Pengungsi Nangahale Siap Kembali ke Rumah, Menunggu Instruksi Pemerintah SIKKA : WARTA-NUSANTARA.COM— Sejumlah warga terdampak gempa bumi yang mengungsi di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, mulai menunjukkan kesiapan untuk kembali ke rumah masing-masing. Namun, kepulangan tersebut tetap menunggu arahan dan keputusan dari pemerintah daerah dengan mempertimbangkan kondisi keamanan serta perkembangan gempa susulan. Pengungsi Nangahale siap pulang rumah Salah seorang warga Desa Nangahale, Ririn (30), mengatakan dirinya bersama keluarga siap kembali ke rumah apabila pemerintah Kabupaten Sikka telah memberikan instruksi bahwa kondisi sudah dinyatakan aman. Menurut Ririn, aktivitas gempa susulan dalam beberapa waktu terakhir mulai berkurang. Kondisi tersebut membuat sebagian warga merasa lebih tenang dan mulai mempertimbangkan untuk kembali menjalani aktivitas di rumah masing-masing. “Kami siap kembali ke rumah kalau sudah ada instruksi dari pemerintah. Kalau pemerintah Kabupaten Sikka sudah memutuskan bahwa kami bisa kembali, saya bersama keluarga siap pulang,” ujar Ririn. Ririn juga mengaku senang dengan perhatian pemerintah terhadap warga yang terdampak gempa, termasuk kunjungan Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena (Asti Laka Lena), dan Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Ny. Fista Sambuari Kago, ke camp pengungsian Nangahale. Ia menilai kehadiran para pimpinan dan jajaran pemerintah di tengah warga pengungsi memberikan semangat dan rasa diperhatikan selama menjalani masa pengungsian. “Kami merasa senang karena pemerintah peduli dan datang melihat langsung kondisi kami di pengungsian,” katanya. Sementara itu, Kepala Desa Nangahale, Sahanudin, mengatakan masa pengungsian warga di lokasi tersebut direncanakan berlangsung hingga 28 Agustus 2026. Setelah itu, warga diharapkan dapat kembali ke rumah masing-masing, tentunya dengan tetap memperhatikan perkembangan situasi dan arahan pemerintah. “Pengungsian ini direncanakan sampai tanggal 28 Agustus. Setelah itu warga akan kembali ke rumah masing-masing,” jelas Sahanudin. Meski demikian, Sahanudin menyebutkan bahwa saat ini sudah terdapat sejumlah warga yang memilih tetap berada di rumah masing-masing. Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian masyarakat mulai merasa kondisi di lingkungan tempat tinggalnya cukup memungkinkan untuk kembali beraktivitas, meskipun tetap diperlukan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan. Pemerintah desa bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah Kabupaten Sikka terus melakukan pemantauan terhadap kondisi warga serta perkembangan situasi pascagempa. Rencana kepulangan warga nantinya tetap diharapkan dilakukan secara terkoordinasi dan berdasarkan hasil evaluasi kondisi lapangan, sehingga keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Bagi warga Nangahale, kepulangan ke rumah bukan sekadar meninggalkan camp pengungsian, tetapi juga menjadi harapan untuk kembali menjalani kehidupan secara normal setelah menghadapi masa sulit akibat bencana gempa bumi. **(ICHA-WN SIKKA) Post Views: 19 Navigasi pos Bupati Sikka Sambangi Pengungsi di Bola, Serahkan Santunan untuk Keluarga Korban Gempa