Dominikus Dalu Kumanireng : Lembaga Pendidikan Anugerah Kasih, “Mencerdaskan Generasi Muda Lembata Penuh Kasih”
LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM– Siapa tak kenal, Yayasan Lembaga Pendidikan (YLP) Anugerah Kasih di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata. Letaknya sungguh stategis dan tanpan. Betapa tidak. Berada di Puncak Bukit, Jalan Perumnas Lamahora, Lewoleba. Menariknya, YLP Anugerah Kasih menaungi dua lembaga pendidikan sekalugus. Yakni, SMP Swasta dan SMA Swasta Anugerah Kasih. Lembaga pendidikan itu menjadi sangat populer karena ‘dihuni” pelajar dari pelbagai wilayah dan “Jebolan” dari sekolah lainnya.


Kepala SMP dan SMA Anugerah Kasih Lembata, Dominikus Dalu (Kumanireng) kepada Warta-Nusantara.Com, Rabu, 8 April 2026 diruang kerjanya mengungkapkan catatan historis, cikal bakal berdirinya lembaga pendidikan miliknya tersebut.
Domi Kumanireng, begitu nama populernya menuturkan, Tahun 1998 untuk pertama kali meninjakan kakinya di bumi Lembata. Bebekal pendidikan SMA PGRI Boru, Flores Timur lantas melamar menjadi seorang guru di SMP PGRI Lewoleba dibawah pimpinan Simon Geletan Krova dan diterima. Seiring dengan berjalannya waktu, Domi Kumanireng sering menyusuri jalan-jalan di Kota Lewoleba dengan bersepeda. Ia menyaksikan sendiri begitu banyak siswa yang duduk Deker dan nongkrong di tepi jalan . Kondisi sosial ini tidak boleh dibiarkan. Ia pun menyapa mereka dan menanyakan apa gerangan berseragam sekolah tapi tidak sekolah dan berada disini.




Para siswa itu juga jujur mengungkapkan masalah ekonomi, orangtua tidak mampu atau karena kasus sehingga dikeluarkan dari sekolah. “Saya sungguh tersntuh hati ketika mendengarkan keluhan hati pera siswa itu. Muncul niat mulia. Akhirnya bertekat mendidikan dua Sekolah PAUD dan dua lembaga pendidikan menengah ini pada tahun 2010 “, ungkap Domi Kumanireng.
Berbekal niat tulus mendidik generasi muda Lewotana Lembata, Domi Kumanireng lantas mengontrak Gedung SMP dan SMA PGRI Lewoleba untuk memulai proses belajar mengajar para siswa. Bahkan ia begitu berani membebaskan para siswa dari uang sekolah alias sekolah gratis. ” Kita mesti berani melakukan sesuatu di dunia pendidikan. Jangan melihat kondisi sekarang dengan keterbatasan. Namun harus melihat dengan visi jauh ke depan”, tekad Domi Kumanireng.



Tahun 2015, tutur Domi Kumanireng, jumlah siswa SMP dan SMA makin banyak bagaimana pun juga perlu disiapkan lahan untuk pembangunan gedung sekolah. Namun kondisi keuangan Yayasan Anugerah Kasih ketika itu sangat tidak cukup. Tapi rupanya berkat Tuhan datang pada saat kita mengalami kesulitan. Ketika itu, saya dan ibu hendak ke Bank BNI Lewoleba untuk mencek Dana Operasional Pendidikan (BOP). Ternyata, ada sejumlah dana mengalir ke Buku Rekening ibu Kumanireng senilai Rp 32.500.000. Tapi anehnya, tidak ada nama pengirim uang tersebut.



Untuk mencairkan dana tersebut justeru mengalami kesulitan. Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata justeru tidak berani mencairkan dana itu karena tanpa pengirim yang jelas. Dikhawatirkan suatu ketika bermasalah jika dicairkan. Berangkat dari niat tulus dengan kekuatan doa kita para hambahNya, Tuhan menuntun jalan terang. Akhirnya dana itu dapat dicairkan berkat rekomendasi dan tanda tangan seorang pejabat di Dinas Pendidikan Lembata.
Menurut Domi Kumanireng, dengan dana yang terbatas ini, pihaknya membeli sebidang tanah dan mulai membangun secara bertahap sejumlah lokal gedung. Tahun 2025-2020 selalu mendapat dana bantuan dari Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat. Tuhan sungguh baik. Pada tahun 2025, YLP Anugerah Kasih kembali mendapat bantuan pemerintah Pusat dana sebesar Rp 2,5 Miliar untuk membangun 4 ruang kelas.



Sebagaimana diketahui pada awal sekolah itu dibangun, para siswa tidak dipungut biaya pendidikan. Namun baru pada tahun 2026 ditetapkan uang sekolah untuk siswa SMP/tahun sebesar Rp 250.000., dan untuk siswa SMA/tahun Rp 500.000., Kemudian pada tahun 2018 adanya perubahan kenaikan untuk SMP/tahun Rp 500.000 dan SMA/tahun Rp 800.000
Lembaga pendidikan Anugerah Kasih saat ini terakredisasi A dengan fasilitas gedung, peralatan cukup memadai dan didukung sebanyak 43 guru dan pegawai. “Sejak awal tekad membangun sekolah ini bukan untuk tujuan bisnis. Tapi berniat tulus mencerdaskan anak bangsa, Lewotana Lembata. Prinsipnya melayani penuh kasih. Managemen sekolah ini transparan. Biaya operasional berjalan baik dan gaji guru pegawai lancar. Kini, sedikitnya 1300 lulusan dari sekolah ini dan telah berkarya dimana saja. Saya bangga dan bahagia”, ujar Domi Kumanireng.
Lembaga pendidikan ini juga menyiapkan asrama dengan daya tampung 20 siswa dan dibawah asuhan dua ibu asrama. Uniknya, asrama ini tidak memungut biaya. Namun makan diatur sendiri oleh para siswa dibawah pendampingan ibu asrama.
Ketika disinggung soal nama “Anugerah Kasih”, sebuah nama penuh makna yang bernuasa religius. Domi Kumanireng sang pemilik Anugerah Kasih mengungkapkan bahwa nama itu adalah “Berkat Kasih dan Pemberian dari Tuhan melalui mimpi ketika menginap di Hotel Yunior Kupang. Bertepatan dengan penerimaan Surat Keputusan (SK) pendirian sekolah tersebut.
“Saya teringat dengan nasehat Pater Bomans,SVD, ” Suatu kelak, kamu akan menjadi manusia, yang terpenting menghormati apa yang menjadi hak pribadi dan menjadi hak orang orang lain”. Nasehat penuh makna ini senantiasa menjiwai seluruh proses kehidupan dan pedoman bagi pengelolaan Yayasan Lembaga Pendidikan anugera Kasih”, ungkap Domi Kumanireng . ***(Karolus Kia Burin)












