• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, Februari 10, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • National
  • Internasional
  • Polkam
  • Hukrim
  • News
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Home
  • National
  • Internasional
  • Polkam
  • Hukrim
  • News
  • Pendidikan
  • Olahraga
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Gubernur NTT Pukul Bupati Tak Mampu Turunkan Stunting

by WartaNusantara
Maret 4, 2022
in Uncategorized
0
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat Positif Covid-19
0
SHARES
778
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gubernur Viktor Sudah Ijin Presiden

KUPANG : WARTA-NUSANTARA.COMĀ – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, mengaku telah meminta izin kepada Presiden Joko WidodoĀ untuk memukul bupati yang tidak mampu menurunkan angka stunting. Hal itu disampaikan Viktor dalam acara sosialiasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Indonesia (RAN Pasti) yang digelar di Hotel Aston Kupang, Jumat (4/3/2022). Viktor mengaku meminta izin kepada Jokowi saat Jokowi berkunjung ke wilayah Pulau Sumba beberapa waktu lalu.

“Waktu Pak Presiden datang ke Sumba, beliau bilang, 14 persen nasional untuk stunting di tahun 2024. Saya minta izin, kalau umpama sudah tidak bisa tidak diajar lagi saya pukul. Pak Presiden jawabnya begini, perlu itu. Jadi buat para bupati mohon maaf jadi kalau stunting tidak turun-turun saya pukul,” kata dia.

“Jadi saya minta izin presiden dulu sebelum saya pukul,” sambung Viktor. Selain itu, Viktor juga menginginkan agar Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dikurangi bagi kabupaten yang masih tinggi angka stunting. Viktor juga merasa malu karena NTT dikenal dengan kemiskinan dan angka stuntingnya yang tinggi. Viktor pun mengajak semua pihak untuk bekerja maksimal dalam pengentasan kemiskinan dan menurunkan angka stunting.

“Mulai hari ini, saya perintahkan kepada semua jajaran saya dan kepada seluruh kepala daerah se-NTT untuk menggunakan data akurat yang dimiliki Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam memetakan keluarga yang memiliki anak stunting dan keluarga yang berpotensi stunting,” kata dia. Baca juga: Berdamai dengan Tokoh Adat Sumba Timur, Gubernur NTT Minta Maaf “Data tentang keluarga yang by name by address milik BKKBN sangat memudahkan kita untuk melakukan intervensi kepada keluarga yang berpotensi stunting,ā€ sambung Viktor.

RelatedPosts

Ketua Komisi Informasi NTT Apresiasi Peraturan Bupati Flores Timur Tentang Pengelolaan dan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi Publik

YBRĀ  DAN TIKUS DI RUMAH SUCI

Catatan Lepas dari Pelatihan Public Speaking & Homiletik Paroki Santo Arnoldus Bekasi

Catatan Lepas dari Pelatihan Public Speaking & Homiletik Paroki Santo Arnoldus Bekasi

Load More

Menurut Viktor, tidak ada cara lain untuk menurunkan angka stunting selain berkolaborasi dengan semua kalangan di NTT. Viktor tidak ingin ada kepala daerah yang hanya duduk di kantor saja. Menurutnya, kepala daerah harus turun langsung ke desa-desa untuk memonitor langsung soal stunting di daerahnya masing-masing.

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, menyebutkan, persoalan stunting di NTT bisa ditangani bersama antara pusat dengan daerah, antara BKKBN selaku ketua pelaksana percepatan penurunan stunting nasional dengan sejumlah kementerian dan lembaga bersama jajaran pemerintahan daerah.

Hasto menyebut, dana untuk perurunan angka stunting telah tersedia dari pusat dan bisa dibagi ke semua kabupaten dan kota yang ada di NTT.

ā€œDukungan dan komitmen tegas dariĀ Gubernur NTTĀ ini menunjukkan bahwa percepatan penurunan stunting di NTT pada khususnya dan Indonesia pada umumnya sudahĀ on the track. BKKBN memiliki 4.298 Tim Pendamping Keluarga (TPK) di NTT yang jika disetarakan berjumlah 12.894 orang. Apalagi jika TPK dikolaborasikan dengan 75 perguruan tinggi yang ada di NTT dengan program kampus merdeka, maka akan menghasilkan pola kerjasama yang dahsyat untuk ikhtiar kita mempercepat penurunan stunting di NTT,ā€ jelas Hasto.

Berdasar Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, masih ada 15 kabupaten di NTT berstatus merah. Penyematan status merah tersebut berdasarkan prevalensi kasus stunting yang masih di atas 30 persen.

Ke-15 kabupaten tersebut adalah Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Alor, Sumba Barat Daya, Manggarai Timur, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Belu, Manggarai Barat, Sumba Barat, Sumba Tengah, Sabu Raijua, Manggarai, Lembata dan Malaka.

Bahkan, Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara memiliki prevalensi di atas 46 persen.

Sementara sisanya, tujuh kabupaten dan kota berstatus kuning dengan prevalensi 20 hingga 30 persen. Yakni Kabupaten Ngada, Sumba Timur, Negekeo, Ende, Sikka, Kota Kupang serta Flores Timur.

Bahkan tiga daerah seperti Kabupaten Ngada, Sumba Timur dan Ngekeo mendekati status merah.

Tidak ada satupun daerah di NTT yang berstatus hijau yakni berpravelensi stunting antara 10 hingga 20 persen. Apalagi berstatus biru untuk prevalensi stunting di bawah 10 persen. (Kps.Com/WN-01)

WartaNusantara

WartaNusantara

Related Posts

Ketua Komisi Informasi NTT Apresiasi Peraturan Bupati Flores Timur Tentang Pengelolaan dan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi Publik
Uncategorized

YBRĀ  DAN TIKUS DI RUMAH SUCI

YBRĀ  DAN TIKUS DI RUMAH SUCI Olrh : Germanus Attawuwur Warga Nusa Tenggara Timur, Tinggal di Kota Kupang. Ā WARTA-NUSANTARA.COM--Ā  Penulis...

Read more
Catatan Lepas dari Pelatihan Public Speaking & Homiletik Paroki Santo Arnoldus Bekasi

Catatan Lepas dari Pelatihan Public Speaking & Homiletik Paroki Santo Arnoldus Bekasi

Wagub Johni Asadoma : Advokat itu Profesi Mulia

Wagub Johni Asadoma : Advokat itu Profesi Mulia

DPC Partai Gerindra Lembata Gelar Doa Syukur HUT Atas PerJuangan Partai Membangun Bangsa dan Kesesejahteraan Rakyat

DPC Partai Gerindra Lembata Gelar Doa Syukur HUT Atas PerJuangan Partai Membangun Bangsa dan Kesesejahteraan Rakyat

Forum Rakyat Resah dan Gelisah Desak Kapolres Sikka Audensi Terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang

Forum Rakyat Resah dan Gelisah Desak Kapolres Sikka Audensi Terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Selatan Gelar Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia Bagi ASN

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Selatan Gelar Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia Bagi ASN

Load More
Next Post
Korupsi Awulolong, Abraham Divonis 2 Tahun, Mido dan Silvester 1,3 Tahun Penjara

Korupsi Awulolong, Abraham Divonis 2 Tahun, Mido dan Silvester 1,3 Tahun Penjara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ads

Tag

mostbet mostbet UZ Sastra
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kontak

Copyright @ 2020 Warta-nusantara.com, All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Polkam
  • Internasional
  • National

Copyright @ 2020 Warta-nusantara.com, All right reserved

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In