Qodari: MBG Tak Akan Dihentikan, Program Unggulan Prabowo, Mandat Rakyat Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari JAKARTA, WARTA-NUSANTARA.COM—Pemerintah menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berjalan meski belakangan menuai penolakan dari sejumlah kelompok mahasiswa. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menilai program tersebut merupakan bagian dari mandat rakyat yang diberikan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Pemilu 2024. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dapat dihentikan hanya karena adanya tuntutan dari sejumlah pihak. Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu janji kampanye utama Presiden Prabowo Subianto yang menjadi dasar dukungan masyarakat pada Pemilu 2024. Qodari menjelaskan, MBG dirancang untuk mempercepat penanganan stunting sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia. Karena itu, program tersebut menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional yang telah memperoleh legitimasi politik dari pemilih. “Bahwa yang namanya MBG tidak bisa Anda minta langsung berhenti. Prabowo dipilih karena program kerja yang dilaksanakan, tidak bisa diberhentikan,” kata Qodari, Rabu (17/6/2026). Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap gelombang demonstrasi mahasiswa yang muncul di sejumlah daerah dan menyoroti pelaksanaan program MBG. Menurut Qodari, kritik terhadap program tersebut harus dibedakan antara aspek politik dan aspek teknis pelaksanaan. Dari sisi politik, ia menilai tidak ada alasan untuk menghentikan program yang telah menjadi komitmen Presiden Prabowo kepada masyarakat. “Salah besar kalau justru menuntut Pak Prabowo untuk menghentikan program itu. Karena itu justru janji kampanyenya. Anda sama dengan mengatakan Pak Prabowo jangan memenuhi janji kampanye,” ujarnya. Meski demikian, pemerintah tetap membuka ruang bagi berbagai masukan yang berkaitan dengan pelaksanaan program di lapangan. Jika terdapat kendala teknis, kata Qodari, pemerintah siap melakukan evaluasi dan perbaikan agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa kemenangan Prabowo pada Pemilu 2024 tidak terlepas dari dukungan jutaan pemilih yang menyetujui visi, misi, serta program-program yang ditawarkan selama masa kampanye, termasuk MBG. Karena itu, lanjutnya, program tersebut harus dipahami sebagai bagian dari amanat rakyat yang wajib dijalankan pemerintah. Namun, kritik yang bersifat konstruktif tetap diperlukan untuk menyempurnakan implementasinya. “Nah, kalau ketidaksetujuan itu bersifat teknokratis, ya kita perbaiki mana yang kurang-kurang,” pungkas Qodari. ***(jpc/dek/WN-01) Post Views: 29 Navigasi pos Bupati Lembata Percepat Pemulihan Layanan Air Bersih di Perumahan Tanah Merah