Porseni di Kecamatan Atadei

PORSSENI SMP se-Kecamatan Atadei 2026 Berakhir, Semangat Sumpah Pemuda Satukan Generasi Muda

LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM—   Empat hari penuh semangat, persaingan sehat, dan persahabatan antarpelajar mencapai puncaknya di SMPN Satu Atap Lewaji, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata. Pekan Olahraga, Seni, dan Sains (PORSSENI) tingkat SMP se-Kecamatan Atadei Tahun 2026 resmi ditutup pada Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Lebih dari sekadar mengumumkan para juara, penutupan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat persatuan, sportivitas, kreativitas, dan kecintaan generasi muda terhadap bangsa.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 25 Oktober 2026 tersebut diikuti 264 peserta, terdiri atas guru dan siswa dari empat sekolah, yakni SMPN 1 Atadei sebanyak 69 orang, SMPN 2 Atadei sebanyak 85 orang, SMPN Satap Lewaji sebanyak 44 orang, serta SMPN Satap Ile Kimok sebanyak 66 orang. PORSSENI dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Dori Pewut dan melibatkan para kepala sekolah, guru pendamping, serta ratusan siswa dalam suasana kompetitif yang tetap menjunjung tinggi kebersamaan. Panitia pelaksana kegiatan diketuai oleh Gregorius Payong, S.Pd.

Selama empat hari, para peserta menunjukkan kemampuan terbaik melalui berbagai cabang olahraga, seni, dan sains. Bola kaki mini, bola voli putri, atletik, cerdas cermat, paduan suara, story telling, dan pidato bahasa Indonesia menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat, menguji kemampuan, serta belajar menghargai keunggulan orang lain. Pentas seni bertajuk “Alunan Harmoni Kebudayaan” turut memperkaya kegiatan dengan menempatkan seni dan bahasa sebagai sarana ekspresi, kreativitas, dan pelestarian budaya.

Persaingan berlangsung menarik dengan prestasi yang tersebar di antara keempat sekolah peserta. Tuan rumah SMPN Satap Lewaji berhasil meraih juara I bola kaki mini. Sekolah ini juga memperoleh juara II dalam story telling dan pidato bahasa Indonesia, serta juara III pada cabang paduan suara, cerdas cermat, bola voli putri, dan atletik.

Sementara itu, SMPN 1 Atadei tampil menonjol dalam bidang seni dan literasi dengan menyabet juara I paduan suara, cerdas cermat, story telling, dan pidato bahasa Indonesia. SMPN 2 Atadei menunjukkan keunggulannya dengan meraih juara I bola voli putri, sedangkan SMPN Satap Ile Kimok berjaya pada cabang atletik. Di cabang bola kaki mini, SMPN 2 Atadei menempati posisi kedua, SMPN Satap Ile Kimok posisi ketiga, dan SMPN 1 Atadei posisi keempat. SMPN 1 Atadei juga mendapat penghargaan sebagai tim fair play pada cabang tersebut.

Capaian itu memperlihatkan bahwa setiap sekolah memiliki potensi dan keunggulan yang layak dikembangkan. Namun, nilai terpenting PORSSENI tidak berhenti pada piala dan peringkat. Di balik setiap pertandingan, penampilan, dan perlombaan, tersimpan pelajaran tentang keberanian mencoba, ketekunan berlatih, kemampuan menerima kekalahan, serta kerendahan hati dalam merayakan kemenangan.

Nuansa kebangsaan semakin terasa pada hari terakhir kegiatan, 28/10/2026. Seluruh kontingen mengikuti apel bendera dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 di lapangan Desa Dori Pewut. Bertindak sebagai pemimpin apel adalah Yohanes B. Gati, S.Pd., pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata yang mewakili pimpinan dinas. Apel tersebut turut dihadiri undangan dari TK St. Daniel Lewaji, SDI Lewaji, pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), masyarakat Desa Lewaji, serta orang tua dan wali murid SMPN Satap Lewaji.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan acara penutupan dan penyerahan piala kepada para juara. Seluruh peserta dan undangan kemudian mengikuti makan bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus penanda berakhirnya rangkaian kegiatan dalam suasana kekeluargaan. Momen ini menegaskan bahwa perjumpaan antarpelajar bukan hanya tentang siapa yang menang dan siapa yang belum berhasil, melainkan juga tentang persahabatan yang terbangun dan pengalaman berharga yang dibawa pulang.

Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se-Kecamatan Atadei, Vinsensius Pati, S.Pd., menegaskan bahwa PORSSENI merupakan program kerja wajib tahunan MKKS yang dirancang sebagai sarana pembinaan karakter dan pengembangan potensi peserta didik. Pelaksanaannya menggunakan sistem tuan rumah bergilir antarsekolah. Tahun ini, SMPN Satap Lewaji mendapat kehormatan sebagai tuan rumah, sedangkan pada tahun berikutnya giliran SMPN Satap Ile Kimok.

Menurut Vinsensius, PORSSENI juga menjadi ruang untuk menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah, meningkatkan literasi, dan memperkuat semangat Bulan Bahasa di lingkungan pendidikan Kecamatan Atadei. Momentum Hari Sumpah Pemuda, katanya, hendaknya tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata melalui karya, olahraga, seni, dan penggunaan bahasa yang baik.

Antusiasme itu turut dirasakan para peserta. Mario Duan dan beberapa siswa SMPN Satap Lewaji, mengaku gembira karena dapat berpartisipasi sekaligus berkenalan dengan teman-teman dari sekolah lain. Baginya, pengalaman paling berkesan bukan semata-mata hasil pertandingan, melainkan kesempatan membangun persahabatan baru dalam suasana yang sportif dan penuh kebersamaan.

PORSSENI SMP se-Kecamatan Atadei Tahun 2026 mengusung tema “Meningkatkan Semangat Kolaborasi, Kreativitas, Sportivitas, Literasi, dan Prestasi Menuju Generasi Atadei yang Unggul di Era Digital.” Tema ini menjadi penegasan bahwa pendidikan tidak hanya bertugas mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang kreatif, tangguh, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, dan mampu bekerja sama di tengah perubahan zaman.

Lebih dari itu, PORSSENI menjadi ajang penjaringan bibit-bibit unggul yang dipersiapkan untuk mewakili Kecamatan Atadei dalam kompetisi di tingkat kabupaten maupun jenjang yang lebih tinggi. Potensi yang telah terlihat selama kegiatan diharapkan terus dibina melalui latihan, pendampingan guru, dan dukungan sekolah serta keluarga agar tidak berhenti sebagai prestasi sesaat.

Berakhirnya PORSSENI 2026 bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjalanan yang lebih besar. Piala boleh dibawa pulang, panggung boleh kembali sunyi, dan pertandingan boleh usai, tetapi semangat persaudaraan, sportivitas, dan tekad untuk terus berprestasi harus tetap menyala.

Dari Lewaji, generasi muda Atadei telah menunjukkan bahwa persatuan tidak hanya diucapkan, tetapi dapat dihidupi melalui karya dan kebersamaan. Semangat Sumpah Pemuda hendaknya terus tumbuh di ruang kelas, lapangan olahraga, panggung seni, dan kehidupan sehari-hari. Sebab, masa depan Atadei dan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh siapa yang menjadi juara hari ini, tetapi oleh generasi yang berani bermimpi, tekun berjuang, saling menguatkan, dan bersatu untuk mengukir prestasi esok hari. (Hans/Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *