“Lompatan Jauh Flores Timur”, DLH Perkuat Layanan Publik Lewat Kebersihan Kota
LARANTUKA : WARTA-NUSANTARA.COM-— Pemerintah Kabupaten Flores Timur mempercepat peningkatan layanan publik melalui penguatan kebersihan kota dalam program pembangunan “Lompatan Jauh Flores Timur”, di Larantuka.




Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Flores Timur mengarahkan tata kelola kebersihan sebagai indikator kualitas pelayanan publik sekaligus citra daerah di ruang sosial masyarakat. Kepala DLH Flores Timur, Servulus Satel Demoor, menilai kebersihan kota berkaitan langsung dengan persepsi publik terhadap kinerja pemerintah.
“Kota yang bersih menunjukkan kualitas pelayanan pemerintah. Petugas memiliki peran penting menjaga standar itu melalui disiplin dan tanggung jawab kerja,” kata Servulus dalam wawancara usai rapat kerja bersama petugas kebersihan.
Ia menjelaskan, pengelolaan kebersihan memerlukan sistem kerja kolektif yang terorganisasi melalui koordinasi lapangan, kekompakan tim, serta dukungan antarpersonel agar lingkungan tetap sehat dan layak huni.




“Kerja sama tim di lapangan menjadi penentu keberhasilan menjaga kebersihan kota secara berkelanjutan,” katanya.
DLH juga menekankan pentingnya etika kerja aparatur, termasuk integritas dan profesionalisme dalam menjalankan pelayanan publik guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Servulus mengajak masyarakat terlibat aktif menjaga kebersihan lingkungan agar upaya pemerintah berdampak luas dan berkelanjutan melalui perubahan perilaku kolektif warga.




Kebijakan kebersihan tersebut berjalan seiring penataan birokrasi Pemerintah Kabupaten Flores Timur yang melantik 123 pejabat administrator dan pengawas pada 12 Januari 2026 di Aula Setda Flores Timur.
Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, menyebut pengisian jabatan telah melalui rekomendasi Badan Kepegawaian Negara sebagai dasar hukum penetapan struktur organisasi.
“Pengisian jabatan ini penting untuk memastikan roda pemerintahan berjalan efektif sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Doni Dihen.



Ia menambahkan, penataan jabatan membuka ruang pengembangan karier aparatur sipil negara melalui promosi dan mutasi internal sekaligus menjawab kebutuhan organisasi yang dinamis.
“Birokrasi perlu adaptif. Penempatan pejabat harus mampu menjawab tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks,” katanya.
Dalam arahannya, Doni Dihen meminta pejabat yang dilantik bekerja cerdas, efektif, serta responsif terhadap tantangan efisiensi anggaran daerah dengan standar kinerja tinggi dan penilaian objektif.
Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Bupati Ignasius Boli, Ketua DPRD Albertus Ola Sinour, serta unsur Forkopimda. Pemerintah daerah mendorong percepatan adaptasi pejabat guna memperkuat tata kelola pemerintahan yang transformatif.
Sejumlah pejabat yang dilantik antara lain Yohanis Djong, Yitno Wada, Y. B. Tukan, Adrianus Lamablawa, Badaruddin, Sri Ardi Rahayu, Hieronimus Lamauran, Saul Hekin, Sebas Kleden, Moh. Ikram, Sil Kabelen, Petrus Petala, Ferdinandus Moat, serta Eduardus Y. Fernandes. ***(Tarwan Stanislaus/WN-01)












