Wisuda 25 Santri Rumah Qur’an Al-Wahdah: Menapaki Awal Perjalanan Bersama Cahaya Al-Qur’an LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Tepuk tangan haru menyambut 25 santri Rumah Qur’an Al-Wahdah yang resmi dikukuhkan sebagai lulusan Khataman Al-Qur’an dan Wisuda Santri Angkatan II, Minggu, 2 Agustus 2026, di Wangatoa, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, NTT. Hari itu bukan sekadar perayaan kelulusan, melainkan janji setia untuk terus berjalan bersama Al-Qur’an sepanjang hidup. Mengusung tema “Menjadi Ahlul Qur’an, Menjadi Generasi Terbaik”, semangat keimanan dan harapan meliputi seluruh suasana acara. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Lembata, Jamaludin Malik, hadir sekaligus memberikan sambutan utama yang menyentuh hati. “Hari ini bukanlah garis akhir, melainkan awal perjalanan bersama Al-Qur’an. Menghafal adalah pencapaian, tetapi menjaga dan mengamalkannya merupakan perjuangan yang jauh lebih besar.” Turut hadir Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir, Kapolres Lembata, ABBP Nanang,Kepala Dinas Pendidikan Lembata, Wens Ose Pulkan, Ketua MUI Kabupaten Lembata, Said Kopong, pimpinan dan pengasuh Rumah Qur’an Al-Wahdah, para asatidz dan asatidzah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta orang tua para wisudawan yang tampak berbinar penuh harapan. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa di balik keberhasilan setiap santri, terselip doa dan dukungan yang tak pernah putus. Jamaludin Malik menegaskan bahwa lahirnya 25 santri yang mengukuhkan hafalan Al-Qur’an ini menjadi bukti nyata peran Rumah Qur’an Al-Wahdah sebagai mitra strategis Kementerian Agama dalam mencetak generasi yang berimanan kuat dan berakhlak mulia, selaras dengan Asta Cita Kementerian Agama yang menempatkan penguatan pendidikan keagamaan sebagai fondasi masyarakat religius dan moderat. Kepada para wisudawan, ia berpesan agar terus menjaga hafalan melalui murajaah rutin dan mewujudkan isi Al-Qur’an dalam setiap tingkah laku sehari-hari. Kepada para orang tua, ia meminta senantiasa menciptakan lingkungan rumah yang kondusif, meluangkan waktu mendampingi, serta memberi keteladanan agar anak-anak tetap teguh di jalan-Nya. Pemerintah, lembaga pendidikan, dan keluarga pun diharapkan terus bersinergi menjaga keberlanjutan pembinaan karakter para santri pasca-wisuda. Acara pun ditutup dengan doa bersama yang tulus, memohon agar 25 santri ini kelak tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang membawa berkah, menjadi cahaya bagi keluarga, masyarakat, dan seluruh negeri. #RAM/Sarinita Post Views: 19 Navigasi pos Mahasiswa KKN GENTASKIN Kesetnana TTS Sambangi SMP Satap Penmina