Jadilah lilin dan bekicot: Pesan Haru Kepala Sekolah SD Negeri Normal Kecamatan Buyasuri Kabupaten Lembata di Detik-Detik Pelepasan Jabatan LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Suasana haru menyelimuti acara serah terima jabatan Kepala Sekolah SDN Normal Marselina Magal, Sabtu (30/5/2026). Setelah mengabdi selama 4 tahun 6 bulan, sejak Nov 2021 – Mei 2026), sosok pemimpin pendidikan ini meninggalkan dua pesan filosofis yang menggugah hati seluruh hadirin, turut hadir Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata Petrus Liwam, Kepala Desa Normal dan Normal 1, Pengawas Sekolah SD/SMP, Pengawas Sekolah Pendidikan Agama Islam, tokoh masyarkat, pemerhati pendidikan hingga para orang tua wali. Dalam sambutannya yang penuh keikhlasan, Marselina tidak hanya meminta maaf atas segala kekurangan, tetapi juga menitipkan “Dua Filosofi Hidup” yang menjadi warisan pusaka bagi sekolah. Kepala SD Negeri Normal yang akan ditinggal pergi. Lebih lanjut Marselina dengan menarik nafas yang dalam, sebelum melanjutkan sambutan, dia berpesan “Jadilah lilin yang membakar diri sendiri untuk menerangi orang lain.” Dia sesaat lagi akan menjadi mantan ini menekankan ini adalah sebuah pengingat bahwa mendidik adalah tentang pengorbanan tulus demi masa depan anak didik. Dia masih berdiri kokoh di hadapan orang tua, tamu undangan, murid-muridnya tercinta dan para guru SD Negeri Normal. Pesan kedua katanya “Jadilah Bekicot saat meninggalkan tempatnya, ada bekas-bekas yang perlu diikuti atau ditiru.” Dia menegaskan maknanya adalah siapapun yang menjadi pemimpin seyogiyanya harus meninggalkan jejak kebaikan dan teladan yang bisa diteruskan oleh penerusnya juga ukirlah karyamu dengan Prestasi, loyalitas dan amanah jangan diabaikan. Sementara itu perwakilan orang tua murid, Ketua Komite SD Negeri Normal Sukimin menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada kepala SD Negeri Normal, Marselinaa. yang telah menghabiskan masa tugasnya di sini. Sukimin pun memberikan apresiasi mendalam “Jangan ajarkan anak untuk sekadar bermimpi, tapi arahkan mereka untuk menaklukkan arti mimpi itu. Setiap lelah dan sabar Ibu Kepala SD Negeri adalah investasi berharga bagi generasi Desa Normal, bahkan agama dan bangsa.” Ketua komite SD Negeri Normal berharap momen ini sebagai refleksi kita semua, terutama akademik dan pangku pendidikan di Desa Normal dan Normal 1. Selain itu dia meminta pemimpin baru dapat merangkul aspirasi guru dan masyarakat Desa Normal untuk membawa SDN Normal menjadi lembaga yang lebih terdepan. Pada bagian lainnya Kepala SD Negeri Plh Lukman Awaq menyampaikan permohonan bahwa dalam masa jabatan Plh jangan biarkan saya jalan sendiri, karena tanpa dukungan Bapak/Ibu sekalian, saya tidak mampu menjalankan tugas dengan baik. Lukman memohon agar kita yang hadir dapat memaaf ibu Marselina, jika ada kata dan laku yang kurang berkenan,” ucapnya dengan nada rendah hati. Kepala Desa Normal Abdullah dalam sambutannya pun meminta maaf atas pelayanan pemerintahan Desa Normal selama ibu Kepala SD Negeri Normal berada di sini. Abdullah menyanjungi dan segala usaha dan pergaulan kita dapat saling memaafkan. Sebelum menutup sambuatannya meminta Plh Lukman Awaq lebih banyak belajar, karena hakekatnya belajar itu memenangkan diri sendiri. Semoga estafet kepemimpinan ini membawa berkah dan kemajuan bagi pendidikan di Desa Normal dan Norma 1 tandasnya. #RAM Post Views: 19 Navigasi pos Pembangunan Sekolah Rakyat Pertama di NTT Capai 75 Persen, Mensos Gus Ipul Target Dibuka Juli