Lembata Boxing Camp Dibuka, Ruang Baru Generasi Muda Lembata Meniti Karier Tinju LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Kehadiran Lembata Boxing Camp di Bluwa, Kelurahan Lewoleba, Kabupaten Lembata, membuka ruang baru bagi generasi muda daerah yang ingin mengembangkan bakat dan meniti karier di dunia tinju. Sasana tinju tersebut baru saja diresmikan Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir, pada Sabtu (13/9/2026), dihadiri Wakil Ketua I DPRD Lembata Fransiskus Xaverius B. N., bersama dua anggota DPRD dari PDIP dan PAN, serta Ketua KONI Lembata Jimmy Sunur, menunjukkan bukti kuat dukungan publik Lembata. Pemerintah daerah mengapresiasi langkah Willem Lojor membangun pusat pembinaan tinju yang tidak hanya diarahkan untuk mencetak atlet berprestasi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan mental, disiplin, karakter, dan ketahanan fisik anak muda. Wakil Bupati menilai kehadiran sasana tersebut menjadi kesempatan bagi potensi-potensi muda Lembata untuk ditempa secara terarah. Selain itu, sebagai salah satu sarana untuk menempah kualitas sumber daya manusia. “Berbicara kualitas sumber daya manusia, ruang ini merupakan bagian daripada pendidikan Candradimuka untuk menata masa depan Lembata menuju Indonesia Emas dua ribu empat puluh lima,” ungkap Wabup Nasir. Ia melihat kehadiran sasana tinju merupakan bagian dari sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia dan laboratorium pendidikan karakter. “Tempat yang kecil ini bagian daripada laboratorium pendidikan karakter. Karena sesungguhnya tinju itu bukan sekedar olahraga menerima pukulan dan memberikan pukulan tetapi sejatinya adalah tempat menempah diri. Kita dilatih ketahanan mental, karakter dibentuk secara baik,” jelas Wabup Nasir. Lanjutnya, “Integritas, abis itu mental, abis itu moral, anak-anak nakal diakomodasi sehingga mereka melakukan kegiatan-kegiatan positif. Ini merupakan modal pembangunan Lembata yang kita cintai bersama.” Pemilik King Lembata Boxing Camp Jakarta, Willem Lojor, mengatakan pendirian sasana ini berangkat dari keprihatinannya terhadap persoalan sosial yang dihadapi anak muda, terutama kenakalan remaja dan perkelahian antarpelajar. “Mendirikan sasana tinju untuk menjawab persoalan karena anak-anak sering tawuran,” kata Willem. Menurut dia, keberhasilan pembinaan tidak semata-mata diukur dari berapa banyak anak yang kelak menjadi atlet. Yang lebih penting adalah terbentuknya karakter dan mental sejak usia dini. “Biar mereka tidak menjadi atlet, yang penting mental dan karakter mereka terbina dari usia dini,” ujarnya. Willem bukan nama baru dalam dunia tinju Indonesia. Ia telah berkecimpung dalam olahraga adu jotos tersebut selama puluhan tahun dan mendirikan King Lembata Boxing Camp pertama di Jakarta pada 1992. Sasana itu diresmikan Bupati Lembata Andreas Duli Manuk. Pengalamannya juga mencakup dunia promotor tinju profesional. Hingga kini, Willem tercatat telah menjadi promotor dalam 28 pertandingan tinju. Dari perjalanan panjang tersebut, ia menunjukkan bahwa olahraga tinju dapat menjadi jalan pembinaan sekaligus pilihan masa depan bagi anak-anak muda. Ia mencontohkan salah satu petinju binaannya, Carlos Obisuru, asal Larantuka, Flotim yang baru saja meraih kemenangan angka dalam pertandingan yang disiarkan TVRI. Perjalanan itu, kata Willem, tidak dibangun secara instan. Ketekunan, keuletan dan kesabaran, serta dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dari proses panjang tersebut. Dukungan juga datang dari pengusaha Suhardi Sasmita dan legislator dari Papua asal Lembata, H. Sulaeman Hamsa. Suhardi, yang sebelumnya memberi ruang kerja bagi anggota Lembata Sekuriti di perusahaannya, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap generasi muda Lembata melalui dukungan terhadap pembangunan Lembata Boxing Camp di Lewoleba. Willem berharap dukungan serupa terus mengalir dari pemerintah daerah, DPRD, dan dunia usaha lokal. Menurut dia, keberadaan sasana ini merupakan langkah awal untuk membangun ekosistem pembinaan tinju yang berkelanjutan di Lembata. Dengan fasilitas dan pembinaan yang mulai tersedia di daerah sendiri, anak-anak muda Lembata kini memiliki pilihan untuk mengasah bakat tanpa harus lebih dahulu meninggalkan daerah. Sasana itu diharapkan menjadi tempat mereka belajar bahwa kekuatan seorang petinju bukan hanya terletak pada pukulan, tetapi juga pada disiplin, pengendalian diri, ketekunan, dan karakter. *** (Prokompimkablembata) Post Views: 15 Navigasi pos Sasana Tinju Pertama di Lembata : Menyalurkan Energi Jalanan Menuju Ring Prestasi