruh umat agar mampu menjalankan amanah pelayanan dengan setia. “Saya percaya pelayanan seorang imam tidak pernah berjalan sendiri. Saya membutuhkan doa, dukungan, dan kerja sama seluruh umat. Mari kita bersama-sama menghadirkan Gereja yang menjadi rumah bagi semua orang dan menjadi tanda kasih Kristus di tengah dunia.” Tanda Gereja yang Terus Bertumbuh Perutusan RD. Yeremias Rianghepat dari Paroki Santa Maria Ratu Damai Mingar menuju Paroki St. Yoseph Boto menjadi gambaran nyata dinamika Gereja yang terus hidup melalui semangat perutusan. Air mata yang mengiringi perpisahan berpadu dengan sukacita menyambut harapan baru. Dentuman drumband, iring-iringan ribuan umat, prosesi adat Lamaholot, hingga sambutan hangat masyarakat Boto menjadi saksi bahwa kasih seorang gembala dan cinta umat tidak dibatasi oleh wilayah pelayanan. Seorang imam dapat berpindah tempat tugas, tetapi keteladanan, pelayanan, dan kasih yang telah ditanamkan akan tetap hidup dalam hati umat yang pernah digembalakannya. Kini, lembaran baru pelayanan dimulai di Paroki St. Yoseph Boto. Bersama umat yang telah membuka pintu hati untuk menerimanya, RD. Yeremias Rianghepat memulai pengabdian baru dengan harapan agar Gereja semakin menjadi rumah bagi semua orang, tempat kasih Kristus diwartakan dan persaudaraan terus bertumbuh di tengah masyarakat. “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.” (Yohanes 10:11). ***(GlobalIndoNews/WN-01) Post Views: 72 Navigasi pos Jalan Allah