Rakerdik SD Kecamatan Omesuri Resmi Ditutup, Pengawas Rifai Mukin Serukan “Jadilah Guru Keren!” LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Rapat Kerja Pendidikan (Rakerdik) Jenjang Sekolah Dasar (SD) tingkat Kecamatan Omesuri resmi ditutup pada Senin (24/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di SD Negeri Walangsawa tersebut diikuti ratusan guru SD se-Kecamatan Omesuri. Penutupan Rakerdik dipimpin langsung oleh Pengawas Sekolah Ahli Madya, Muh. Sulaiman Rifai Aprianus Mukin, M.Pd. Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan selama tiga hari yang diisi dengan refleksi, evaluasi, penguatan program, serta pembahasan berbagai tantangan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Rakerdik Bukan Sekadar Forum Berkumpul Dalam sambutannya, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Omesuri, Avaristo Daton Suban, S.Pd., menegaskan bahwa Rakerdik tahunan bukan sekadar forum untuk berkumpul dan berbagi pengalaman. Menurutnya, Rakerdik harus menjadi momentum penting bagi satuan pendidikan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program selama tahun 2025. “Program kerja satuan pendidikan harus dinilai mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban. Pertanyaannya, apakah capaian tersebut sudah selaras dengan visi dan misi pendidikan kita di Lembata?” tanya Avaristo di hadapan para peserta. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah dan guru yang telah bersungguh-sungguh mengimplementasikan kebijakan dan program pendidikan nasional selama tahun 2025. Avaristo mengingatkan bahwa perubahan di dunia pendidikan berlangsung sangat cepat. Karena itu, guru dituntut untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi, khususnya dalam penguasaan teknologi informasi. “Jangan pernah berhenti belajar. Guru juga merupakan pembelajar sepanjang hayat. Proses belajar bukan hanya milik peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan profesional seorang guru,” pesannya. Pesan Haru Korwas Menjelang Purna Tugas Suasana haru mewarnai penutupan Rakerdik ketika Koordinator Pengawas (Korwas) Sekolah Dasar Kabupaten Lembata, Yohanes Samon, S.Pd., menyampaikan arahannya. Yohanes menekankan pentingnya menindaklanjuti seluruh materi dan gagasan yang telah diperoleh selama tiga hari kegiatan. Menurutnya, keberhasilan Rakerdik tidak diukur dari berakhirnya acara, melainkan dari sejauh mana hasil kegiatan tersebut diterapkan di sekolah. “Jangan sampai apa yang kita dapatkan selama tiga hari ini berhenti di ruangan ini. Semuanya harus ditindaklanjuti dan diwujudkan dalam praktik di satuan pendidikan,” pesannya. Suasana semakin emosional ketika Yohanes menyampaikan bahwa tahun 2026 kemungkinan menjadi tahun terakhir dirinya menjalankan tugas bersama para guru sebelum memasuki masa purna tugas pada akhir tahun ini. “Mungkin ini adalah kali terakhir saya berdiri di hadapan kalian. Saya memohon maaf apabila selama mendampingi ada kata-kata, tatapan, atau sikap saya yang kurang berkenan di hati,” ujarnya dengan penuh kerendahan hati. Ia juga mengajak para guru untuk senantiasa proaktif, kreatif, dan memiliki kepekaan terhadap perubahan. “Jangan menunggu perintah kepala sekolah baru menyusun perangkat pembelajaran. Kalian harus memiliki kepekaan tinggi terhadap segala perubahan yang terjadi begitu cepat,” tegasnya. Tiga Pilar Utama Guru Omesuri Menutup rangkaian Rakerdik, Pengawas Sekolah Ahli Madya Muh. Sulaiman Rifai Aprianus Mukin, M.Pd., menyampaikan tiga hal strategis yang menurutnya perlu menjadi pegangan para guru dalam melaksanakan tugas ke depan. Pertama, perencanaan berbasis realita. Rifai menegaskan bahwa perencanaan pembelajaran harus disusun berdasarkan kondisi nyata sekolah dan karakteristik peserta didik. Perencanaan tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi harus menjadi instrumen yang benar-benar membantu guru menghadirkan pembelajaran yang bermakna. Kedua,kepatuhan terhadap regulasi. Menurutnya, inovasi dalam pembelajaran tetap harus berjalan dalam koridor regulasi pendidikan yang berlaku. Guru dituntut memahami dan melaksanakan ketentuan pemerintah, khususnya standar dan kebijakan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Ketiga, evaluasi berbasis SWOT dan SMART. Evaluasi program pendidikan perlu dilakukan secara sistematis melalui analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) serta prinsip Specific, Measurable, Achievable, Relevant, and Time-bound (SMART). “Evaluasi jangan hanya menghasilkan angka dan laporan. Evaluasi harus mampu menjawab apa kekuatan kita, apa kelemahan kita, peluang apa yang bisa dimanfaatkan, ancaman apa yang harus diantisipasi, dan langkah nyata apa yang harus dilakukan setelahnya,” jelas Rifai. “Kalian adalah Guru Keren!” Pada bagian akhir amanatnya, Rifai Mukin memberikan apresiasi khusus kepada para guru yang hadir. Ia menyebut bahwa guru-guru Omesuri memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menghadirkan perubahan positif di sekolah. “Kalian adalah Guru Keren! Saya melihat talenta Kreatif, Edukatif, Regulatif, dan Elegan pada diri kalian. Yang paling luar biasa adalah adanya Nilai Ekspektasi positif dalam setiap kata dan tindakan,” ungkapnya. Pesan tersebut sekaligus menjadi penyemangat bagi para guru untuk tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan pendidikan, tetapi juga menjadi pembelajar, inovator, dan penggerak perubahan di satuan pendidikan masing-masing. Sebagai tanda resmi berakhirnya kegiatan, Rifai Mukin mengetuk meja sebanyak tiga kali. Ketukan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta Rakerdik SD Kecamatan Omesuri. Rakerdik pun resmi ditutup. Namun, semangat yang dibangun selama tiga hari diharapkan tidak berhenti pada seremoni penutupan. Dari Omesuri, para guru kembali ke sekolah masing-masing dengan satu tekad: terus belajar, terus berinovasi, dan menjadi Guru Keren yang mampu menghadirkan pembelajaran bermakna bagi peserta didik. #RAM Post Views: 20 Navigasi pos Bupati Kanis Kirim 41 Anak Lembata Kuliah di Semarang Sambil Bekerja : ” Harus Berani Bermimpi Besar”