Kemenag Lembata Perkuat Sinergi Kelembagaan Hindu, Tanam Bibit Pohon di Pura Satria Nantha LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Lembata memperkuat sinergi dengan lembaga keagamaan Hindu melalui koordinasi yang dirangkai dengan penanaman bibit pohon di Pura Satria Nantha Lewoleba sebagai bentuk penguatan implementasi ekoteologi di lingkungan rumah ibadah, pada Jumat (28/8/2026). Kemenag Lembata Perkuat Sinergi Kelembagaan Hindu, Tanam Bibit Pohon di Pura Satria Nantha Kegiatan yang dihadiri Penyelenggara Hindu dan Buddha Kemenag Lembata, Pancami Taruna Sulistyo Samosir bersama staf, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Lembata, I Putu Sumantara bersama jajaran pengurus, Ketua Banjar Bali Lembata, I Wayan Gunarsa bersama pengurus, Pinandita Putu Yogi, serta umat Hindu bertujuan untuk memetakan kebutuhan umat sekaligus membangun langkah bersama dalam mendukung pendidikan keagamaan dan keberlanjutan kegiatan keumatan. Ketua PHDI Kabupaten Lembata, I Putu Sumantara mengapresiasi ruang dialog yang dibangun bersama Kantor Kemenag Lembata. Ia berharap perhatian terhadap kehidupan keagamaan umat Hindu, khususnya dalam bidang pendidikan, dapat terus diperkuat. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah keberlangsungan pendidikan keagamaan Hindu di pasraman. Putu menyampaikan, dalam dua tahun terakhir, siswa Hindu di Lembata belum memperoleh pendampingan pembelajaran agama Hindu secara optimal, baik di sekolah umum maupun pasraman. Ia berharap Kementerian Agama melalui Penyelenggara Hindu dapat memberikan dukungan terhadap keberlangsungan pembelajaran di pasraman, baik melalui dukungan moril maupun materiil. Menanggapi hal tersebut, Pancami mengajak PHDI, banjar, pinandita, dan umat Hindu untuk memperkuat komunikasi serta pendataan umat secara bersama-sama. Menurutnya, data yang akurat menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam memahami kondisi umat dan menentukan program yang tepat sasaran. “Kami sebagai unsur pemerintah harus mengetahui kendala yang dihadapi umat Hindu. Dengan data yang lengkap dan mutakhir, kita dapat melihat permasalahan secara lebih jelas dan mencari jalan keluar sesuai kebutuhan di lapangan,” ungkap Pancami. Ia menjelaskan, pendataan tidak hanya mencakup jumlah umat, tetapi juga siswa Hindu, keberadaan pasraman, organisasi keagamaan, serta kebutuhan pembelajaran. Data tersebut nantinya dapat menjadi pijakan dalam menyusun langkah penguatan pendidikan keagamaan Hindu, termasuk menghidupkan kembali kegiatan pembelajaran di pasraman. Di sisi lain, Pancami menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu menjadi bagian dari kehidupan keagamaan. Karena itu, gerakan ekoteologi di lingkungan pura diharapkan tidak berhenti pada penanaman pohon, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan dan gerakan bersama secara berkelanjutan. “Menjaga lingkungan pura adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama. Apa yang ditanam hari ini harus dirawat agar memberikan manfaat bagi umat dan lingkungan dalam jangka panjang,” ujarnya. Usai kegiatan dialog, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon mangga dan kelapa di lingkungan Pura Satria Nanta. Penanaman dilakukan secara bersama-sama oleh Penyelenggara Hindu, Ketua PHDI dan umat Hindu. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembersihan lingkungan pura sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan, kelestarian lingkungan, dan kenyamanan tempat ibadah. Melalui kegiatan tersebut, Kemenag Lembata mendorong agar sinergi dengan lembaga keagamaan Hindu terus dibangun melalui komunikasi yang rutin, penguatan data, kepedulian terhadap lingkungan, serta perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan keagamaan. Upaya tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih responsif dan sesuai kebutuhan umat Hindu di Kabupaten Lembata. #RAM/Sarinita Post Views: 13 Navigasi pos Akhiri Ketidakpastian Pengukuran Tanah, BPN Lembata Luncurkan Sistem FIFO Terjadwal