Uskup Larantuka Mgr. Hans Monteiro Ajak Umat Jaga Kekhusukan Semana Santa 2026
Uskup Larantuka Mgr. Hans Monteiro Ajak Umat Jaga Kekhusukan Semana Santa 2026. Foto: Istimewa.
LARANTUKA : WARTA-NUSANTARA.COM– Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, mengajak seluruh umat dan peziarah untuk menjaga kekhusukan dalam rangkaian Prosesi Semana Santa di Larantuka. Ajakan tersebut disampaikan usai misa pemberkatan minyak suci dan pembaruan janji imamat, Kamis (02/04/2026). Dalam pesannya, Uskup menekankan pentingnya persatuan iman dalam perayaan Tri Hari Suci Paskah.


“Marilah kita menjaga Semana Santa sebagai satu tubuh, satu roh, satu harapan, karena kita hidup dari Yesus Kristus yang menderita sengsara dan wafat di salib serta memberikan kehidupan baru melalui kebangkitan-Nya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa makna penderitaan dan wafat Yesus Kristus di salib menjadi dasar harapan akan kebangkitan dan kehidupan baru bagi umat manusia. Dari peristiwa salib, umat diajak untuk terus dikuatkan dalam iman dan berjalan menuju kehidupan paripurna di Kerajaan Allah.



“Dari salib itulah lahir kebangkitan. Tuhan menghembuskan roh kehidupan baru bagi kita semua, untuk dikuatkan dan berjalan dalam satu harapan menuju kehidupan yang akan digenapi nanti,” tambahnya.
Di sela rangkaian perayaan Semana Santa, Uskup juga menyampaikan doa khusus bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang melanda wilayah Manado.
Dalam intensi misa, umat Keuskupan Larantuka turut mendoakan agar para korban diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut.



“Kita juga mendoakan saudara-saudara kita yang dilanda gempa bumi. Semoga Kristus memberikan kekuatan bagi mereka yang sedang mengalami bencana,” ungkapnya.
Perayaan Semana Santa di Larantuka sendiri merupakan tradisi religius tahunan yang selalu menarik ribuan peziarah dari berbagai daerah, sehingga kekhusyukan dan ketertiban menjadi hal yang terus ditekankan oleh pihak Gereja.***
Ribuan Peziarah Semana Santa Ikuti Prosesi Cium Tuan Ma dan Tuan Ana di Larantuka

Sesuai Liturgi Gereja, pra Paskah di dahului dengan masa puasa, atau pekan-pekan suci.
Orang Larantuka menamakan pekan-pekan itu Semana Santa. sementara hari Kamis Putih, persiapan di gereja dan kapela Tuan Ma dan Tuan Ana, serta jalan raya yang sebelumnya ada persiapan untuk Tikam Turo (Tonggak) untuk Lilin-lilin yang akan dinyalakan.
Kegiatan untuk mendirikan armida pun dapat dimulai. Pada Kamis Putih pagi atau siang upacara Muda Tuan, Buka Pintu Tuan Ma di laksanakan.



Pantauan media, Raja Larantuka, Don Andreas Martinus Diaz Viera de Godinho (DVG) membuka pintu Kapela Tuan Ma. Sementara Suku Ama Kelen Bulan Terang De Rosary, mereka diberi kuasa untuk buka kunci Kapel Tuan Ana.
Para peziarah dengan jumlah ribuan terpantau membanjiri pelataran luar kapela, Kamis, 2 April 2026 pagi hingga malam. Pembukaan pintu kapela dalam masa tri hari suci itu menjadi momentum yang dinantikan umat dan para peziarah.
Mereka mengantre berjam-jam demi bisa mencium kaki dua patung sakral yang diarak dalam prosesi Jumat Agung itu.
Sebelum pintu kapela dibuka pemimpin 13 suku semana, Raja Don DVG terlebih dahulu memohon ijin dan restu Tuan Ma (Bunda Maria) untuk mendengarkan curahan hati umat yang datang mengikuti tradisi Semana Santa.
Sebelumnya upacara Muda Tuan dimana peti kemas selama setahun tertutup kini dibuka oleh petugas Conferia, arca Mater Dolorosa dibersihkan dan dimandikan, kemudian dilengkapi dengan busana perkabungan, sehelai mantel yang berwarna hitam.
Upacara buka pintu kapela atau Gereja Tuan Ma dilakukan Raja Larantuka berketurunan DVG. Setelah dibuka, peziarah dapat melakukan doa dan mencium Patung Tuan Ma.
Untuk diketahui, Upacara berlanjut di malam hari di Gereja dengan upacara ekaristi dan pembasuhan kaki.
Dilanjutkan dengan Adorasi di depan Sakramen Maha Kudus. Biasanya setiap kelompok mendapat giliran berdoa dan berlanjut sampai Jumat Besar pagi .*** (*/WN-01)











