Gunung Lewotobi Erupsi Lagi Setinggi 1000 Meter diatas Puncak Pasca Gempa Flores FLORES TIMUR : WARTA-NUSANTARA.COM— Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali erupsi pada Selasa siang, di tengah proses evakuasi dan penanganan darurat pascagempa yang melanda wilayah pulau Flores, NTT. Bupati Lembata, Kanis Tuaq dan Wakil Bupati, Muhamad Nasir mengucapkan Dirgahayu HUT RI Ke-81 Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi Laki-laki, erupsi tersebut melontarkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 1.000 meter di atas puncak, atau sekitar 2.584 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, condong bergerak ke arah barat dan barat laut. Letusan terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22,2 milimeter dan durasi sekitar dua menit 48 detik. Erupsi ini menambah beban situasi kebencanaan di NTT. Berdasarkan data sementara penanganan bencana gempa Flores selama empat hari terakhir, ribuan warga di berbagai wilayah NTT tercatat terdampak guncangan. Ratusan rumah dilaporkan retak dan roboh, sementara sejumlah fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah turut rusak. Ribuan jiwa hingga kini masih mengungsi di posko-posko darurat yang tersebar di wilayah terdampak. Saat ini status Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi warga dan pemerintah daerah. PVMBG meminta masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Warga juga diimbau tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Selain itu, PVMBG mengingatkan potensi bahaya banjir lahar hujan di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung apabila terjadi hujan lebat, khususnya bagi warga yang bermukim di Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Masyarakat yang terdampak hujan abu diimbau mengenakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mencegah gangguan saluran pernapasan. ***(*/ICHA-WN-Sikka) Post Views: 60 Navigasi pos Komisi Informasi Provinsi NTT Himbau Badan Publik Sajikan Informasi Gempa Secara Bertanggungjawab Tim Gabungan BNPB Salurkan Bantuan Korban Gempa Flores di Pulau Palue