Senyum Warga Desa Dulir Lembata Sambut Cahaya Listrik PLN, Mimpi Bertahun Jadi Nyata Dulir 11 Juni 2026 LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Suasana haru dan bahagia menyelimuti Desa Dulir, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, pada Kamis (11/6). Setelah sekian lama mendambakan penerangan yang layak, masyarakat di salah satu wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Nusa Tenggara Timur ini akhirnya resmi menikmati aliran listrik 24 jam dari PT PLN (Persero). Kepastian ini ditandai dengan keberhasilan uji coba fungsi (commissioning test) dan penyalaan perdana oleh PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Flores. Perjuangan PLN membawa tiang dan membentangkan kabel ke desa ini bukanlah perkara mudah. PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 6,53 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 1,66 kms, serta menyiagakan 1 unit gardu distribusi berkapasitas 50 kVA. Perjuangan fisik tersebut kini membuahkan hasil nyata, siap menerangi 61 rumah keluarga dan 5 fasilitas umum penting, termasuk Gereja, PAUD, SD, Kantor Desa, serta Puskesmas Pembantu (Pustu). General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, mengungkapkan bahwa setiap jengkel infrastruktur yang dibangun di pelosok NTT adalah komitmen nyata dalam mewujudkan keadilan energi. “Bagi kami di PLN, kebahagiaan terbesar adalah saat melihat lampu-lampu mulai menyala di rumah warga yang sebelumnya gelap gulita. Kehadiran listrik di Desa Dulir ini adalah perwujudan energi berkeadilan. Harapan kami, hadirnya listrik di kampung tersebut akan menyinari dan membawa harapan baru bagi masyarakat, memicu geliat ekonomi lokal, serta memastikan anak-anak kita di pedalaman Lembata memiliki fasilitas belajar yang sama baiknya dengan di perkotaan,” tegas F. Eko Sulistyono. Sementara itu, Manager UP2K Flores, Reza Eka, menambahkan bahwa momentum penyalaan ini adalah gerbang awal dari transformasi sosial dan ekonomi bagi masyarakat Desa Dulir. “Bagi sebagian orang, menekan saklar lampu adalah hal biasa. Namun di Desa Dulir, setiap kedipan lampu yang menyala adalah simbol perubahan besar. Layanan kesehatan kini bisa lebih optimal, administrasi desa lebih cepat, dan malam hari kini menjadi lebih hidup dan produktif,” jelas Reza. Apresiasi mendalam dan rasa haru tak mampu disembunyikan oleh Kepala Desa Dulir, Yermias K. Koli Malon. Ia menyebut hari penyalaan listrik ini sebagai hari bersejarah bagi desanya. “Atas nama Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Desa Dulir, saya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan PT PLN (Persero). Terima kasih karena tidak melupakan kami yang berada di pelosok ini. Para petugas PLN telah bekerja keras menembus segala tantangan demi membawa terang ke desa kami,” tutur Yermias dengan penuh rasa syukur. Yermias menambahkan, dengan hadirnya listrik, masyarakat Desa Dulir kini menatap masa depan dengan lebih optimis. Sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi rumah tangga diyakini akan mengalami lompatan kualitas yang signifikan. Langkah nyata PLN dalam melistriki Desa Dulir menjadi bagian dari misi besar meningkatkan rasio elektrifikasi di bumi Flobamora. Mengusung semangat “Kerja Nyata, Terangi Negeri Tuntaskan”, PLN berkomitmen untuk terus bergerak, menembus batas-batas geografis demi mengalirkan energi yang menggerakkan kehidupan dan memajukan bangsa. ***(FN/WN-01) Post Views: 18 Navigasi pos Pemkab Lembata Raih Lagi Opini WTP Untuk Keenam Kalinya