Eva Sidhu Batafor

Eva Sidhu Batafor, Pelayan Kemanusiaan itu telah Pergi Selamanya

LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COm—   Eva Sdhu Batafor, gadis manis rendah hati dan santun asal Desa Desa Nelayan Lamalera. Lahir di Lewoleba pada 14 Maret 1991. Merupakan putri dari pasanangan bapak Gregorius Ubas Batafor dan Mama Brigita Bataona, Aktivis sosial kemanusian dibawah naungan Yayasan Bina Sejahtera yang dididrikan sang Kakakek, Kolonel TNI Ourn Alm. Mrkus Sidhu Batafor itu telah pergi untuk selama-lamanya menghadap Sang Pemilik Kehidupann. Akhirnya pada Kamis, 10 September 2026 ia menghebuskan nafas  pukul 13,00 Wita di Rumah Sakit Damian Lewoleba, Lembata

Sebagai anak sulung, Eva tumbuh bersama tiga orang adiknya, yakni, Petrus Sidhu Batafor namun mendahului berpulang., Agustinus Markus Sidhu Batafor dan si bungsu Maria  Laurdes  Katarina Batafor.

Riwayat Pendidikan

Perjalanan pendidikan Eva Sidhu Batafor dimulai sejak masa kanak-kanak. Pada tahun 1997,ia mengawali pendidikan formal Taman Kanak-kanak Mariaeta. Ditempat inilah langkah awalnya mengenal dunia pendidikan sebelum melanjutkan  perjalanan  ke jenjangan pendidikan dasar.

Pada tahun  2003 Eva menyelesaikan  pendidikan di SDK Sta Theresia Lewoleba. Kemudian melanjutkan pendidikan  menengah pertama di SMP St Pius X Lewoleba dan menyelesaikannya pada 2006. Perjalanan pendidikan Eva  berlanjut ke SMAN 2 Nubatukan. Ia menyelesaikan pendidikan menengah itu pada 2009. Eva kemudian memasuki kehidupan dan pengalaman bekerja mengabdikan diri dalam berbagai kegiatan sosial kemanusiaan.

Riwayat Pekerjaan

Setelah menyelesaikan pendidikan di SMAN 2 Nubatukan, Eva memasuki dunia kerja  dan pengabdian sosial.Perjalanan  ini tidak hanya membawanya  pada pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup tetapi mempertemukannya dengan berbagai ruang pelayanan dan kegiatan kemanusiaan. Salah satu  pengalaman awal Eva adalah  ketika menjadi relawan di Yayasan Bina Sejahtera (YBS) . Ditempat yang dirintis  oleh sang kakek  Kolonel TNI Purnawirawan Markus Sidhu Batafor pada tahun 1989, Eva mulai mengambil bagian  dalam kerja-kerja sosial dan kemanusiaan.  Menjadi relawan membuat Eva terbiasa memberikan waktu dan tenaganya  bagi kepentingan orang lain dan masyarakat.Sebuah pilihan karya yang kemudian menjadi bagian yang terus berulang dalam perjalanan hidupnya.

Eva juga pernah bekerja di Rumah Makan Berkat Lomblen Lewoleba. Selanjutnya bekerja di Rumah Sakit Bukit Lewoleba, khususnya pada bidang Personalia dan Keuangan. Rumah Sakit ini merupakan  institusi pelayanan yang telah lama menjadi bagian  dari kehidupan masyarakat Lembata. Selain dikenal ramah dan mudah bergaul, ia juga dipercaya mengemban pekerjaan yang membutuhkan  ketelitian, kedisipilinan dan tanggungjawab.

Perjalanannya tidak berhenti pada  pekerjaan formal. Eva kemudian menjadi relawan di Komunitas Cahaya Indonesia , termasuk mengambil bagian dalam  kegiatan komunitas tersebut di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Jakarta.

Kecenderungan Eva bekerja masyarakat merupakan warisan  dari sang kakek  dan ayahanda tercinta Gregorius Sidhu Batafor , Pendiri Komunitas Taman Daun Lewoleba. Eva menemukan bentuk yang sangat kuat ketika  ia menjadi bagian dari  Taman Daun. Di Komunitas yang berdiri tahun 1987 , Eva mengambil bagian dalam kerja-kerja kerelawanan yang bersentuhan langsung dengan anak-anak, pendidikan dan literasi. Bagi Eva, keterlibatan di Taman Daun bukan sekedar aktivitas mengisi waktu. Ia hadir  ditengah anak-anak dan ikut mengambil bagian  dalam sebuah ruang belajar  yang tumbuh dari semangat berbagi.

Riwayat Sakit

Pada April 2019, mulai didiagnosis mengidap Penyakit Lupus, penyakit Autoimunyang kemudian menjadi bagian panjang  dari perjalanan hidupnya. Sejak saat itu, Eva harus bergulat dengan persoalan kesehatan yang perlahan menguras kekuatan tubuhnya. Berbagai upaya pengobatan ditempuhnya dengan menjalani pemeriksaan  dan perawatan di sejumlah fasilitas  kesehatan baik di Lewoleba, , Lombok, Sibolga, Kupang maupun Jakarta.

Ditengah perjalanan tersebut, semangat hidup dan daya juang Eva tetap menyala. Ia berusaha menjalani hari-harinya, sebagaimana mestinya, meskipun tubuhnya perlahan menghadapi keterbatasan dalam merespons penyakit  yang terus berkembang. Eva juga didiagnosis  mengidap Asma, sehingga perjuangannya menghadapi  persoalan kesehatan menjadi  semakin berat.

Selama bertahun-tahun Rumah Sakit dan berbagai bentuk penanganan  medis menjadi bagian dari kesehariannya. Gadias manis yang dikenal ramah, murah semyum, santun  dan lembut itu, harus berulangkali menjalani pemeriksaan  dan perawatan. Namun dibalik semua itu, Eva tetap berusaha mempertahankan semangat  untuk menjalani hidup.

Hingga pada 6 September 2026, kondidi kesehatannya kembali memburuk dan Eva harus dilarikan ke Rumah Sakit Damian Lewoleba. Selama lima hari, ia menjalani  perawatan. Berbagai upaya dilakukan oleh tenaga medis untuk memberikan pertolongan dan perawatan terbaik. Namun pada akhirnya, tubuh Eva tak lagi mampu melanjutkan perjuangan hidupnya. Pada Kamis, 10 September 2026, Eva menghebuskan nafas terakhir.

Perjalanan hidup Eva Sidhu Batafor  adalah kisah tentang seorang perempuan yang ditengah perjuangannya menghadapi penyakit,tetap meilih untuk hadir dan berguna bagi sesama. Riwayat pekerjaannya menunjukan bahwa hidup Eva tidak hanya dihabiskan untuk mencari  nafkah, tetapi juga untuk  mengabdi-melayani urusan sosial kemanusiaan.  ” Bersama Cahaya Tidak Padam Ketika Pemiliknya Pergi. Ia Berpindah dan Tinggal di Banyak Hati”.  Selamat jalan Gadis Cantik, Eva Sidhu Batafor,  Spesialis Lektor dari Lingkungan Stefanus Martir di Altar Tuhan, Gereja Santo Arnoldus Janssen Waikomo, Dekenat Lembata. ***(Karolus Kia Burin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *