STPM Santa Ursula Ende dan Yayasan Tananua Flores Resmi Jalin Kerja Sama Penelitian Tata Kelola Laut dan Pesisir ENDE : WARTA-NUSANTARA.COM— Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula dan Yayasan Tananua Flores (YTF) resmi menandatangani kontrak kerja sama proyek penelitian pada Jumat (16/10/2026). Penandatanganan yang berlangsung di Kampus STPM Santa Ursula, Jalan Wirajaya No. 3, Ende, ini berfokus pada kajian peran kelembagaan masyarakat adat dalam tata kelola wilayah pesisir dan ruang laut. Penelitian kolaboratif ini dijadwalkan berlangsung selama delapan bulan, terhitung mulai Oktober 2026 hingga akhir Mei 2027. Adapun cakupan lokasi penelitian meliputi Kabupaten Ende (Desa Maubasa Timur dan Desa Mole) serta Kabupaten Nagekeo (Desa Kotodirumali). Sebelum prosesi penandatanganan, kedua belah pihak menggelar diskusi intensif untuk menyamakan persepsi mengenai poin-poin krusial kerja sama, terutama terkait penganggaran serta pembagian tugas dan tanggung jawab guna memastikan kesuksesan program. Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua STPM Santa Ursula yang juga bertindak sebagai Ketua Tim Peneliti, Dr. Bartholy Antony Surya Lengo, S.IP., MPA, bersama Direktur Yayasan Tananua Flores, Halimah, S.E. Agenda tersebut turut disaksikan oleh jajaran staf Yayasan Tananua Flores serta para anggota tim peneliti. Dalam kesepakatan ini, seluruh pembiayaan proyek penelitian ditanggung sepenuhnya oleh Yayasan Tananua Flores melalui dukungan pendanaan dari lembaga donor luar negeri, yakni Blue Ventures Beyond Conservation dari Inggris dan Turning Tides dari Amereika Serikat. Ketua STPM Santa Ursula, Dr. Bartholy Antony Surya Lengo, mengapresiasi kemitraan strategis ini. Menurut Lengo, penelitian ini sangat relevan dengan bidang kepakaran yang dimiliki tim peneliti di STPM Santa Ursula, khususnya dalam studi pembangunan masyarakat, tata kelola pemerintahan, dan tata kelola kelembagaan lokal. Senada dengan hal tersebut, Direktur YTF, Halimah, S.E., berharap hasil penelitian ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan kapasitas masyarakat adat dalam mengelola potensi laut dan pesisir secara berkelanjutan. Ia juga berharap program ini dapat berjalan sesuai dengan rencana serta komunikasi antara kedua pihak tetap terjalin dengan baik selama masa kerja sama berlangsung. Seluruh prosesi penandatanganan berjalan dengan lancar, dan rangkaian kegiatan kerja sama ini diakhiri dengan foto bersama. ***(DP/WN-01) Post Views: 35 Navigasi pos Ketika Pesisir Loang Menjadi Ruang Kelas