Kemenag Lembata Tegaskan Penguatan Peran Majelis Taklim, BKMT Lembata Gelar Rapat Evaluasi Program Kerja

Kemenag Lembata Tegaskan Penguatan Peran Majelis Taklim, BKMT Lembata Gelar Rapat Evaluasi Program Kerja

LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM—  Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Lembata menggelar rapat evaluasi program kerja tahunan, dengan fokus utama meninjau pelaksanaan kegiatan Halal bi Halal. Pertemuan yang berlangsung di Aula MTsN 2 Nubatukan ini menjadi momentum strategis untuk menegaskan kembali peran vital majelis taklim dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat, sejalan dengan arahan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata yang disampaikan Kepala Seksi Bimais Kemenag Lembata.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Lembata, H. Abd. Aziz M.K. Djou, S.HI., didampingi Kepala Seksi Pendidikan Islam, Abdul Rauf Afwa, S.Ag. Kehadiran pejabat Kemenag tersebut turut disertai jajaran pengurus harian BKMT dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Lembata, menandai adanya komitmen kuat lintas pihak untuk memajukan organisasi dan memperluas manfaatnya bagi umat.

Dalam penyampaian arahannya, H. Aziz menegaskan posisi BKMT sebagai mitra utama dan strategis bagi Kemenag dalam menjalankan pembinaan keagamaan. “Melalui peran penyuluh agama Islam, kami berharap keberadaan majelis taklim tidak sekadar menjadi tempat belajar agama, tetapi berkembang menjadi pusat pemberdayaan perempuan serta garda terdepan pembentukan ketahanan keluarga Islami yang kokoh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala Bimais Kemenag Lembata mengingatkan bahwa BKMT Kabupaten Lembata kini telah memasuki usia ke-17 tahun, sebuah fase kedewasaan organisasi yang harus ditandai dengan kemajuan kinerja dan tanggung jawab yang lebih besar. Ia kemudian menjelaskan tiga pilar utama kedewasaan yang wajib diwujudkan BKMT, antara lain:

Pertama: Kemampuan mengelola masalah internal merupakan poin terpenting dalam suatu organisasi yang diharapkan mampu menangani, merespons, dan menyelesaikan setiap permasalahan internal secara bijak, beretika, dan bermartabat. Kedua: Kemandirian pengayaan potensi yang menunjukkan bahwa BKMT harus memiliki daya mandiri dalam menggali, mengembangkan, dan mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki dari dalam organisasi. Ketiga: Komitmen memberikan dampak nyata merupakan pengejawantahan dari talenta yang mewujudkan manfaat nyata bagi masyarakat, mulai dari pembentukan keluarga sakinah, penguatan ekonomi keluarga, hingga peran aktif dalam isu-isu penting seperti perlindungan hak-hak anak dan perempuan.

Arahan tersebut disambut positif oleh seluruh pengurus BKMT Lembata yang hadir. Mereka berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh hasil evaluasi dan masukan yang disampaikan, guna memperbaiki kinerja serta memperluas jangkauan manfaat organisasi.

Rapat evaluasi berlangsung dalam suasana lancar dan konstruktif, yang ditutup dengan sesi diskusi mendalam antar peserta. Diharapkan, hasil pertemuan ini menjadi landasan kuat agar BKMT Lembata terus eksis, berkembang, dan semakin berperan besar dalam membina majelis taklim serta memberdayakan umat di wilayah Kabupaten Lembata.

Di sela-sela rapat evaluasi program kerja tahunan seorang peserta yang tidak mau namanya dipulikasikan, menyampaikan harapan bahwa “Rapat Evaluasi dan program Kerja Tahunan jangan hanya menjadi tumpukan dokumen saja, namun hal penting adalah progres kegiatan BKMT pada setiap Kecamatan yang ada” Saat awak kami mendekatinya.

#RAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *