BENIH YANG TUMBUH DI TUTUALA Sepuluh Tahun Komunitas Tutuala · 26 Oktober 2026 Oleh : Mariana Sogen Sepuluh tahun benih mengendap di telapak kaki kami: debu Corolila, jalan pulang menjelang gelap. Daun-daun berbisik. Kami belajar menyimak hingga doa di balik tembok menemukan pintunya. Kami ayunkan parang dan cangkul. Tanah terbelah sedikit demi sedikit telapaknya yang keras. Peluh kami jatuh; tunas mengangkat kepala. Tangan datang, tangan berganti. Yang dahulu menyalakan tungku masih tinggal dalam hangatnya. Dari Lospalos kasih menempuh jalan panjang, sampai ke meja kami sebagai nasi. Tutuala, debu masih melekat di jubah. Esok kami kembali ke kebun, menanam yang kelak menaungi umat-Nya. Tutuala, 10 Oktober 2026 AKAR DI BAWAH KAPEL Mariana Sogen Pada pagi kaulku aku menjawab ya. Angin membuka halaman Injil; lilin menetes di tangan. Akar meraba air dalam gelap. Daun berpaling kepada cahaya. Tak ada tangan mematahkan lehernya. Di lorong, kunci beradu. Seorang saudari memungut namanya yang pecah di lantai. Pagi datang; kursinya tinggal kosong. Di kapel, telapak-Mu terbuka. Kubawa akalku, pelita kecil, dan nama saudari itu ke dalam doa. Aku berlutut. Di bawah ubin, akar perlahan meretakkan batu. Tutuala, 9 Oktober 2026 Post Views: 23 Navigasi pos Tutung Padu di Situs 7 Maret: Dari Enam Hamente, Lembata Belajar Arti Persatuan