JAKARTA : WARTA-NUSANTARA.COM—  Presiden Prabowo Subianto melantik 26 tokoh sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Dalam susunan baru tersebut, Pratikno dipercaya sebagai Ketua Wantimpres, sedangkan Hatta Rajasa ditunjuk sebagai Wakil Ketua. Muhammad Qodari dipercaya sebagai Sekretaris Wantimpres.

Selain melantik jajaran Wantimpres, Prabowo juga melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI. Syahganda menggantikan Muhammad Qodari yang kini masuk dalam jajaran Wantimpres.

Berikut profil singkat 26 anggota Wantimpres yang dilantik Presiden Prabowo:

1. Pratikno — Ketua Wantimpres

Pratikno merupakan akademisi dan guru besar Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia pernah menjabat Rektor UGM dan Menteri Sekretaris Negara pada pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Sebelum dipercaya memimpin Wantimpres, Pratikno menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) pada pemerintahan Prabowo.

2. Hatta Rajasa — Wakil Ketua Wantimpres

Hatta Rajasa merupakan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) yang pernah menduduki sejumlah jabatan menteri.

Ia pernah menjabat Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Perhubungan, Menteri Sekretaris Negara, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Hatta juga pernah menjabat Ketua Umum PAN.

3. Shinta Nuriyah Wahid

Shinta Nuriyah Wahid merupakan istri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Ia dikenal aktif dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, pemberdayaan perempuan, serta pendampingan kelompok masyarakat yang rentan.

4. Muhammad Quraish Shihab

Muhammad Quraish Shihab merupakan ulama dan cendekiawan Muslim yang dikenal sebagai ahli tafsir Al-Qur’an.

Ia pernah menjabat Menteri Agama dan dikenal melalui berbagai karya tafsir serta kajian keislaman. Quraish Shihab juga merupakan pendiri Pusat Studi Al-Qur’an.

5. Bambang Soesatyo

Bambang Soesatyo atau Bamsoet merupakan politikus Partai Golkar.

Ia pernah menjabat Ketua DPR RI periode 2018–2019 dan Ketua MPR RI periode 2019–2024. Sebelum menjadi pimpinan lembaga legislatif, ia berkarier sebagai anggota DPR.

6. Agum Gumelar

Agum Gumelar merupakan purnawirawan TNI yang pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, antara lain Komandan Kopassus, Pangdam, Gubernur Lemhannas, serta Menteri Perhubungan.

Ia juga pernah menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

7. Budi Gunawan

Budi Gunawan merupakan purnawirawan Polri yang memiliki pengalaman panjang di bidang kepolisian dan intelijen.

Ia pernah menjabat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Budi juga pernah menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan Polri.

8. Chairul Tanjung

Chairul Tanjung merupakan pengusaha dan pendiri CT Corp. Kelompok usaha tersebut bergerak di berbagai sektor, antara lain media, jasa keuangan, ritel, dan hiburan.

Chairul juga pernah menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 2014.

9. Salim Segaf Aljufri

Salim Segaf Aljufri merupakan ulama dan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ia pernah menjabat Menteri Sosial pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta Duta Besar RI untuk Arab Saudi dan Oman.

10. KH Anwar Iskandar

KH Anwar Iskandar merupakan ulama Nahdlatul Ulama (NU) dan tokoh pesantren.

Ia dikenal aktif dalam struktur organisasi NU dan kegiatan keagamaan. Anwar Iskandar juga pernah dipercaya memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI).

11. KH Said Aqil Siradj

Said Aqil Siradj merupakan ulama NU yang pernah menjabat Ketua Umum PBNU selama dua periode (2010–2021).

Ia dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam isu keislaman, pendidikan, kebangsaan, dan hubungan antaragama.

12. KH Yahya Cholil Staquf

Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya merupakan ulama NU yang pernah menjabat Ketua Umum PBNU periode 2021–2026.

Sebelumnya, ia dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam isu Islam dan kebangsaan serta pernah menjadi juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid.

13. Philip Kuncoro Wijaya

Philip Kuncoro Wijaya merupakan salah satu nama dalam susunan Wantimpres pemerintahan Prabowo.

Informasi biografis dan rekam jejak publik mengenai dirinya relatif terbatas dibandingkan tokoh lain dalam daftar. Karena itu, profil lebih detail perlu merujuk pada biodata resmi yang menjadi dasar pengangkatannya.

14. Budi S. Tanuwibowo

Budi S. Tanuwibowo merupakan rohaniwan, tokoh agama Konghucu, penulis, dan aktivis.

Ia pernah menjabat Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) dan aktif dalam organisasi lintas agama serta kemasyarakatan.

Budi juga memiliki pengalaman dalam bidang penulisan dan pengembangan dialog antaragama.

15. Letjen TNI Purn. Ida Bagus Purwalaksana

Ida Bagus Purwalaksana merupakan purnawirawan TNI Angkatan Darat berpangkat Letnan Jenderal.

Ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan Kementerian Pertahanan, termasuk jabatan yang berkaitan dengan pendidikan, kekuatan pertahanan, dan pengawasan internal.

16. Soekarwo

Soekarwo atau Pakde Karwo merupakan birokrat dan politikus yang pernah menjabat Gubernur Jawa Timur selama dua periode, 2009–2019.

Sebelum menjadi gubernur, ia berkarier sebagai birokrat di Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pernah menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur.

17. Jusuf Hamka atau Babah Alun

Jusuf Hamka atau Babah Alun merupakan pengusaha yang dikenal melalui bisnis infrastruktur, khususnya jalan tol.

Ia juga aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, termasuk pembangunan dan pengelolaan masjid. Namanya kemudian masuk dalam jajaran Wantimpres Prabowo.

18. Dato’ Sri Tahir

Dato’ Sri Tahir merupakan pengusaha pendiri Mayapada Group.

Kelompok usaha tersebut bergerak di sejumlah sektor, termasuk jasa keuangan, kesehatan, properti, hotel, dan media. Tahir juga pernah menjadi anggota Wantimpres pada pemerintahan sebelumnya.

19. Yusuf Wanandi

Yusuf Wanandi merupakan tokoh politik dan salah satu pendiri Centre for Strategic and International Studies (CSIS).

Ia dikenal sebagai pemikir dan pengamat bidang politik, hubungan internasional, serta kebijakan luar negeri. Wanandi juga pernah aktif dalam politik dan parlemen.

20. Margarito Kamis

Margarito Kamis merupakan akademisi dan pakar hukum tata negara.

Ia kerap menjadi narasumber dalam berbagai persoalan konstitusi, hukum tata negara, dan kebijakan pemerintahan. Margarito juga dikenal melalui berbagai pandangan hukumnya dalam perkara-perkara ketatanegaraan.

21. Rocky Gerung

Rocky Gerung merupakan akademisi, filsuf, dan pengamat politik.

Ia merupakan lulusan filsafat Universitas Indonesia dan dikenal aktif dalam diskusi publik mengenai politik, demokrasi, filsafat, dan kebijakan negara.

Rocky kemudian masuk dalam susunan Wantimpres pemerintahan Prabowo.

22. Mohamad Hatta

Mohamad Hatta tercantum dalam susunan Wantimpres.

Nama tersebut perlu dibedakan dari Mohammad Hatta, Wakil Presiden pertama RI. Untuk profil biografis yang lebih rinci, diperlukan rujukan dari biodata resmi pemerintah agar tidak terjadi kekeliruan identitas.

23. Muhammad Qodari — Sekretaris Wantimpres

Muhammad Qodari dikenal sebagai pengamat politik dan pendiri Indo Barometer.

Sebelum masuk Wantimpres, Qodari menjabat Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom). Dalam susunan baru, ia dipercaya sebagai Sekretaris sekaligus anggota Wantimpres.

Pergantian tersebut membuat jabatan Kepala Bakom kemudian diisi Syahganda Nainggolan.

24. Anwar Usman

Anwar Usman merupakan ahli hukum dan mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Ia pernah menjabat Ketua MK dan Wakil Ketua MK. Pengalamannya di bidang hukum tata negara menjadi bagian dari latar belakangnya sebelum masuk dalam susunan Wantimpres.

25. Zaki Manuputty

Zaki Manuputty tercantum dalam susunan anggota Wantimpres yang ditetapkan Presiden Prabowo.

Ia termasuk dua nama anggota Wantimpres yang tidak hadir dalam prosesi pelantikan di Istana, tetapi namanya tetap dibacakan dalam Keputusan Presiden.

Informasi publik mengenai riwayat pendidikan dan karier Zaki Manuputty masih terbatas sehingga profil detailnya perlu mengacu pada biodata resmi pemerintah.

26. Ignasius Jonan

Ignasius Jonan merupakan profesional yang pernah menduduki sejumlah jabatan penting di pemerintahan.

Ia pernah menjadi Menteri Perhubungan dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sebelum masuk pemerintahan, Jonan dikenal melalui kariernya di sektor transportasi, termasuk pernah memimpin PT Kereta Api Indonesia.

Dalam pelantikan Wantimpres pada 2 Oktober 2026, Jonan termasuk salah satu nama yang tercantum dalam Keputusan Presiden, tetapi tidak hadir secara langsung dalam prosesi.

Syahganda Nainggolan — Kepala Bakom RI

Di luar 26 anggota Wantimpres tersebut, Presiden Prabowo juga melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.

Syahganda merupakan aktivis dan akademisi yang dikenal aktif dalam diskusi politik, ekonomi, dan kebijakan publik. Ia juga pernah menjadi salah satu tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dan aktif di lembaga riset Great Institute.

Syahganda dilantik pada Jumat (2/10/2026) untuk menggantikan Muhammad Qodari yang beralih menjadi Sekretaris Wantimpres. Pengangkatannya ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 106/P Tahun 2026.  ***(Eka Permadhi/WN-01)