Peserta Lomba Kuis Kitab Suci

Penyuluh Agama katolik Kemenag Lembata Hadirkan Layanan Keagamaan Berdampak Melalui Kegiatan Kuis Kitab Suci: Media Edukasi Iman yang Kreatif, Partisipatif dan Rekreatif

LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM—  Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lembata yang terhimpun dalam Kelompok Kerja Penyuluh Agama Katolik terlibat aktif dalam kegiatan lomba Kuis Kitab Suci yang diselenggarakan panitia Pekan OMK Paroki St. Yaohanes Paulus II Wulandoni yang berlangsung di  Stasi Sta. Elisabeth Lewuka (Kamis, 09/07/2026). Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh agama hadir dalam kapasitas sebagai tim juri, memenuhi permohonan pastor paroki dan panitia penyelenggara.

Kegiatan Kuis Kitab Suci yang dilakukan tim penyuluh agama di antara berbagai kegiatan kreatif dan edukatif lainnya yang tengah dijalankan adalah salah satu bentuk nyata implementasi program strategis Kementerian Agama mewujudkan layanan keagamaan berdampak, yaitu layanan keagamaan yang  tidak hanya menyentuh aspek seremonial, tetapi juga aspek peningkatan kualitas pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran agama di tengah masyarakat. Ini menyentuh langsung pembedayaan dan penguatan kapasitas umat beragama melalui pendidkan non-formal.

 

Program kegiatan ini dirancang pastor paroki RD. Kristoforus Moti Goran bersama dewan paroki dan menghadirkan Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata sebagai tim penyusun soal sekaligus tim juri mata lomba kuis Kitab Suci. Kuis Kitab Suci merupakan media pembelajaran Kitab Suci yang kreatif, edukatif, dan rekreatif yang paling disukai. Melalui pendekatan yang interaktif, OMK dan umat yang berpartisipasi aktif di dalamnya digerakkan untuk  semakin mengenak dan mencintai Kitab Suci (cfr. Mazmur 119:157) sekaligus menginternalisasi nilai-nilai iman, moral, dan kasih dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai warga Gereka Katolik maupun warga negara Indonesia.

Melalui kegiatan kuis Kitab Suci, OMK dari kesepuluh stasi (Wulandoni, Snaki, Bakaor, Lewuka, Mulandoro,Watuwara, Udak, Mulankera, Kahatawa dan Ataili) yang bernaung di bawah atap paroki St. Yaohanes Paulus II Wulandoni masuk ke dalam ruang kompetisi edukatif yang menguji pengetahuan mereka mengenai Kitab Suci melalui berbagai bentuk soal yang dilemparkan di antaranya aksara bermakna, melengkapi teks Kitab Suci dan merangkai teks Kitab Suci yang telah diacak, Dengan desain kegiatan yang dinamis, kegiatan ini menjadikan proses belajar Kitab Suci yang menarik, menambah wawasan dan menyenangkan.

 

Menarik pula untuk melihat betapa pentingnya kegiatan kuis ini dilaksanakan. Di tengah badai informasi digital dan merosotnya budaya literasi, Kuis Kitab Suci hadir sebagai inovasi pembelajaran yang membangkitkan kembali minat generasi muda untuk membaca, memahami, dan mencintai Kitab Suci tidak secara serampangan, melainkan dengan segenap diri. Pembelajaran tidak lagi bersifat monolitik, tetapi melalui proses dialog, kompetisi sehat, dan kerja sama antarpeserta.

 

Lebih dari sekadar perlombaan untuk mencari siapa yang juara, kegiatan ini sangat berdayaguna dalam merekonstruksi karakter peserta agar memiliki daya pikir kritis, kemampuan bekerja dalam tim, sportivitas, inklusivitas serta keberanian menyampaikan pemahaman iman secara benar, etis dan bertanggung jawab.

 

Secara hierarkis, kuis Kitab Suci memiliki makna strategis yang melampaui fungsi kompetisi. Program ini merupakan instrumen transformatif bagi OMK yang menggeser paradigma belajar agama dan iman dari sekadar menghafal menuju aktivitas memahami, menghayati, dan mengamalkan Sabda Tuhan dalam kehidupan nyata.

 

Dalam perspektif pembangunan sumber daya manusia Indonesia, kegiatan ini memperkuat literasi keagamaan OMK padaa khususnya sekaligus menjadi sarana pembentukan karakter yang berintegritas, religius, dan berwawasan kebangsaan. Peserta tidak hanya ditantang menjawab pertanyaan, tetapi juga dilatih berpikir kritis, bekerja sama, menghargai perbedaan, dan mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai Kitab Suci.

 

Sambutan yang baik dan penuh sukacita atas telaksananya kegiatan ini, baik oleh semua peserta lomba, pastor paroki, dewan paroki, panitia penyelenggara dan umat yang berpartisipasi menunjukkan bahwa kegiatan sungguh berkenan di hati mereka. Ketika Kitab Suci semakin dicintai, maka seluruh kekayaan yang tercakup di dalamnya, yakni nilai iman, moral dan kemanusiaan akan semakin mengakar dan memengaruhi cara hidup bersama baik di tengah keluarga, lingkungan gereja dan masyarakat.

 

Dengan demikian, Kuis Kitab Suci menjadi investasi Gereja dan bangsa ini untuk jangka panjang dalam membangun umat, khususnya OMK, yang cerdas secara spiritual, matang secara moral, human secara sosial serta mampu menjadi duta perdamaian dan kerukunan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara ini. ***(RAM)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *