Polda NTT Dukung Penuh Inovasi SIKOPAL demi Kesejahteraan Anggota dan Transformasi Tata Kelola Koperasi Polri KUPANG : WARTA-NUSANTARA.COM— Langkah besar untuk memperkuat kesejahteraan personel Polri dimulai dari Nusa Tenggara Timur. Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) menyatakan dukungan penuh terhadap inovasi transformasi tata kelola Koperasi Polri melalui platform digital terintegrasi bernama SIKOPAL (Sistem Koperasi Aliansi). Inovasi strategis ini digagas oleh Kombes Pol. Mulyono, S.E., peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVIII Tahun 2026, melalui proyek perubahan bertajuk “Transformasi Tata Kelola Koperasi Polri untuk Meningkatkan Kesejahteraan Anggota”. Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. Bahkan, Polda NTT dipercaya menjadi salah satu dari lima lokasi utama uji coba lapangan (quick win) nasional. “Transformasi tata kelola koperasi merupakan langkah penting untuk mewujudkan koperasi yang lebih profesional, transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi di era digital sekarang ini,” tegas Kombes Pol. Henry Novika Chandra. Potensi Triliunan Rupiah yang Belum Optimal Langkah transformasi ini menjadi krusial jika melihat data Online Data System (ODS) Koperasi per 31 Juli 2026. Ekosistem Koperasi Polri secara nasional sangat besar: * 249 koperasi dengan total 133.479 personel anggota * Total aset dikelola Rp1,386 Triliun * Omzet Rp545,385 Miliar dan SHU Rp19,911 Miliar. Namun di balik potensi besar itu, masih ada pekerjaan rumah: sebanyak 52 koperasi (20,88%) tercatat tidak aktif, dan dari 197 koperasi aktif, baru 100 koperasi yang rutin melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Tantangan lain adalah belum seragamnya data keuangan dan pengukuran Manfaat Ekonomi Anggota (MEA). SIKOPAL: Solusi Digital dari Sabang Sampai Merauke Untuk menjawab tantangan tersebut, hadir SIKOPAL sebagai pusat integrasi informasi, koordinasi lintas jenjang, dan pembelajaran kebijakan berbasis digital. “Saya berharap inovasi ini dapat meningkatkan pelayanan dan pada akhirnya memberikan kesejahteraan bagi seluruh anggota koperasi Polri dari Sabang sampai Merauke, sehingga anggota Polri bisa lebih sejahtera dan lebih bermartabat. Kami siap mendukung dan mengawal keberlanjutan proyek perubahan ini,” tambah Kabidhumas. Proyek ini memiliki roadmap yang terukur: 1. Jangka Pendek (Agustus – November 2026): Fondasi dan validasi 249 profil koperasi, pembangunan prototipe dashboard, serta 5 uji coba lapangan senilai Rp150 juta untuk 1.000 anggota di Polda Bali, Sulawesi Tengah, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Utara, dan Nusa Tenggara Timur. 2. Jangka Menengah (2027): Replikasi penuh pada 197 koperasi aktif dengan target RAT ≥75% dan pelaporan ≥90%, menjangkau 20.000 anggota dengan tambahan MEA Rp12 miliar per tahun. 3. Jangka Panjang (2028): Pelembagaan nasional, target RAT 100% pada koperasi aktif, menjangkau minimal 50.000 anggota, dan lonjakan tambahan MEA hingga Rp30 miliar per tahun. Inisiatif ini selaras dengan RPJPN 2025–2045, RPJMN 2025–2029, dan misi Asta Cita dalam penguatan ekonomi kerakyatan dan tata kelola pemerintahan yang bersih. Dengan baseline Manfaat Ekonomi Anggota (MEA) awal Rp1,2 juta per anggota per tahun yang ditargetkan naik 50% menjadi Rp1,8 juta, keberhasilan proyek ini akan terukur nyata dalam bentuk rupiah. Tagline: Koperasi Sehat, Anggota Sejahtera, Manfaatnya Terukur. Dengan sinergi Mabes Polri, Polda jajaran, INKOPPOL, dan kolaborasi lintas sektoral, SIKOPAL diyakini mampu membangkitkan koperasi yang tertidur dan memperkuat ketahanan ekonomi internal Polri di seluruh nusantara. ***(PelitaDesa/WN-01) Post Views: 14 Navigasi pos Wagub NTT Apresiasi Kepedulian ASN untuk Korban Bencana, Dorong Optimalisasi PAD, Pengembangan SDM, Antisipasi Bahaya El Nino