Dari Altar ke Ladang: Bupati Lembata Ajak Umat Kolilerek Perkuat Iman dan Tingkatkan Produksi Kolilerek, 12 Juni 2026 LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata, Ny. Ursula Bayo Tuaq, menghadiri acara pemberkatan Gereja Stasi St. Petrus Kolilerek yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Jumat (12/6/2026). Perayaan iman yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Sekretaris Keuskupan Larantuka, Romo Deken Kabupaten Lembata, Romo Blas Kleden, Camat Atadei, Marianus Demoor, Kepala Desa, serta ratusan umat dari Stasi St. Petrus Kolilerek dan wilayah sekitarnya. Dalam homilinya, Mgr. Yohanes Hans Monteiro mengungkapkan rasa syukur atas selesainya pembangunan rumah ibadah tersebut yang terwujud berkat kerja sama, dukungan, dan uluran tangan banyak pihak. Menurut Uskup, pemberkatan gereja ini merupakan tanda nyata kehadiran Allah bagi umat yang sederhana. Meski jumlah umat di Stasi St. Petrus Kolilerek relatif kecil, sekitar 700 jiwa, namun kasih dan penyertaan Tuhan tetap dinyatakan secara nyata di tengah kehidupan mereka. “Peristiwa ini menjadi bukti bahwa Allah menyatakan diri-Nya kepada umat yang sederhana dan rendah hati. Misteri kehidupan bersama Allah sering kali tersembunyi bagi mereka yang merasa pandai, namun dinyatakan kepada mereka yang membuka hati dengan tulus,” ungkapnya. Momentum pemberkatan gereja tersebut juga bertepatan dengan perayaan Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus, setelah umat Katolik sebelumnya merayakan rangkaian masa Paskah hingga Hari Raya Pentakosta. Uskup mengingatkan bahwa gereja yang sejati bukan hanya bangunan fisik yang megah, melainkan umat Allah sendiri yang hidup dan digerakkan oleh Roh Kudus sebagai “batu-batu yang hidup”. Oleh karena itu, bangunan gereja yang baru diberkati harus menjadi tempat yang menghidupkan iman umat melalui perayaan Ekaristi, doa, dan perjumpaan dengan Tuhan. Dalam penjelasannya mengenai makna bagian-bagian gereja, Uskup menegaskan bahwa altar merupakan pusat kehidupan liturgi karena di atas altar kurban Kristus dipersembahkan dan doa-doa umat dihantar kepada Bapa di surga. Sementara itu, tabernakel menjadi tempat penyimpanan Sakramen Mahakudus yang juga diperuntukkan bagi pelayanan komuni kepada umat yang sakit. Beliau juga menekankan pentingnya mimbar sabda sebagai tempat pewartaan Injil yang membawa sukacita dan harapan bagi umat. Karena itu, setiap pewarta sabda diingatkan untuk mewartakan firman Tuhan dengan hati yang bersih dan penuh kasih. Menutup homilinya, Mgr. Monteiro mengajak seluruh umat untuk terus memperdalam iman, membangun relasi yang semakin dekat dengan Yesus melalui doa, serta menghadirkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Uskup Keuskupan Larantuka yang telah berkenan hadir dan memberkati Gereja Stasi St. Petrus Kolilerek. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Lembata dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Uskup yang telah datang dari jauh untuk memberkati gereja ini dan memberikan penguatan iman bagi umat,” ujar Bupati. Bupati juga mengajak seluruh umat untuk menjadikan kehadiran gereja yang baru sebagai momentum membangun semangat baru dalam kehidupan, baik secara rohani maupun jasmani. “Rajin berdoa harus sejalan dengan semangat bekerja. Kehidupan rohani dan kehidupan ekonomi harus berjalan beriringan agar masyarakat dapat hidup lebih sejahtera,” tegasnya. Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lembata saat ini terus berupaya memperkuat pembangunan ekonomi masyarakat, khususnya bagi para petani dan peternak. Ia mendorong masyarakat untuk bekerja lebih giat, membuka lahan produktif, dan meningkatkan hasil pertanian agar mampu memenuhi kebutuhan pasar yang semakin luas. Menurutnya, pemerintah juga sedang mengupayakan pengembangan konektivitas antarwilayah melalui pembukaan jalur kapal RoRo yang menghubungkan kawasan Alor, Lembata, dan Flores Timur. Kehadiran jalur transportasi tersebut diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat menuju pasar yang lebih besar, termasuk industri di Surabaya. “Berbagai komoditas unggulan seperti ubi, labu, nanas, alpukat, kelapa, dan kemiri memiliki potensi ekonomi yang besar. Karena itu, masyarakat perlu mempersiapkan diri dengan meningkatkan produksi agar dapat memanfaatkan peluang pasar yang semakin terbuka,” katanya. Acara pemberkatan berlangsung penuh sukacita dan menjadi momentum penting bagi umat Stasi St. Petrus Kolilerek untuk semakin memperkokoh iman sekaligus membangun optimisme dalam mendukung pembangunan daerah menuju Lembata yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. (ProkompimPemKabLembata) Post Views: 36 Navigasi pos Allah Tetap Setia di Tengah Ketidakpastian Hidup