Buku Melki-Jhoni :Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT,  “Asa dan Rasa” Resmi Diluncurkan

Buku Melki-Jhoni :Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT,  “Asa dan Rasa” Resmi Diluncurkan

 

KUPANG : WARTA-NUSANTARA.COM–  Buku “Asa dan Rasa: Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT” menjadi cermin penting dalam membaca perjalanan awal pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menyoroti keseimbangan antara harapan dan realitas di lapangan. Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menegaskan bahwa refleksi tersebut menjadi bagian penting dalam mengevaluasi arah pembangunan ke depan.

 

 

“Ini bukan sekadar laporan kinerja, tetapi refleksi jujur antara harapan yang dititipkan rakyat dan kenyataan yang mereka rasakan,” ujarnya di Aula Utama El Tari Kupang pada Kamis, 9/4/2026.

Dalam buku tersebut, “asa” dimaknai sebagai harapan besar masyarakat terhadap perubahan dan kemajuan daerah. Sementara “rasa” menggambarkan pengalaman nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Oplus_16908288

Menurut Johni, perpaduan keduanya menjadi dasar penting dalam menilai keberhasilan maupun kekurangan program pembangunan. “Harapan dan realitas harus berjalan beriringan. Dari situlah kita bisa melihat apa yang sudah dicapai dan apa yang masih perlu diperbaiki,” jelasnya.

Satu tahun pemerintahan, lanjutnya, masih berada pada tahap awal yang berfokus pada pembangunan fondasi. Meski sejumlah kemajuan mulai terlihat, seperti peningkatan layanan publik di sektor kesehatan, pendidikan, dan birokrasi, tantangan besar masih membayangi.

“Kualitas dan kesinambungan pembangunan akan sangat menentukan masa depan NTT,” tegas Johni. Editor buku, Rudi Rohi, menyebutkan bahwa refleksi ini tidak hanya berisi capaian, tetapi juga kritik dan catatan penting dari masyarakat. “Buku ini memuat suara dari berbagai lapisan, termasuk persoalan sosial dan pembangunan yang belum merata,” ungkapnya.

Menurutnya, pendekatan ini penting agar kebijakan pemerintah tetap berpijak pada kondisi nyata di lapangan. Peluncuran buku ini juga menjadi ajakan terbuka bagi masyarakat untuk terus terlibat dalam pembangunan daerah.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Partisipasi publik sangat penting agar pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Johni. Demikian Refleksi harapan dan realitas yang tertuang dalam buku ini diharapkan menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat, inklusif, dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. ***(WN-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *