MABA UNWIRA 2026 Galang Donasi untuk Korban Gempa Flores KUPANG : WARTA-NUSANTARA.COM— Semangat solidaritas dan kepedulian kemanusiaan ditunjukkan mahasiswa-mahasiswi baru Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang. Di tengah rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, para mahasiswa baru secara spontan menggalang donasi bagi masyarakat yang menjadi korban bencana alam gempa bumi di Flores. Aksi kemanusiaan tersebut berlangsung pada hari kedua PKKMB, Jumat, 28 Agustus 2026, bertempat di Aula Utama Imakulata, Kampus UNWIRA Penfui, Kupang. Penggalangan dana dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa baru terhadap sesama yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana. Sebanyak 1.685 mahasiswa baru, yang untuk sementara tercatat sebagai peserta PKKMB Tahun Akademik 2026/2027, terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut. Mereka berasal dari tujuh fakultas di lingkungan UNWIRA, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Filsafat, serta Fakultas Sains dan Teknologi. Dari penggalangan dana tersebut berhasil dihimpun donasi sebesar Rp 6.071.200 atau enam juta tujuh puluh satu ribu dua ratus rupiah. Nilai tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian sosial tidak selalu harus dimulai dari jumlah yang besar. Sumbangan yang dikumpulkan berasal dari keikhlasan mahasiswa baru yang menyisihkan sebagian uang jajan mereka untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Ketua Panitia PKKMB UNWIRA Tahun 2026, Gerardus D. Tukan, S.Pd., M.Si., (Gerady Tukan) menjelaskan bahwa gerakan donasi tersebut merupakan ajakan panitia kepada mahasiswa baru untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Panitia tidak menetapkan besaran sumbangan tertentu kepada mahasiswa. “Gerakan ini merupakan ajakan kemanusiaan. Tidak ada angka yang dipatok. Kami memberikan ruang kepada mahasiswa untuk berpartisipasi sesuai dengan kemampuan dan keikhlasannya,” ujar Gerardus, yang juga merupakan dosen pada Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi UNWIRA. Menurutnya, kegiatan PKKMB tidak semata-mata diarahkan untuk memperkenalkan kehidupan akademik dan lingkungan perguruan tinggi kepada mahasiswa baru. Lebih dari itu, PKKMB menjadi momentum awal untuk membangun karakter mahasiswa sebagai pribadi yang memiliki kepedulian, solidaritas, tanggung jawab sosial, serta kepekaan terhadap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Gerady menegaskan, dana yang terkumpul dari mahasiswa baru tersebut selanjutnya akan disatukan dengan donasi yang berasal dari sivitas akademika UNWIRA. Seluruh donasi tersebut direncanakan untuk disalurkan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana gempa bumi di Flores. “Donasi mahasiswa baru ini akan disatukan dengan donasi dari sivitas akademika UNWIRA lainnya. Harapannya, bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat dan menjadi tanda solidaritas keluarga besar UNWIRA bagi saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” katanya. Wakil Rektor III UNWIRA Bidang Kemahasiswaan, Dr. Yohanes Nurak Siwa, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi gerakan spontan mahasiswa baru tersebut. Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian yang luar biasa karena lahir dari kesadaran mahasiswa sendiri untuk berbagi dengan masyarakat yang sedang mengalami bencana. Ia menilai, kepedulian mahasiswa baru tersebut sekaligus menjadi energi positif yang dapat menggerakkan seluruh sivitas akademika UNWIRA untuk mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan. Gerakan donasi ini juga memperlihatkan bahwa mahasiswa baru tidak hanya sedang memasuki lingkungan pendidikan tinggi, tetapi juga sedang memulai proses pembentukan diri sebagai bagian dari masyarakat. Kepedulian terhadap korban bencana menjadi salah satu bentuk konkret bagaimana nilai kemanusiaan, solidaritas, dan semangat persaudaraan dapat diwujudkan sejak awal kehidupan mereka sebagai mahasiswa. Bagi UNWIRA, aksi tersebut menjadi pesan bahwa pendidikan tinggi tidak berhenti pada pencapaian akademik. Mahasiswa juga diharapkan tumbuh menjadi insan yang memiliki hati untuk melihat penderitaan sesama, tangan untuk membantu, dan keberanian untuk mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan sosial. Di tengah suasana PKKMB yang penuh semangat menyambut kehidupan baru sebagai mahasiswa, donasi sebesar Rp 6.071.200 itu menjadi simbol sederhana namun bermakna: solidaritas dapat dimulai dari hal kecil, tetapi ketika dilakukan bersama-sama, dapat menghadirkan harapan yang lebih besar bagi mereka yang sedang menghadapi bencana *** *GDT) Post Views: 38 Navigasi pos Kapolda NTT Salurkan Bantuan Pasca-Gempa Flores, Sambangi Istana Keuskupan Agung Ende