Atlet Muda Sikka Borong Medali Emas di Ajang Nasional, Sentil Pemerintah: “Harus Lebih Peka!” SIKKA : WARTA-NUSANTARA.COM— Prestasi gemilang kembali diukir oleh anak-anak muda asal Kabupaten Sikka di kancah nasional. Zavera Lae Luter, atlet taekwondo berusia 13 tahun, sukses menyabet dua medali emas sekaligus dalam Kejuaraan Grade C National Open Tournament Taekwondo Piala Danrem 052/WKR yang digelar di Jakarta dan Tangerang. Namun, di balik tangis haru kemenangan, terselip sebuah pesan menohok untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka. Zavera yang bertanding di bawah bendera Derina Winners Club (DWC) Taekwondo Sikka tampil memukau di dua kategori berbeda. Ia sukses merajai kelas pemula under 44 kilogram dan kelas prestasi pra-kadet under 42 kilogram setelah menumbangkan lawan-lawan tangguh, termasuk atlet dari Cijantung. Bagi Zavera, podium juara bukan hal baru. Ini adalah kompetisi nasional keempat yang ia ikuti, dan ia tidak pernah absen menyumbang medali untuk tanah kelahirannya, Nian Tana. Sayangnya, perjuangan darah dan keringat ini dirasa masih bertepuk sebelah tangan. “Ini sudah kejuaraan keempat yang saya ikuti dan puji Tuhan selalu bisa membawa pulang medali. Tapi kalau soal apresiasi, baik dari sekolah maupun pemerintah, sampai sekarang memang belum ada. Harapannya ke depan pemerintah bisa lebih peka terhadap prestasi kami,” ungkap Zavera jujur. Pernyataan menohok dari seorang remaja 13 tahun ini bukanlah sekadar meminta materi atau uang pembinaan. Ini adalah jeritan hati tentang pentingnya sebuah penghargaan, pengakuan, dan kehormatan atas nama daerah yang mereka usung di dada. Bukan Hanya Zavera DWC Taekwondo Sikka tidak hanya pulang dengan dua emas Zavera. Medali emas lainnya berhasil disabet oleh Vincensia Yuliva Aslinda (15), siswi kelas X SMK Negeri 3 Maumere yang turun di kategori Poomsae Junior. Sementara itu, Paskalia Mafrida Melani Putri (15) juga tampil spartan dan berhasil mengamankan juara ketiga di kelas kyorugi prestasi under 52 kilogram setelah menghadapi lawan-lawan level Pelatnas. Senada dengan rekan-rekannya, Paskalia berharap ada perhatian nyata dari sang pembuat kebijakan. “Perasaan saya sangat terharu dan bangga. Terima kasih untuk Sabeum pelatih dan orang tua yang selalu memberikan dukungan penuh. Soal apresiasi memang belum ada. Harapan saya, mungkin Pak Bupati bisa memberikan bantuan seperti beasiswa untuk atlet yang berprestasi,” tutur Paskalia. Vincensia pun menambahkan, “Kami membawa nama sekolah, nama tim, dan nama kabupaten. Kami berharap perjuangan ini bisa mendapat perhatian yang layak.” Tamparan Keras untuk Pemkab Sikka Pelatih DWC Taekwondo Sikka, Derina da Cunha, membenarkan bahwa anak asuhnya sudah berulang kali mengharumkan nama Sikka. Namun, ia menyayangkan sikap dingin dari pemerintah daerah setempat. “Kalau pemerintah tidak bisa dukung dalam bentuk dana untuk akomodasi, setidaknya menghargai perjuangan para atlet dengan memberikan reward atau beasiswa. Hal itu yang membuat para atlet tambah semangat. Tapi sampai sekarang pemerintah tidak peka,” sentil Derina. Meski merasa diabaikan, Derina terus membakar semangat anak-anak asuhnya agar tidak patah arang dan tetap berlatih demi membanggakan orang tua. Kini, raihan medali emas dari Jakarta ini menyisakan sebuah pertanyaan besar bagi publik: Ketika anak-anak Sikka sudah menumpahkan keringatnya demi mengharumkan nama daerah di level nasional, seberapa jauh Pemkab Sikka mau melangkah untuk memastikan langkah mereka tidak terhenti di sini? Bagi Zavera dan kawan-kawan, jawabannya hanya satu: Pemerintah harus mulai membuka mata dan lebih peka. ***(PelitaDesa/WN0-1) Post Views: 146 Navigasi pos Gubernur NTT Dukung Off-Road Internasional Timor-Leste–NTT, Perkuat Ikatan Persaudaraan