Gubernur – INTI NTT Resmi Lepas 22 Siswa, Kuliah Gratis di Tiongkok, Wamendiktisaintek: Jangan Lupa Pulang Bangun Negeri KUPANG : WARTA-NUSANTARA.COM— Perhimpunan Indonesia Tionghoa Nusa Tenggara Timur (INTI NTT) kembali menunjukkan komitmennya untuk memfasilitasi anak-anak NTT untuk berkuliah gratis di Nantong, Provinsi Jiangsu, Tiongkok. Kali ini, INTI NTT secara resmi melepas 22 siswa asal NTT untuk kuliah gratis di Nantong College of Science And Technology (NTST). Pelepasan ini merupakan yang ketiga kalinya dilakukan INTI NTT. Sebelumya, pada tahun 2024 INTI NTT juga melepas 3 siswa dan pada tahun 2025, sebanyak 12 orang siswa. Tahun Lalu hanya 3 Orang 15 siswa angkatan pertama dan kedua yang merupakan anak-anak asli NTT ini saat ini sudah menjalani kuliah di Nantong Collage of Science And Technology Tiqongkok. Bahkan, saat ini salah satu siswi yang merupakan angkatan pertama Putri Betim Meo Tnunay sudah menjadi asisten dosen di Nantong College of Science And Technology. Para siswa penerima beasiswa gratis di Nantong, Tiongkok. Sejumlah siswa hadir dalam acara pelepasan secara daring. Hal ini diungkapkan oleh Ketua INTI NTT Ir Theo Widodo dalam acara Pelepasan 22 Siswa NTT oleh Gubernur NTT dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Kuliah (Wamen Diktisaintek) di Nantong College Of Science and Technology Kota Nantong yang digelar secara dairing dan luring di Shoto Kai Resto and Cafe, Kota Kupang, Rabu (23/9/2026) sore. Dia menjelaskan, beasiswa ini istimewa karena para calon mahasiswa bebas uang kuliah, akomodasi atau tinggal di asrama gratis, dan mendapatkan uang saku. Untuk mengikuti seleksi ini, kata dia, tidak harus mampu berbahasa Mandarin, cukup Bahasa Inggris dan mengikuti wawancara dalam Bahasa Inggris bersama konsultan pendidikan dan pihak Kampus Nantong College of Science And Technology. “Tidak ada tes tertulis dan persyaratan Toefel. Nanti tahun pertama di Tiongkok, mereka akan belajar Bahasa Mandarin,” ungkapnya. Dia menjelaskan pula bahwa INTI memilih memfasilitasi anak-anak NTT untuk berkuliah di China karena China merupakan negara maju di dunia. Para siswa penerima beasiswa gratis di Nantong, Tiongkok. Sejumlah siswa hadir dalam acara pelepasan secara daring. (victorynews.id/Paschal Seran) “China itu satu-satunya negara yang memiliki kereta cepat dengan kecepatan 600 kilometer per jam, bahkan saat ini dalam proses uji coba, kecepatannya 1000 kilometer per jam. Di China itu, kereta yang menghubungkan antar kota,” jelasnya. Karena itu, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) NTT ini mengaku bersyukur karena INTI NTT mendapat konsultan pendidikan di Jakarta, Yovandra yang peduli dengan NTT. Menurutnya, anak-anak ini akan kuliah di empat jurusan, yaitu Food Intelligence Technology, Mekatronika, Software Technology, dan Horticultural Technology. “Mereka ini kuliah D3 karena persyaratan untuk kuliah S1 itu sangat sulit. Nanti setelah kuliah di sana dan tamat, mereka sudah punya pengalaman, bisa mengajukan kuliah S1,” tegasnya. Dia berharap, anak-anak ini bisa menyelesaikan masa studinya tepat waktu dan kembali untuk membangun NTT. “Kami sudah pesan khusus kepada mereka untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan kembali untuk membangun NTT sesuai komitmen INTI NTT, yaitu membangun daerah melalui pendidikan,” harapnya. Dia mengapresiasi anak-anak NTT ini karena anak-anak ini berani untuk bisa terbang jauh ke negeri China demi menuntut ilmu. Konsultan Pendidikan INTI di Jakarta, Yovandra yang hadir langsung dalam acara pelepasan ini mengungkapkan, ada 48 orang yang mengikuti seleksi pada tahun ketiga ini, tetapi hanya 22 orang yang memenuhi syarat. “Saya melihat dari tahun ke tahun itu, anak-anak NTT memiliki antusiasme yang tinggi. Karena angkatan pertama 3 orang, angkatan kedua 12 orang, dan tahun ketiga ini sebanyak 22 orang,” jelasnya. Dia menegaskan tidak ada tes dan memiliki Toefel yang tinggi, tetapi wawancara jarak jauh dua kali, pertama dengan dirinya, dan kedua dengan pihak kampus secara daring. Menurutnya, anak-anak yang akan berangkat harus miliki paspor, nilai raport, dan medical check up dan semuanya akan diurus di Jakarta usai lolos seleksi. Secara nasional, jelasnya, ada 108 orang yang lolos seleksi dengan jumlah terbanyak dari Sumatera Barat yaitu 40 orang, NTT 22 orang dan lainnya menyebar di provinsi lain. “Besok, mereka akan berangkat ke Jakarta untuk pengurusan visa, nanti tanggal 8 mereka akan berangkat ke China,” tegasnya. Dia berharap tahun-tahun berikutnya, semakin banyak anak NTT yang mengikuti seleksi dan lolos seleksi. Dia menegaskan bahwa beasiswa ini murni untuk pendidikan. Karena itu, dia berharap tidak ada pemikiran negatif tentang program ini. Kepada para calon mahasiswa dia berpesan untuk tidak lupa semua pihak yang sudah berjuang memfasilitasi mereka dalam meraih beasiswa ini. “Jangan lupa asalmu. Bayarlah kepercayaan semua itu dengan prestasi dan kesuksesan Anda,” pungkasnya. Ketua Bidang Pendidikan INTI NTT Ir Mariana Nenobais, M.Si, menambahkan, anak-anak NTT sangat mampu untuk bersaing dengan daerah lain, bahkan negara lain. Hal ini terbukti dengan anak-anak yang sudah dinyatakan diri lolos seleksi. Karena itu, dia mengajak para orang tua di NTT untuk mengizinkan anak-anak memanfaatkan seleksi ini. Salah satu siswi yang lolos seleksi Seanaz Aurolia Malesi, siswi tamatan SMA Kristen Citra Bangsa mengaku dia memilih jurusan Mechatronic Technology. Dia mengaku, mengikuti seleksi ini atas informasi dari INTI NTT yang melakukan sosialisasi di sekolahnya. Mengikuti seleksi ini baginya tidak sulit karena hanya menggunakan Bahasa Inggris. “Mereka juga tanya yang basic-basic saja. Karena itu mudah untuk diikuti prosesnya,” tandasnya. Dia mengaku bersyukur karena menjadi satu dari 22 siswa yang lolos seleksi. Dia berjanji akan mengikuti kuliah dan menyelesaikannya tepat waktu. “Saya berkomitmen untuk tidak mengecewakan orangtua dan INTI NTT yang sudah memfasilitasi saya dan teman-teman,” pungkasnya. Siapkan Lapangan Kerja Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam arahannya secara daring dari Jakarta mengatakan, dirinya sudah sampai dan melihat sendiri ke Nantong College ini. Untuk itu, dia mengapresiasi INTI NTT karena sudah memfasilitasi anaka-anak NTT untuk berkuliah di kampus yang baik ini. Dia menegaskan, kampus di Nantong ini akan membentuk 22 siswa ini semakin paripurna untuk matang dalam kuliah. “Saya lihat pendidikan di China itu sangat baik untuk memenuhi beberapa kepentingan yang kita butuhkan di daerah kita, seperti hilirisasi di berbagai bidang. Saya yakin kampus ini akan membekali anak-anak untuk membangun dengan potensi daerah di NTT,” jelasnya. Untuk itu, dia berharap anak-anak yang lulus dari Nantong dan kembali ke NTT bisa menjadi ujung tombak memajukan NTT di berbagai bidang yang selama ini menjadi kendala, khususnya bidang teknologi. “Pulang kembali ke NTT bawa proposal (Ide) kami siap memfasilitasi. Akhirnya saya mengucapkan selamat dan proficiat kepada anak-anak yang sudah lolos seleksi. Saya berharap saat kembali ke NTT, Anda akan menjadi duta-duta terbaik di berbagai bidang untuk membangun NTT,” pungkasnya. Wakil Mendiktisaintek Prof Stella Christie, A. B., Ph.D., memotivasi para calon mahasiswa Tiongkok untuk tidak menunggu kesempatan jatuh pada mereka. “Jangan sia-siakan kesempatan ini. Kemajuan di Tiongkok ini sangat besar karena itu buka telinga dan mata untuk mempelajari sesuatu yang baru di Tiongkok yang menjadi bekal bagi kamu di Nantong,” pintanya. Dia juga berpesan agar para siswa jangan lupa kembali ke Indonesia untuk membangun negeri. “Karena kalian sukses, orang lain di sekitar Anda akan ikut merasakannya,” tegas Prof Stella. Dia mengungkapkan pula bahwa, dalam menjalani kuliah di Nantong, pasti akan banyak tantangan, karena itu komitlah dengan kuliah.*** Berikut Nama 22 Siswa Penerima Beasiswa Kuliah Gratis di Tiongkok: 1. Wijaya Gladwin Andrew 2. Malesia Seanaz Aurolia 3. Talaway Keycia 4. Prasetio Candy 5. Soka Fidelius Sopi 6. Sisilia Haobenu Pangga Lewu 7. Jose Glorio Sufa 8. Cornelius Sheron Theresia Cornelius 9. Marciana Rika 10. Nochliesta Arvasyah Andiqrah Nochliesta 11. Leneng Keisha Aurellia Felisha 12. Sekininno Giorgio Milano 13. Gunawan Christian Pangestu 14. Efi Cassandra Mamoru Veraνα 15. Saykira Chelsea Hilwa 16. Manafe Domenic Tjandra 17. Soegiarto Ken Fitzgerald 18. Graysan Dyendri Jomarthin Luan 19. Melinda Vincentia Tantoyo 20. Frederico Darren Elim 21. Nitte Jennifer Margareth Ratu 22. Haikal Muhammad. ***(VN/WN-01) Post Views: 17 Navigasi pos Karnaval Iman meriahkan 24 Tahun St. Stefanus Martir Pelindung Lingkungan, Umat Padukan Iman, Kedaulatan Pangan dan Kemandirian