Kabar Baik bagi Warga Manggarai Timur: Harga Minyak Goreng dan Mie Instan Turun Drastis, Disparitas Berhasil Ditekan! BORONG : WARTA-NUSANTARA.COM— Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur terus berkomitmen menjaga stabilitas daya beli masyarakat melalui pemantauan ketat harga pasar. Berdasarkan laporan resmi Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian per Kamis, 27 Agustus 2026, sejumlah komoditas bahan pokok (sembako) mengalami penurunan harga yang signifikan dibandingkan dua hari sebelumnya. Pemantauan berkala ini menyasar 15 toko mitra yang tersebar di wilayah Manggarai Timur, terdiri dari 11 minimarket atau toko besar dan 4 toko bangunan. Hasilnya menunjukkan tren positif pada komoditas minyak goreng dan mie instan, di mana ketimpangan harga (disparitas) antar-toko berhasil dipangkas secara drastis. Minyak Goreng dan Mie Instan Alami Penurunan Signifikan Salah satu pencapaian terbesar dalam pemantauan pekan ini adalah penurunan drastis harga Minyak Kita (kemasan 1 liter). Rata-rata harga komoditas ini turun sebesar 28,9%, dari sebelumnya Rp 19.000 menjadi Rp 13.500 per liter. Bahkan, warga bisa mendapatkan harga termurah senilai Rp 10.000 per liter di Toko Ritalux. Penurunan juga terjadi pada Minyak Bimoli Premium (1 liter) yang turun dari rata-rata Rp 28.833 menjadi Rp 27.178 per liter, dengan harga terendah Rp 23.000 di Toko Pancaran I. Selain minyak goreng, disparitas harga mie instan (Indomie 1 dos) berhasil ditekan secara luar biasa dari 52,17% menjadi hanya 1,69%. Rata-rata harga per dos kini lebih ramah di kantong, turun dari Rp 121.200 menjadi Rp 119.000. Sementara itu, untuk komoditas pangan utama lainnya seperti Beras SUMO dan Telur Ayam Ras terpantau stabil. Beras SUMO bertahan di rata-rata Rp 21.950 per kilogram dengan selisih harga antartoko yang sangat tipis (4,1%). Telur Ayam Ras juga stabil di angka Rp 55.888 per papan. Waspada Lonjakan Harga Gula Pasir Meski mayoritas harga kebutuhan pokok melandai, pemerintah memberikan perhatian khusus pada komoditas Gula Pasir Kemasan (1 kg). Rata-rata harga gula pasir mengalami kenaikan dari Rp 18.425 menjadi Rp 21.000 per kilogram. Pemerintah juga menemukan adanya disparitas harga yang cukup tinggi mencapai 44,4% untuk komoditas ini. Sebagai perbandingan, Toko Wiwaha menjual seharga Rp 18.000, sedangkan Manggarai Mart menjual dengan harga tertinggi mencapai Rp 26.000. Ketimpangan serupa juga terjadi pada produk Susu SGM 400g, dengan selisih harga mencapai 42,8% antara Indomaret Borong (Rp 45.500) dan Widy Kembur (Rp 65.000). Tindakan Tegas Pemerintah Daerah Merespons temuan tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Manggarai Timur menegaskan akan segera mengambil langkah konkret demi melindungi konsumen. Pihak dinas dijadwalkan segera melakukan inspeksi dan pengecekan langsung ke lapangan, khususnya bagi toko-toko yang menjual Gula Pasir Kemasan jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau rata-rata pasar, seperti Manggarai Mart. Selain melakukan sidak, Pemkab Manggarai Timur juga akan terus meningkatkan pemantauan berkala serta memperkuat penyeimbangan rantai pasok minyak goreng dan beras. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas harga pangan jangka panjang dan menjaga daya beli seluruh lapisan masyarakat Manggarai Timur. ***(PelitaDesa/WN-01) Post Views: 19 Navigasi pos Bank NTT Hadir di Wulandoni, Pemerintah Dorong Kawasan Selatan Lembata Tumbuh sebagai Sentra Ekonomi Baru