Mesin Pengolahan Jagung Lembata Beroperasi, Bupati Kanis Tuaq: Mulai dari yang Kecil, Bangkit dari Keterbatasan LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Di tengah keterbatasan fiskal, Pemerintah Kabupaten Lembata mengambil langkah konkret memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian pakan ternak. Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, meresmikan pengoperasian Mesin Pengolahan Jagung dan Produksi Pakan Ternak di Rumah Produksi Pasar Lamahora, Lewoleba, Sabtu (10/10/2026). Langkah kecil namun strategis ini diharapkan menjadi fondasi bagi kemandirian sektor peternakan di masa depan. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Lembata, Wilhelmus Leuweheq, dalam laporannya memaparkan gambaran lengkap operasional, mulai dari spesifikasi mesin, proses produksi, hingga skema penyerapan tenaga kerja. Mesin ini akan mengolah jagung menjadi bahan baku pakan ternak, khususnya bagi ayam petelur. Namun diakui, jalan yang ditempuh belum sepenuhnya mulus. Ada kendala kelembagaan pengelola, fluktuasi dan keterbatasan pasokan bahan baku, serta ruang produksi yang belum memadai. Berbagai rekomendasi dan langkah tindak lanjut pun telah disusun sebagai pijakan ke depan. Mendengar laporan tersebut, Bupati Kanisius Tuaq justru melihat keterbatasan bukan alasan untuk berhenti. “Sesuatu yang besar harus memulai dari yang kecil, sesuatu yang sukses harus menghadapi masalah, menghadapi kendala. Jarang orang sukses berjalan dengan mulus. Kalau dia berjalan dengan mulus maka tidak akan kuat,” ujar Bupati, menyemangati tim Dinas Koperindag. Ia menegaskan optimisme harus menjadi dasar pelaksanaan program ini, bukan pesimis ketika menemui hambatan. “Segala kekurangan yang ada, perlahan-lahan akan dibenahi satu persatu,” janjinya. Sebagai langkah awal yang konkret, Bupati memerintahkan fokus produksi pada pakan ternak ayam petelur, kombinasi jagung dan dedak sudah mencukupi kebutuhan dasar, sementara pengembangan bahan pakan dari tepung ikan untuk ayam pedaging akan menyusun secara bertahap. Dukungan pembangunan sarana produksi juga dijadwalkan terealisasi akhir tahun ini. Kegiatan ini ternyata juga merespons persoalan yang mulai terasa di tingkat masyarakat: ketersediaan telur ayam di pasar yang semakin menipis. Bupati meminta dinas terkait segera mengkaji langkah strategis, termasuk kemungkinan pemberian proteksi terhadap produksi lokal. “Kita kaji dulu populasi ayam petelur kita dibandingkan kebutuhan. Kita bisa ambil kebijakan proteksi, misalnya batasan masuknya telur dari luar, untuk melindungi peternak kita sendiri,” jelas Bupati. Kebijakan ini akan dipersiapkan secara bertahap, fokus pada ayam pedaging tahun ini, dan penguatan produksi telur pada 2027. Lebih jauh, untuk menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku, Pemerintah Kabupaten Lembata menargetkan pengembangan budidaya jagung industri mulai tahun 2027. Langkah ini diharapkan memutus ketergantungan pasokan dari luar daerah sekaligus meningkatkan pendapatan petani lokal. Di penghujung kegiatan, Bupati Kanisius Tuaq menekan tombol pengoperasian mesin dan menyaksikan langsung proses olah biji jagung menjadi dedak. Sebuah langkah nyata yang sederhana, namun diyakini akan tumbuh besar, dimulai dari pasar Lamahora, untuk masyarakat Lembata. ***(Prokompimkablembata) Post Views: 21 Navigasi pos Hari Tani Nasional: Bupati Kanis Tegaskan Transformasi Pertanian Lembata Melalui Dukungan Alsintan