Dominikus Bala Karang, Jurnalis Pejuang Lingkungan Telah Pergi Menghadap Sang Pemberi Kehidupan LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Bukan saja keluarga dan publik Lembata merasa kehilangan putra terbaik. Namun teristimewa Forum Jurnalis Lembata (FJL), sebuah forum peguyuban para Wartawan Lembata sungguh merasa kehilangan seorang rekan Jurnalis, Dominikus Bala Karang. Betapa tidak. Kepergian sang Jurnalis itu sangat mendadak menyahuti panggilan Allah, Tuhan Sang Pemberi kehidupan. Ia pergi untuk selama-lamanya. Jurnalis Pejuang Lingkungan, Penulis Kebenaran itu telah tiada. Dominikus Bala Karang, Jurnalis belia, anak muda yang energik dan ramah. Merupakan anak sulung, Putra tunggal dari lima bersaudara itu lahir di Lewoleba, Kabupaten Lembata, 3 Maret 1994 dan berpulang pada Sabtu, 1 Agustus 2026 dalam usia 32 tahun. Lahir dari pasangan, Ayah , Alexander Tobe Karang dan Ibu, Aplonia Ona Tien (almahrumah). Pendidikan Saudara kekasih Dominikus Bala Karang menghabiskan masa kecil dan pendidikan di Kota Lewoleba. Tahun 2006, ia tamat SDK 2 Lewoleba, melanjutkan ke SMP Negeri 1 Nubatukan dan lulus tahun 2009. Pendidikan SMAN 1 Nubatukan (Smansa) diselesaikannya tahun 2012. Ia lanjutkan pendidikan tinggi pada Universitas PGRI di Kupang, namun saat semester 7 tahun 2017, mimpi itu terhenti terkait legalitas kampus tempatnya belajar yang jadi polemik saat itu. Pengalaman Organisasi dan Karya Sosial Berhentinya kuliah tak membuat Domi menyerah soal belajar. Ia memilih bergabung dan belajar dari berbagai interaksi dengan organisasi di Kupang. Sejak tahun 2017-2021, Domi bergabung bersama Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) NTT di Kupang sebagai Staf Bidang Media dan Publikasi. Dari situlah, daya juang, sikap kritis dan darah seni yang mengalir di tubuhnya tumbuh bersama. Bersama Walhi NTT, Domi banyak terlibat dalam investigasi dan advokasi persoalan publik utamanya berkaitan dengan keadilan bagi kaum marginal dan persoalan lingkungan. Namanya tercatat sebagai anggota Dewan Pengawas Nasional, SPF, Solidaritas Perempuan Flobamoratas periode 2025-2027. Dunia aktivis dan jurnalis membentuknya. Lama berkecimpung di Kota Kupang, Domi lalu putuskan kembali ke Lewoleba, tanah kelahirannya tahun 2019. Masih tetap beraktivis bersama Walhi NTT dan mulai berkarier menulis lebih luas. Hingga hari ini, Domi menjadi jurnalis tetap media NTTexpress.com. Bersamaan dengan itu, Domi masuk menjadi bagian dari Keluarga Besar Forum Jurnalis Lembata hingga hari ini. Tahun 2023 menjadi kontributor pada Project MultaTuli, sebuah platform media yang berfokus pada liputan investigasi dan laporan mendalam. Salah satu karya jurnalistiknya berjudul: “Dua Tahun Badai Seroja: Perempuan Adat Lamaholot Terpisah dari Tanah Leluhur dan Terancam Bencana.” Dalam advokasi, ia banyak terlibat dalam forum-forum perjuangan termasuk menjadi Koordinator Frontal, sebuah forum masyarakat Lembata untuk isu ketidakadilan pembangunan dan kerusakan lingkungan di Lembata sejak tahun 2025. Hidup Bersama Dunia Musik Dominikus Karang, bagi Musisi Lembata sudah dikenal sejak ia masih SMA. DI usia belia, ia sudah bergabung dalam grup-group music, dengan gitar adalah salah alat yang paling sering dimainkannya. Ia bermusik di mana saja. Ia terlibat dalam konser jalananan saat galang donasi pasca erupsi Ile Lewotolok dan Badai Seroja di Lembata. Dari bakat musik, daya kritis dan kepekaan sosial hingga kemampuan menulis mendalam, Domi hadir dan memberi diri untuk banyak orang. Ia masih cukup muda tetapi produktif dalam karyanya. Riwayat Sakit Hingga Berpulang Jumat pagi, 31 Juli 2026, Domi mulai batuk ringan awalnya. Saat batuk terasa makin berat hingga malam, ia lalu membeli obat dari apotik. Sekitar pukul 21.00 WITA, ia meminta salah seorang adik perempuannya menggosok tubuhnya dengan minyak serta memberikan air hangat karena kondisi tubuhnya yang mulai terasa tidak nyaman. Menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.30 WITA, Domi mengeluh sesak napas. Sabtu dini hari, 1 Agustus 2026 sekitar pukul 01.00 WITA, ia masih sempat mengonsumsi obat. Jelang pagi sekitar pukul 05.00 WITA, ia bangun untuk mencari air hangat lalu kembali berbaring. Namun sekitar pukul 07.00 WITA, saat dalam posisi berdiri, Almarhum tiba-tiba terjatuh akibat mengalami sesak napas yang semakin berat. Keluarga segera menghantarnya ke Rumah Sakit Damian. Tim medis melakukan upaya pertolongan, termasuk tindakan resusitasi jantung paru (CPR). Namun, Tuhan berkehendak lain. Almarhum dinyatakan meninggal dunia pada pukul 07.22 WITA, Sabtu, 1 Agustus 2026. Domi telah berpulang saat usianya masih muda. 32 Tahun, 4 bulan dan 29 hari. Catatan Akhir Almarhum Dominikus Bala Karang meninggalkan jejak bermakna bagi orang tua dan keluarga. Dunia Gerakan Sosial Kemanusiaan dan Lingkungan di Lembata dan NTT kehilangan aktivis muda energik. Forum Jurnalis Lembata kehilangan kader jurnalis berbakat yang masih sangat belia. Saat Kabar Duka ini tersebar, Pemimpin Redaksi Media NTTexpress, tempat almarhum berkarya menulis tentangnya. “Penulis dan Suara yang tak pernah Bungkam untuk Bumi NTT” Bagi siapa pun yang mengenalnya, nama Dominikus Karang selalu identik dengan dua hal: tulisan yang tajam namun beradab, dan kepedulian yang tak kenal lelah terhadap alam NTT. Selama bertahun-tahun, melalui kolom dan berita di NTT Express, ia tak pernah lelah mengangkat isu-isu yang sering kali diabaikan. Ia tidak hanya melaporkan berita; ia menyuarakan kebenaran. Sorotan tajamnya kerap tertuju pada pengelolaan sumber daya alam, khususnya aktivitas pertambangan yang sering kali menimbulkan dampak buruk bagi warga dan merusak wajah bumi kita. Bagi Dominikus, jurnalisme bukan sekadar pekerjaan mencari nafkah. Ia menjadikan pena dan kertas sebagai senjata untuk membela yang lemah dan menjaga agar alam NTT tidak diambil paksa tanpa tanggung jawab. Bersahaja, Berdedikasi serta Peduli Sesama dan Lingkungan. Terima kasih Anak, Kakak, Sahabat, Reu Dominikus Bala Karang. Teruslah menulis kritis dan beradab, dari Alam Keabadian. Selamat berpisah, Dominikus Bala Karang, Penulis Kebenaran Pejuang Lingkungan. Beristirahatlah dalam damai bersama Tuhan. ***(FJL/Karolus Kia Burin) Post Views: 28 Navigasi pos Kontingen Pramuka Penggalang Madrasah Kabupaten Lembata Dilepas, Siap Ukir Prestasi di Jamda X NTT