• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak
Jumat, Januari 16, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • National
  • Internasional
  • Polkam
  • Hukrim
  • News
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Home
  • National
  • Internasional
  • Polkam
  • Hukrim
  • News
  • Pendidikan
  • Olahraga
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Bertobatlah dan Berilah Dirimu Dibaptis

by WartaNusantara
Desember 6, 2020
in Uncategorized
0
“Barangsiapa Merendahkan Diri dan Menjadi Seperti Anak Kecil Ini, Dialah Yang Terbesar Dalam Kerajaan Sorga.” Yes. 66:10-14b. Injil Mat. 18:1-4
0
SHARES
554
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kotbah Minggu Adven II – B Yes. 40:1-5.9-11;2 Pet. 3:8-14; Injil Mrk. 1:1-8

Oleh : Germanus Atawuwur

Bapak, ibu, saudara, saudari,

KUPANG : WARTA-NUSANTARA.COM- Kita menandai Minggu Adven II ini dengan menyalakan Lilin Ungu II. Lilin Ungu II melambangkan Kesetiaan dan Cinta. Nyala lilin sepanjang minggu adven kedua ini mau mengingatkan dan  menyadarkan kita bahwa kita harus dengan setia dan penuh cinta menanti kedatangan Yesus  kedua kalinya.

Adven, berasal dari kata bahasa Latin Adventus yang berarti kedatangan. Kita menantikan kedatangan Yesus pada hari Natal sekaligus kedatangan-Nya pada akhir zaman.

RelatedPosts

Dapur MBG SPPG 03 Lembata Resmi Beroperasi, Wakil Bupati Lembata Tekankan Kualitas dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Dapur MBG SPPG 03 Lembata Resmi Beroperasi, Wakil Bupati Lembata Tekankan Kualitas dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Lembata Dorong Agroforestri Malapari sebagai Solusi Program Mandiri Energi, Tanpa Konflik Pangan, Didukung Bukti Karbon Terverifikasi

Lembata Dorong Agroforestri Malapari sebagai Solusi Program Mandiri Energi, Tanpa Konflik Pangan, Didukung Bukti Karbon Terverifikasi

Load More

Nada utama masa adven adalah tobat.  Karena itu maka hiasan liturgisnya dominasi warna ungu. bacaan-bacaan khusus di minggu pertama dan kedua adalah ajakan untuk bertobat dan pilihan lagu-lagu pun bernuansa tobat. Simbol-simbol liturgis ini  sebenarnya hendak mengingatkan kita sekalian agar seluruh hidup kita harus selalu berjaga-jaga  selalu waspada, selalu sadar dan tidak larut dalam “tidur panjang

Tentang sikap berjaga-jaga ini Uskup Hilary dari Poiters, seorang Bapa Gereja pernah mengatakan:” Ketidaktahuan kita tentang hari kedatangan Kristus membuat kita senantiasa berhai-hati, berjaga-jaga dan selalu menantikan kedatangan-Nya.” Maka masa adven adalah menantikan Yesus datang “setiap saat.” Hal itulah yang terus memotivasi kita untuk mengejar kekudusan secara privat maupun kolektif   sebagaimana ajakan bacaan-bacaan suci yang kita dengar/baca pada hari ini. “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.

Ajakan pertobatan ini, juah-jauh hari sudah diserukan oleh nabi Yohanis Pembaptis  dalam bahasa simbolis, “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!  Setiap lembah harus ditutup,dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran.” 

Yesaya telah menubuatkan kehadiran Yohanes Pembaptis sebagai Pembuka Jalan, sebagai Perintis Jalan akan hadirnya Sang Mesias, Juru selamat. Yohanes Pembaptis hadir, menggenapi dengan seruan pertobatan. Pertobatan yang menunjuk pada perubahan pikiran, membawa pada kesadaran akan kebenaran, dan akhirnya berdampak pada tindakkan serta tingkah laku.

Pertobatan menjadi syarat mutlak untuk menyongsong kedatangan Yesus pada masa Natal dan kedatangan-Nya kali kedua. Dia yang dinanti-nantikan kedatangan-Nya adalah Penuh Kuasa, Kudus, Mulia dan Agung. Terlampau Kudus, Mulia dan Maha Kuasa-Nya Dia nampak dalam kata-kata Yohanes Pembaptis dalam injil hari ini ” Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.”

Bapa, ibu, saudara, saudari yang terkasih,

Bila  masa adven berarti menantikan Yesus datang “setiap saat” maka sekali lagi, memotivasi kita untuk mengejar  kekudusan, dengan senantiasa  mencintai Tuhan,  sekaligus menjadi energi positif  untuk melibatkan diri berbelarasa, terutama kepada yang miskin, kecil dan menderita, yang sedang dilanda kecemasan dan ketakutan, tidak saja karena ancaman pandemi covid melainkan juga ancaman letusan gunung Ile Ape yang melanda sesama kita.

 Ketika kita masih terbelenggu dalam pandemi corona virus, derita manusia seolah tak berhenti. Kita dikejutkan dengan berita duka meletusnya Ile Tolok, Gunung Ile Ape, yang nun jauh di tanah Lembata, Nusa Tenggara Timur. Penduduk seketika harus menjadi pengungsi. Mendadak mengungsi, meninggalkan segala-galanya demi menyelamatkan nyawa mereka. Mereka terpaksa berteduh di bawah tenda yang sering diguyur hujan. Situasi mereka tentunya memprihatinkan. Ya, sudah jatuh tertimpah tangga pula.

Dalam situasi model inilah maka masa adven tidak berhenti pada merayakan ibadat tobat di dalam gereja. Masa tobat tidak boleh berhenti pada seruan-seruan pertobatan. Masa adven tidak boleh hanya diam untuk merefleksi. Tetapi adven musti memanggil kita untuk pergi. Adven musti mendorong kita untuk keluar dari kemapanan diri lalu pergi untuk berbelarasa, pergi untuk peduli bersesama. Jadi adven adalah panggilan untuk bermisi secara besar dan paripurna.

Sampai di sinilah kemudian saya ingat tulisan Profesor Giovanni Zenone, Profesor Iman dan Budaya. Beliau menulis:

“ Pada saat darurat dengan corona virus ini, kami ingin memberikan AVISO yang penting bagi orang kristen. Corona virus memanggil kita untuk bertobat, tetapi terutama, itu adalah panggilan untuk Misi Besar. Kita tahu bahwa tujuan hidup kita adalah pergi ke surga, dan menyelamatkan jiwa; untuk membawa sebanyak mungkin jiwa ke surga. Secara obyektif, panggilan orang-orang kristen bukan untuk menyelamatkan hidup di dunia ini saja tetapi menyelamatkan hidup untuk selamanya.

Pada saat-saat corona virus sedang mendera manusia seantero jagad, ribuan orang sedang menghadapi resiko kematian sendirian, tanpa Sakramen. Mereka seolah kehilangan bantuan spiritual apa pun, tanpa bantuan orang lain. Penting bagi kita adalah melakukan apa yang  yang ada dalam kekuatan kita untuk menylamatkan jiwa-jiwa orang-orang yang sedang sekarat.

Pertanyaannya adalah, apa yang bisa dilakukan? Pertama-tama, ini merupakan seruan bagi para imam. Gereja mengizinkan bahwa dalam bahaya kematian, seorang imam dapat memberikan absolusi  umum kepada orang-orang yang tidak dapat dilayani secara individual. Ini adalah rahmat yng sangat penting untuk keselamatan jiwa. Karena itu para imam, pergilah ke depan rumah sakit di mana sedang berbaring pasien corona dan lainnya, Berilah pengampunan dari kejauhan. Dengan itu para imam telah mengirimkan ke surga jiwa-jiwa yang telah terselamatkan oleh karena Rahmat Pengampunan.

Awam juga dapat melakukan sesuatu yang luar biasa. Yesus berjanji kepada santa Faustina Kowalska bahwa jika Doa Koronka didoakan di hadapan orang-orang yang sedang sekarat, bahkan jiwa itu tidak percaya kepada Kristus, atau mendoakan di depan orang sekarat yang diketahui memiliki dosa berat dan tidak mengakuinya,  mereka akan diselamatkan Tuhan.

Ini adalah hadiah yang luar biasa  yang dapat dilakukan oleh seorang awam untuk keselamatan jiwa-jiwa yang sedang sekarat. Bila kita tidak dapat hadir di samping tempat tidur pasien itu, kita dapat hadir secara rohani dalam roh. Dalam roh kita bisa melakukan segalanya. Karena itu saatnya kita berikan rahmat  itu secara nyata dalam tindakan nyata, terlebih-lebih di masa adven ini.     

Bila Misi Besar itu sudah kita laksanakan maka kita benar benar sudah mempersiapkan jalan untuk Tuhan. Betapa suci dan salehnya hidup kita. Supaya kita kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.

WartaNusantara

WartaNusantara

Related Posts

Dapur MBG SPPG 03 Lembata Resmi Beroperasi, Wakil Bupati Lembata Tekankan Kualitas dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Uncategorized

Dapur MBG SPPG 03 Lembata Resmi Beroperasi, Wakil Bupati Lembata Tekankan Kualitas dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Dapur MBG SPPG 03 Lembata Resmi Beroperasi, Wakil Bupati Lembata Tekankan Kualitas dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Wakil...

Read more
Lembata Dorong Agroforestri Malapari sebagai Solusi Program Mandiri Energi, Tanpa Konflik Pangan, Didukung Bukti Karbon Terverifikasi

Lembata Dorong Agroforestri Malapari sebagai Solusi Program Mandiri Energi, Tanpa Konflik Pangan, Didukung Bukti Karbon Terverifikasi

Bupati Lembata Desak Reformasi Dana Transfer dan Penguatan Dana Afirmasi untuk Keadilan Fiskal

Bupati Kanis : “Lembata Tertinggi Pelayanan Publik di NTT, Hasil Kerja Kolektif ASN Lintas OPD”

Tobby Ndiwa, Serfolus Tegu dan Kapolres Nagekeo Harus Diproses Hukum Terkait Kebocoran Data Intelijen dan Penyebaran Berita Bohong

Satu Demi Satu “Dosa” Serfolus Tegu Terkuak Catatan untuk Gerombolan Mafia Nagekeo (12)

Natal & Tahun Baru 2026 Bersama Karyawan Dapur MBG Longser : Merajut Semangat Cinta Kasih Bagi Anak Lembata

Natal & Tahun Baru 2026 Bersama Karyawan Dapur MBG Longser : Merajut Semangat Cinta Kasih Bagi Anak Lembata

𝑹𝒖𝒕𝒊𝒏𝒊𝒕𝒂𝒔 (𝒅𝒂𝒏 𝑪𝒉𝒆𝒄𝒌 𝑼𝒑 𝑹𝒖𝒕𝒊𝒏) (𝑰𝒏𝒔𝒑𝒊𝒓𝒂𝒔𝒊 𝑯𝒐𝒎𝒊𝒍𝒊 𝑴𝒊𝒏𝒈𝒈𝒖 𝑷𝒆𝒓𝒕𝒂𝒎𝒂 𝑨𝒅𝒗𝒆𝒏, 30/11/2025)

Bintang Menuntun, Iman Mencari

Load More
Next Post
KPK Tetapkan Menteri Sosial Juliari Tersangka Bansos Covid-19

KPK Tetapkan Menteri Sosial Juliari Tersangka Bansos Covid-19

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ads

Tag

mostbet mostbet UZ Sastra
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak

Copyright @ 2020 Warta-nusantara.com, All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Internasional
  • National

Copyright @ 2020 Warta-nusantara.com, All right reserved

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In