SD Islam Terpadu Lewoleba berkemah

SD Islam Terpadu Lewoleba Gelar Persari: Tanamkan Kemandirian dan Nilai Dwi Satia pada Adik-Adik Siaga

LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM—   Sekolah Dasar (SD) Islam Terpadu Lewoleba sukses menyelenggarakan Perkemahan Sehari (Persari) bagi siswa kelas 1 hingga kelas 6, Rabu (13/8/2026). Kegiatan ekstrakurikuler wajib yang berlangsung di halaman belakang sekolah sejak pukul 08.30 hingga 16.00 WITA ini diikuti dengan penuh semangat oleh seluruh adik-adik Siaga.

Kepala SD Islam Terpadu sekaligus Bunda Pramuka Siaga, Riskia Amelia Rasyid, S.Pd.Gr., menyampaikan amanat pembina yang berfokus pada penguatan karakter melalui Dwi Satya Pramuka. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga salat lima waktu sebagai fondasi spiritual, serta memperhatikan keamanan diri, lingkungan, dan pergaulan sehari-hari. Ia juga mengingatkan agar setiap anak saleh dan salehah senantiasa taat kepada guru dan orang tua sebagai wujud pengamalan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan nyata.

“Jadikan Dwi Satya bukan sekadar hafalan, tapi pedoman hidup. Anak-anak harus berani, mandiri, dan saling menghargai teman,” tegas Riskia.

Senada dengan itu, Pembina Dinda Marhumah memberikan motivasi khusus tentang kemandirian dan ketangguhan mental. Ia mendorong para siswa untuk tidak mudah putus asa, berani mencoba hal baru, dan selalu menyayangi sesama anggota pramuka. Pesan ini menjadi penekanan bahwa kegiatan Persari bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan resiliensi sosial dan emosional.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan. Salah satu peserta, Ilmi, mengungkapkan kesan positifnya setelah mengikuti rangkaian acara. “Saya senang sekali bisa menjadi sulung upacara hari ini. Selain itu, saya jadi tahu banyak hal baru tentang kepramukaan dan belajar bekerja sama dengan teman-teman,” ucapnya dengan wajah ceria.

Kegiatan Persari ini dirancang sebagai sarana implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mengintegrasikan aspek spiritual, sosial, dan psikomotorik. Melalui simulasi kehidupan berkemah dalam durasi sehari, siswa dilatih untuk mengelola diri, berkomunikasi efektif, dan menerapkan nilai-nilai agama dalam konteks aktivitas kelompok.

Sebagai bagian dari kurikulum ekstrakurikuler wajib, Persari di SD Islam Terpadu Lewoleba membuktikan bahwa pendidikan karakter dapat dibangun secara menyenangkan dan bermakna. Dengan dukungan penuh dari pihak sekolah dan pembina yang berkompeten, kegiatan ini diharapkan terus mencetak generasi siaga yang tidak hanya terampil, tetapi juga berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan masa depan.

#RAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *