Bupati Lembata Pimpin Apel HUT RI Ke-81 : Mari Bersatu Bangun Lembata Maju, Lestari dan Berdaya Saing LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, SP memimpin apel Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-81 (17 Agustus 1945-17 Agustus 2026) selaku Inspektur Upacara (Irup) di Halaman Depan Kantor Bupati Lembata, Senin, 17 Agustus 2026. Hadir Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, S.Sos, Sekda Lembata, Paskalis Ola Tapo Bali dan Pimpinan OPD dan para ASN, Pimpinan dan Anggota DPRD Lembata, Pimpinan Parpol, Tokoh Masyarakat dan undangan lainnya. Bupati Lembata, Kanis Tuaq dan Wakil Bupati, Muhamad Nasir mengucapkan Dirgahayu HUT RI Ke-81 Media Warta-Nusantara.Com menayangkan secara lengkap Pidato Bupati Lembata sebagai berikut. Sebelum menyampaikan pidato, saya mengajak kita semua untuk mendoakan korban Gempa Bumi di Pulau Flores. Semoga semua korban dan keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, dan perlindungan, serta proses evakuasi, penanganan darurat, dan pemulihan dapat berjalan dengan lancar. Kita juga mendoakan keselamatan jiwa Bapak Drs. Sinun Petrus Manuk, Penjabat Bupati Lembata 2016-2017, yang telah dipanggil Tuhan kemarin di Jakarta. Semoga memperoleh keselamatan kekal, dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kekuatan serta penghiburan dari Tuhan. Perkenankan saya untuk memekik salam kebangsaan Indonesia dan diikuti oleh seluruh undangan dan peserta upacara : MERDEKA…!!! MERDEKA…!!! MERDEKA…!!! Siapa kita ……(oleh Inspektur Upacara) Jawab oleh peserta : Indonesia!!! Indonesia……. (oleh Inspektur Upacara) Jawab oleh peserta : Wajib tetap dijaga!!! Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan penyertaan-Nya, pada hari yang bersejarah ini kita dapat berdiri bersama dalam suasana khidmat, penuh rasa syukur, dan dengan semangat kebangsaan yang menyala, untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Delapan puluh satu tahun yang lalu, para pendiri bangsa memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Sebuah kemerdekaan yang tidak lahir dari pemberian, melainkan diperjuangkan dengan pengorbanan, air mata, darah, keberanian, dan pengabdian tanpa batas. Karena itu, setiap kali kita memperingati Hari Kemerdekaan, sesungguhnya kita tidak hanya mengenang masa lalu. Kita sedang meneguhkan kembali janji kepada masa depan. Janji bahwa kemerdekaan harus terus kita isi dengan kerja nyata. Janji bahwa kemerdekaan harus menghadirkan keadilan dan membuka jalan bagi kesejahteraan. Serta janji bahwa negara harus hadir untuk melindungi, melayani, serta memberikan kesempatan yang adil kepada seluruh rakyat Indonesia. Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini mengusung tema : “INDONESIA BERDAULAT, ADIL, DAN MAKMUR.” Tema ini adalah panggilan kebangsaan yang sangat dalam. Indonesia yang berdaulat berarti bangsa yang berdiri tegak di atas kekuatan dan kemampuan sendiri; berdaulat dalam menentukan arah pembangunan, berdaulat atas sumber daya alamnya, berdaulat dalam menjaga persatuan, serta berdaulat dalam melindungi segenap rakyatnya. Indonesia yang adil berarti pembangunan tidak boleh hanya dinikmati oleh sebagian orang. Tidak boleh ada rakyat yang merasa tertinggal karena berada di pelosok, di pulau-pulau kecil, di wilayah pesisir, atau di desa-desa yang jauh dari pusat pemerintahan. Dan Indonesia yang makmur berarti kemerdekaan harus benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari: ketika anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak, ketika masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu, ketika petani mendapatkan harga yang pantas, ketika nelayan mendapatkan akses pasar dan perlindungan, ketika peternak mampu mengembangkan usahanya, dan ketika setiap keluarga dapat hidup dengan martabat dan harapan. Inilah makna kemerdekaan yang harus kita perjuangkan dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, tugas kita hari ini bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajahan, tetapi tugas kita hari ini adalah melawan kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, ketidakadilan, korupsi, pelayanan publik yang buruk, serta berbagai bentuk ketimpangan yang masih menjadi tantangan pembangunan. Peserta upacara yang saya hormati, Sebagai bangsa yang besar, kita harus menjaga persatuan sebagai kekuatan utama. Kita boleh berbeda pilihan politik. Kita boleh berbeda latar belakang agama, suku, adat, dan budaya. Kita boleh berbeda pandangan dalam melihat persoalan. Tetapi jangan pernah kita kehilangan kesadaran bahwa kita adalah satu bangsa Indonesia. Di tanah Lembata yang kita cintai, nilai persaudaraan telah menjadi kekuatan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Kita memiliki semangat “Taan Tou-Tara Oneq Udeq Laleng Udeq”, semangat untuk saling menghargai, saling menghidupi, dan menempatkan manusia sebagai sesama saudara. Semangat inilah yang harus terus kita hidupkan dalam pembangunan daerah. Pada kesempatan yang bersejarah ini, kita juga patut mengenang jasa para pejuang dan tokoh-tokoh daerah Lembata, yang telah berjuang dengan semangat Taan Tou-Tara Oneq Udeq Laleng Udeq, dalam perjalanan panjang memperjuangkan dan membangun Otonomi Lembata. Perjuangan mereka mengajarkan kepada kita bahwa sebuah daerah tidak dibangun oleh satu orang, satu kelompok, atau satu generasi. Lembata dibangun oleh kerja bersama, oleh pengorbanan banyak orang, dan oleh keberanian untuk memperjuangkan masa depan anak cucu. Karena itu, tugas kita hari ini juga adalah melanjutkan perjuangan tersebut dengan cara kita sendiri : bekerja lebih keras, melayani lebih tulus, mengelola pemerintahan lebih baik, dan memastikan pembangunan benar-benar menyentuh kehidupan rakyat. Dalam perjalanan pembangunan, tentu kita patut bersyukur atas berbagai capaian yang telah kita raih bersama. Di bidang pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Lembata tahun 2025 tercatat mencapai 69,70 poin, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 68,95 poin. Angka kemiskinan mengalami penurunan dari 37.720 jiwa atau 24,22 persen pada tahun 2024 menjadi 36.780 jiwa atau 23,27 persen pada tahun 2025. Kemiskinan ekstrim juga berhasil ditekan signifikan dari 12.598 jiwa atau 8,09 persen pada tahun 2024 menjadi 8.964 jiwa atau 5,67 persen pada tahun 2025. Prevalensi Stunting walaupun masih fluktuatif, namun terus menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun, dengan angka per Juli 2026 sebesar 11,13 % dan akan terus kita turunkan sesuai target tahun 2026 sebesar 7,2%. Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Kabupaten Lembata Tahun 2026 masuk dalam Kategori “Baik” bersama 3 (tiga) kabupaten lainnya se-NTT, yakni Kabupaten Kupang, TTU dan Sabu Raijua. Selanjutnya, Pasar Barter Wulandoni dan Tenun Wate Mea oleh Kementerian Kebudayaan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Tahun 2026. Ekonomi daerah juga mengalami perbaikan, yang ditandai dengan peningkatan PDRB per kapita dari Rp. 15,73 juta pada 2024 menjadi Rp. 16,95 juta pada 2025, kenaikan pengeluaran per kapita masyarakat dari Rp. 896.749 menjadi Rp. 928.218 per bulan, serta penurunan tingkat pengangguran terbuka dari 2,18 persen menjadi 1,37 persen, dan nilai investasi daerah tumbuh dari Rp. 35,62 miliar pada 2024 menjadi Rp. 37,49 miliar pada 2025. Sementara dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pada tahun 2025 realisasi mencapai 100,44 persen atau sebesar Rp. 39.327.712.421,73 dari target Rp. 39.155.373.488, dan pada tahun 2026 ini per 16 Agustus 2026, realisasi PAD kita mencapai Rp. 20.770.284.043,95 atau 47,20 persen dari target Rp. 44 miliar. Untuk kinerja penerimaan pajak PKB dan opsen pajak, Kabupaten Lembata mencatat progres penerimaan sebesar 60,23 persen (kedua tertinggi di NTT); dengan penerimaan pajak PKB dan opsen pajak PKB untuk Kabupaten Lembata per 31 Juli 2026 sebesar Rp. 2.165.993.464. Ini adalah tren positif yang harus kita jaga dan tingkatkan terus dari waktu ke waktu. Di bidang tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah, kita kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk keenam kalinya atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025. Selain itu, kita juga meraih penghargaan Terbaik Pertama Regional Nusa Tenggara dan Maluku dalam kategori Penurunan Tingkat Pengangguran pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026. Kabupaten Lembata juga menjadi salah satu kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil memenuhi kewajiban penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Angaran 2027 secara tepat waktu dan pertama dari kabupaten/kota di NTT. Di sektor pendidikan, dari sisi akademik hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun Pelajaran 2026/2027, Kabupaten Lembata berhasil masuk dalam kelompok 10 besar terbaik di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Capaian-capaian ini adalah buah dari kerja keras kita bersama. Kerja keras Pemerintah bersama semua pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat Lembata. Saya minta kerja sama dan sinergi ini terus kita pertahankan ke depan dalam membangun dan memajukan leu auq-lewotana Lembata tercinta. Untuk menekan inflasi daerah, kita mendukung pelaksanaan Program Pemerintah Pusat melalui Kegiatan Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Pada tahun 2024 kita sudah menyalurkan sembako sebesar 16,4 ton yang terdiri dari beras, gula pasir, bawang merah, dll. Pada tahun 2025 melalui kegiatan yang sama kita juga sudah menyalurkan sembako sebanyak 72 ton atau naik sebanyak 56 ton. Dan di tahun 2026 pada kegiatan yang sama, pemerintah menargetkan sebanyak 175,3 ton beras dan bawang merah. Realisasi sampai semester I tahun 2026 sudah mencapai 120 ton beras dari target 175, 3 ton. Selain program SPHP, pemerintah di tahun 2025 juga menyalurkan bantuan pangan kerja sama dengan Perum Bulog sebanyak 890,94 ton beras dan minyak goreng sebanyak 91.772 liter. Sementara itu di semester I tahun 2026, kita sudah menyalurkan 552,72 Ton beras dan 110.554 liter minyak goreng ke seluruh masyarakat di 9 kecamatan. Untuk mendukung Sambut Baru serentak 1 hari di Kabupaten Lembata, Program SPHP dan bantuan pangan terus dilakukan. Dan pada hari ini, saya akan melaunching bantuan pangan sebanyak 30 kg beras per KK kepada masyarakat sasaran di seluruh Kabupaten Lembata. Kita juga sudah menyalurkan bantuan benih (padi, jagung hibrida dan jagung komposit) sebanyak 8.300 kg pada tahun 2024, dan pada tahun 2025 sebanyak 55.135 kg. Sedangkan rencana tahun 2026, bantuan benih tanaman pangan dari pemerintah ke masyarakat sebanyak 98.145 kg yang akan didistribusikan untuk musim tanam tahun ini. Pada tahun 2026 ini juga akan dilakukan pengembangan tanaman perkebunan yang bersumber dari APBN untuk Jambu Mente seluas 5.100 Ha, Kakao 610 Ha dan Kopi 200 Ha. Selain itu, kita juga telah menyalurkan bantuan sarana/prasarana untuk mendukung sektor perikanan berupa 10 unit Mesin Motor Tempel, 5 unit Mesin Diesel, 150 unit Alat Tangkap Gill net Monofillmen, 15 unit Mesin Kapal Ikan, 135 unit alat tangkap, 8 unit Frezzer Box, dan 59 unit cool box, untuk kelompok nelayan yang tersebar di beberapa desa/kecamatan. Terkait rencana Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), sesuai Surat Keputusan Ketua Satuan Tugas Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Kementerian KKP Tahun 2026, Nomor 1 Tahun 2026, tentang Calon Lokasi KNMP Tahap I Tahun 2026, Kabupaten Lembata mendapat alokasi sebanyak 6 (enam) lokasi, yakni : 1. Kelurahan Lewoleba Tengah Kecamatan Nubatukan; 2. Desa Babokeroang Kecamatan Nagawutung; 3. Desa Wailolong Kecamatan Omesuri; 4. Desa Pantai Harapan Kecamatan Wulandoni; 5. Desa Tapolangu Kecamatan Lebatukan; dan 6. Desa Balauring Kecamatan Omesuri. Di bidang infrastruktur, melalui Inpres Jalan Daerah dilakukan pengerjaan jalan Jalur Tengah segmen Waikomo-Wulandoni sepanjang 27,5 km, di mana sudah dikerjakan sepanjang 21 km dan sisanya sepanjang 6,5 km akan diselesaikan pada tahun 2026 ini. Serta pembangunan 3 Jembatan Garuda Merah Putih pada ruas Tapobaran-Hading Manuq yang sudah diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara Virtual yang dihadiri oleh Bupati Lembata di Kecamatan Lebatukan Desa Lodotodokowa, pada tanggal 13 Agustus 2026. Saat ini juga sementara dilakukan pembenahan dan perbaikan Pelabuhan Waijarang, termasuk mejajaki pengembangan layanan ferry jarak jauh yang menghubungkan Surabaya-LewolebaDaratan Timor/Atapupu atau Pelabuhan Wini, yang menjadi koridor pertumbuhan ekonomi baru di wilayah kepulauan Timur Indonesia. Terhadap semua ini saya minta agar kita terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Desa, Dunia Usaha, dan masyarakat, untuk mengawal pelaksanaan semua program dan kegiatan yang ada, serta menjaga dan memanfaatkan dengan baik semua bantun yang diberikan, agar dapat memberikan manfaat bagi peningkatan ekonomi. Kita juga tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang dihadapi, seperti : tingkat kemiskinan yang masih tinggi, pertumbuhan ekonomi yang masih rendah, Stunting, HIV/AIDS, penyakit menular Tuberkulosis (TB), kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta keterbatasan fiskal daerah. Kita juga harus mengantisipasi perubahan iklim, kekeringan ekstrim, kebakaran hutan dan lahan, serta fenomena El Nino. Untuk itu, kita harus semakin mengembangkan kemandirian ekonomi daerah. Kita harus memperkuat Pendapatan Asli Daerah. Kita harus memperluas basis ekonomi masyarakat. Kita harus mendorong investasi yang sehat dan berkelanjutan. Kita harus memastikan bahwa sumber daya alam kita memberi manfaat bagi rakyat tanpa merusak lingkungan. Pemerintah juga terus mencari solusi mengatasi permasalahan BBM yang sudah menjadi permasalahan dari tahun ke tahun, dengan membangun koordinasi bersama PT. Pertamina, BPH Migas, PT. Patra Niaga, maupun Transportir. Pemerintah juga bersama aparat penegak hukum terus melakukan pengawasan dan penertiban, termasuk melakukan upaya penindakan terhadap pengecer dan penjual BBM bersubsidi. Saya minta dukungan terhadap semua upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan BBM ini, agar cepat terselesaikan sehingga benar-benar tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat. Untuk mewujudkan Visi Pembangunan “MEWUJUDKAN LEMBATA YANG MAJU, LESTARI, DAN BERDAYA SAING”, kita terus mendorong sektor Nelayan-Tani-Ternak sebagai kekuatan utama pembangunan ekonomi rakyat, yang saat ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dan hasilnya sudah mulai dirasakan oleh masyarakat. Peningkatan ini tentu bukan semata-mata kerja pemerintah, tetapi merupakan hasil kerja keras para petani, penyuluh pertanian, penyuluh perikanan, petugas kesehatan hewan, kelompok tani, serta seluruh pihak yang bersama-sama membangun sektor pertanian kita. Pemerintah Kabupaten Lembata akan terus hadir menjamin kesejahteraan petani, peternak dan nelayan. Pada kesempatan ini juga, saya mengucapkan terima kasih kepada DPRD, Forkopimda, BUMN dan BUMD, Lembagalembaga Keuangan, Dunia Usaha, Organisasi Sosial Kemasyarakatan/LSM, Tokoh-tokoh Agama, Tokoh-tokoh Masyarakat, Tokoh-tokoh Pemuda, masyarakat Kabupaten Lembata, serta semua pihak yang terus memberikan dukungan terhadap kerja-kerja pemerintah selama ini. Ke depan, Pemerintah tetap membutuhkan dukungan kita semua. Pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, saya mengajak seluruh masyarakat Lembata untuk kembali memperbarui tekad dan komitmen. Kepada para nelayan, teruslah berlayar dengan keberanian dan harapan. Mari kita jaga laut sebagai sumber kehidupan, agar kekayaan laut Lembata tetap lestari untuk anak cucu kita. Kepada para petani, teruslah mengolah tanah dengan tekun. Mari kita tingkatkan produktivitas, kualitas, dan nilai tambah hasil pertanian dan perkebunan kita. Kepada para peternak, mari kita kembangkan peternakan sebagai kekuatan ekonomi keluarga dan daerah. Kepada generasi muda, saya berpesan: jangan hanya menjadi penonton pembangunan. Jadilah pelaku utama masa depan Lembata. Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kembangkan kreativitas. Bangun kewirausahaan. Jaga karakter dan integritas. Kepada seluruh ASN dan penyelenggara pemerintahan, saya mengajak kita semua untuk memperkuat disiplin, meningkatkan etos kerja, menjunjung tinggi integritas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Lembata saat ini ibarat seorang gadis cantik yang sedang dilirik dunia untuk pengembangan pariwisata di ujung timur kepulauan Flores. Lembata ingin mandiri pangan dan mandiri energi. Mari dalam semangat Taan Tou-Tara Oneq Udeq Laleng Udeq, kita bangun leu auqlewotana dengan potensi dan kekuatan kita sendiri menuju Lembata yang Maju, Lestari dan Berdaya Saing. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! Merdeka…! Merdeka…! Merdeka…! Siapa kita ……(oleh Inspektur Upacara) Jawab oleh peserta : Indonesia!!! Indonesia……. (oleh Inspektur Upacara) Jawab oleh peserta : Wajib tetap dijaga!!! Terima kasih. Wassalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Om Santi Santi Santi Om. BUPATI LEMBATA, KANISIUS TUAQ, S.P (Warta-Nusantara.Com) Post Views: 19 Navigasi pos Gubernur Melki Koordinasi Pemerintah Pusat Percepatan Penanganan Gempa Flores