Mahasiswa KKN GENTASKIN Kesetnana TTS Sambangi SMP Satap Penmina Kesetnana, TTS TIMOR : WARTA-NUSANTARA.COM— Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gentaskin Tematik yang bertugas di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, menyambangi SMP Negeri Satap Penmina, Rabu (29/7/2026) dengan melakukan beberapa kegiatan terkait cinta akan rupiah dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Para siswa siswi SMP Negeri Satap Penmina sekitar 50 orang mengikuti kegiatan ini, yang menjadi salah satu program kerja kelompok KKN dalam meningkatkan literasi keuangan sekaligus menumbuhkan kesadaran hidup sehat di kalangan generasi muda. Kelompok KKN Gentaskin LLDIKTI Wilayah XV yang ditempatkan di Desa Kesetnana terdiri atas 20 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, yakni Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Universitas Nusa Cendana (UNDANA), Universitas Uyelindo, STIKES Maranatha, dan Institut Pendidikan Soe. Seluruh kegiatan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan, Dr. Drs. Abdul Majid, M.Kes. Koordinator kegiatan menjelaskan bahwa sosialisasi CBP Rupiah bertujuan memperkuat rasa cinta dan bangga terhadap mata uang Indonesia sebagai simbol kedaulatan bangsa. Selain itu, para siswa juga diajak memahami pentingnya menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia serta mengetahui dampak yang dapat ditimbulkan apabila masyarakat lebih memilih menggunakan mata uang asing. Pada sesi pertama, Bertolomeus Goo Jogo, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling UNWIRA, bersama Elisabet Apriliani Poso dari Program Studi Manajemen, menyampaikan materi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Dalam pemaparannya, para siswa diperkenalkan pada makna mencintai Rupiah dengan merawat uang secara baik, membanggakan Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia, serta memahami fungsi Rupiah dalam kehidupan sehari-hari. Peserta juga dibekali cara mengenali keaslian uang melalui metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Sesi berikutnya diisi oleh Agatha Lelang Aya dari STIKES Maranatha, Atriana Maria Fernandez dari Universitas Citra Bangsa, dan Isti Qamah dari Universitas Nusa Cendana. Ketiganya menyampaikan materi mengenai Gerakan Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem (Gentaskin). Para siswa memperoleh pemahaman mengenai pengertian stunting, penyebab dan dampaknya terhadap kualitas sumber daya manusia, pentingnya pemenuhan gizi seimbang, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta peran generasi muda dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem. Suasana sosialisasi berlangsung interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab. Antusiasme para siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut menunjukkan tingginya minat peserta untuk memahami literasi keuangan sekaligus pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Gentaskin Tematik berharap para pelajar mampu menjadi generasi yang memiliki literasi keuangan yang baik, mencintai dan memahami Rupiah sebagai identitas bangsa, serta berperan aktif dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, sejahtera, dan bebas dari stunting serta kemiskinan ekstrem. *** (Bertolomeus Goo jogo; Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang) Post Views: 19 Navigasi pos Kemenag NTT Dorong Transformasi Humas: Dari Seremonial ke Berbasis Dampak