Rektor Undana Tegaskan Komitmen Bantuan Gempa Flores hingga Pemulihan Pendidikan dan Afirmasi Mahasiswa KUPANG : WARTA-NUSANTARA.COM — Universitas Nusa Cendana (Undana) mempertegas komitmennya dalam membantu penanganan bencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Komitmen institusional ini tidak hanya diwujudkan melalui penggalangan serta penyaluran bantuan, tetapi juga melalui pengerahan tim relawan, penyiapan fasilitas pendidikan darurat, hingga skema afirmasi biaya studi bagi mahasiswa terdampak. Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng. menegaskan bahwa keterlibatan Undana dalam aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk kewajiban moral perguruan tinggi kepada masyarakat sekaligus wujud respons atas arahan pemerintah melalui kementerian terkait. Sejak hari pertama pascagempa, Undana langsung mendirikan posko sebagai pusat penerimaan donasi internal civitas akademika serta wadah koordinasi bantuan dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia. Pergeseran Fokus Bantuan dan Pengerahan Tim Relawan Memasuki hampir dua minggu pascabencana dan seiring perpanjangan status bencana oleh Pemerintah Provinsi NTT, Undana melakukan pemetaan ulang kebutuhan penyintas. Undana telah mengirimkan dua kloter tim relawan yang terdiri dari mahasiswa, tenaga kesehatan, tim bantuan medis (TBM Komodo), serta dosen pendamping lapangan KKN Berdampak Tematik Penanggulangan Bencana. Pengiriman tim ini turut dibekali bantuan logistik dasar dan kebutuhan medis. Untuk pergerakan tim berikutnya yang dirancang dalam satu hingga tiga hari mendatang, pengiriman bantuan dialihkan dari kebutuhan sembako awal menuju bantuan yang lebih spesifik. Penanganan berfokus pada pendampingan trauma (trauma healing) bagi anak-anak serta penyediaan pasokan obat-obatan. Selain itu, guna menjamin keberlanjutan sektor pendidikan yang terganggu akibat kerusakan bangunan sekolah dan kampus, Undana menyiapkan bantuan fasilitas pendidikan darurat berupa bangunan sementara maupun tenda darurat untuk kelas pembelajaran. Kebijakan Afirmasi dan Bebas Biaya Studi Mahasiswa Terdampak Sebagai wujud kepedulian terhadap civitas akademika, Undana menetapkan kebijakan afirmasi berupa pembebasan atau pengurangan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester bagi mahasiswa yang terdampak bencana gempa Flores. Kebijakan ini juga membuka ruang evaluasi untuk perpanjangan pembebasan semester berikutnya apabila proses pemulihan mahasiswa masih membutuhkan waktu. Perhatian Undana turut diberikan kepada mahasiswa terdampak yang sedang mempersiapkan kelulusan melalui pembebasan seluruh biaya wisuda. Di samping itu, bagi mahasiswa terdampak yang saat ini berada di Kota Kupang dan mengalami kesulitan pemenuhan kebutuhan pokok akibat keluarga di Flores sedang berfokus pada masa penanganan bencana, Undana mengimbau agar segera melapor ke Posko Undana untuk menerima penyaluran bantuan secukupnya. ***(PelitaDesa/WN-01) Post Views: 102 Navigasi pos Wagub NTT Serahkan Beasiswa Rp40 Juta untuk 10 Mahasiswa UNTRIB: “Jadikan Ini Jalan untuk Meraih Cita-Cita”