Pemakaman Kakanmenhaj Lembata di Lama Au-Ile Ape Timur, Penuh Isak Tangis

Pemakaman Kakanmenhaj Lembata di Lama Au-Ile Ape Timur, Penuh Isak Tangis

LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM–— Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, berduka cita. Sadikin Arkian, S.Ag., Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kakanmenhaj) Kabupaten Lembata yang pertama, menghembuskan napas terakhir pada Senin, 11 Mei 2026, sekitar pukul 19.17 WIB di Hotel Swet Bell, Surabaya, Jawa Timur. Almarhum meninggal dunia saat sedang menjalankan tugas negara mendampingi rombongan calon jemaah haji asal Lembata. Kepergiannya yang mendadak menjadi kejutan besar karena sebelumnya kondisi kesehatannya terpantau baik, hanya sempat mengeluhkan batuk ringan.

Sadikin Arkian lahir di Kolipadan pada 27 Maret 1975. Ia memulai karier di Kementerian Agama sebagai CPNS pada 1 Desember 2003 dan diangkat menjadi PNS pada 2005. Selama lebih dari satu dekade, ia mengabdi sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di berbagai kecamatan di Kabupaten Ende. Pada 2018, ia dimutasi ke Kabupaten Lembata dan menjabat Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam. Kemudian pada 2021 menjadi Penyelenggara Haji dan Umroh, hingga puncak kariernya pada awal 2026 ketika dilantik sebagai Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Lembata yang pertama. Pangkat terakhirnya adalah Penata Tingkat I, Golongan III-d.

Prosesi Pemakaman Kedinasan.
Al-marhum disemayamkan di Desa Lama Au, Ile Ape Timur, Lembata, pada Rabu, 13 Mei 2026. Pemakaman kedinasan berlangsung pukul 16.00 WITA di Desa Lama Au, Kecamatan Ile Ape Timur, dan dihadiri ratusan pelayat, keluarga besar Kementerian Agama Lembata, Kemenhaj Lembata, pejabat daerah, DRRD Lembata dan tokoh agama, serta masyarakat.

Bupati Lembata yang berhalangan hadir menyampaikan belasungkawa mendalam melalui Kakanmenag Lembata, H. Jamaludin Malik, S.Ag. Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah dan rekan kerja mengenang almarhum sebagai sosok yang ramah, santun, berdedikasi tinggi, dan selalu mengutamakan pelayanan terbaik. “Beliau ibarat lilin kecil yang terus menyala, memberi cahaya kebaikan untuk banyak orang. Kebaikan dan pengabdiannya tidak akan kami lupakan,” dibacakan salah seorang panitia pamakaman prosesi pemakaman.

Sadikin Arkian meninggalkan seorang istri tercinta, Ibu Darmawati, serta empat orang anak: Nur Hasina Saddiq, Nur Ramadhani, Ahmad Alhamdul Mujahid, dan Muhammad Ali Muhammad. Keluarga berdomisili di Desa Riangbau, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata.

Dalam suasana bergabung yang penuh haru, Ibu Darmawati menyampaikan ucapan perpisahan yang penuh kesedihan, memohon doa kekuatan bagi dirinya dan anak-anaknya. Doa bersama dipanjatkan agar almarhum husnul khatimah, segala dosanya diampuni, dan amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT.

Pesan perpisahan dalam tutur Lamahot yang penuh haru akan kepergian al-marhum yang dikutip ulang awak media. Dalam keheningan pemakaman yang penuh tangis, keluarga dan kerabat yang hadir dalam kedukaan yang dalam “Mo maik we aba?, alap teti nabe serah soron tai marin tabe aku… Ama Sadikin pana maan sare sare mai kerung alapen teti, ele aku te pelate kirin aku tegarara pana peken kame di bedela.” (Mengapa engkau pergi, meninggalkan kami yang masih membutuhkanmu… Bapak Sadikin pergi begitu saja, membuat kami hancur dan sepi, seolah tubuh kami terbelah dua karena kehilangan.)

Semoga kepergian Sadikin Arkian menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Selamat jalan, Abdi Negara yang tulus. Jasa dan keteladananmu akan selalu dikenang masyarakat Lembata.

Kami Redaksi pun menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas kepergian almarhum Bapak Sadikin Arkian, S.Ag. Al-Fatihah.

***(Lapoan Rifai Mukin/#RAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *