Taman Duang Wangatoa Siap Ditata , Bupati Lembata Dorong Kolaborasi Pemuda dan Pemerintah Lewoleba, 2 Juni 2026 LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM— Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., menerima audiensi Ikatan Keluarga Pemuda Wangatoa Trendi (IKA WANTED) di Rumah Jabatan Bupati Lembata, Selasa (2/6/2026). Audiensi tersebut membahas rencana penataan kembali serta pemanfaatan Taman Duang di kawasan Wangatoa sebagai ruang publik yang produktif, tertata, dan bermanfaat bagi masyarakat. Turut hadir dalam audiensi tersebut Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Chris Rimbaraya, Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja, serta sejumlah anggota IKA WANTED. Dalam arahannya, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menyampaikan bahwa pengembangan Taman Duang harus dirancang secara terpadu dengan memperhatikan fungsi ruang publik sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Menurut Bupati, salah satu visi besar pemerintah daerah adalah menyatukan dan memusatkan para pelaku usaha kuliner yang saat ini tersebar di kawasan Wangatoa dan sepanjang jalan negara ke dalam satu area yang tertata. Dengan demikian, kawasan tersebut dapat berkembang menjadi pusat kuliner dan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat. “Penataan kawasan ini harus memberi manfaat bersama. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi dan memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa mengalami kesulitan,” ujar Bupati. Bupati juga menekankan pentingnya penataan akses keluar-masuk di bagian depan kawasan Taman Duang agar arus lalu lintas tetap lancar, terutama bagi masyarakat yang datang dari arah barat tanpa harus memutar jauh. Penataan ini juga diharapkan dapat mencegah kemacetan di jalur jalan negara. Dalam mendukung percepatan rencana tersebut, Bupati meminta perangkat daerah terkait untuk segera melakukan koordinasi lintas sektor. Dinas Pekerjaan Umum diminta menyiapkan pengaturan teknis terkait jarak aman bangunan dari trotoar dan badan jalan. Dinas Perhubungan diarahkan untuk memasang lampu penerangan di titik-titik yang masih gelap agar kawasan tersebut dapat hidup pada malam hari. Sementara Dinas Lingkungan Hidup diminta segera menuntaskan dokumen dan perizinan yang dibutuhkan. Selain itu, Bupati juga meminta agar surat permohonan yang diajukan hari itu segera ditindaklanjuti dan diproses secepatnya agar aktivitas di kawasan Taman Duang dapat berjalan tanpa harus menunggu terlalu lama. Sementara itu, mewakili IKA WANTED, Alifian Rayabelen menyampaikan harapan agar ada kesepakatan resmi berupa Memorandum of Understanding (MoU) sebagai payung hukum dalam pengelolaan kawasan bersama pihak ketiga. Ia menjelaskan, selama ini belum adanya legalitas tertulis membuat berbagai upaya pembenahan sering mengalami hambatan. Padahal, pihak pemuda telah melakukan penataan kawasan secara mandiri dengan dana swadaya tanpa membebani anggaran pemerintah daerah. Beberapa pembenahan yang telah dilakukan antara lain pemasangan lampu hias, pengelasan pagar pembatas taman, perbaikan fasilitas permainan anak, hingga penyediaan Wi-Fi gratis yang dibiayai secara mandiri untuk mendukung kebutuhan belajar anak-anak sekolah yang kerap memanfaatkan taman pada siang hari. IKA WANTED juga telah menyiapkan sejumlah rencana pengembangan kawasan, antara lain pembangunan taman bermain anak, ruang terbuka hijau, taman baca digital berbasis Wi-Fi, hingga kolam renang khusus anak-anak yang bahkan telah dibuatkan maketnya sejak beberapa tahun lalu. Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lembata, Criatianus Rimbaraya, menjelaskan bahwa Taman Duang merupakan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH), sehingga seluruh aktivitas yang dilakukan harus tetap mendukung fungsi kawasan dan tidak mengganggu keberadaan pepohonan yang ada. Ia menegaskan bahwa pengelolaan kawasan harus bersifat terpadu dan tetap menjaga kelestarian lingkungan, bahkan diharapkan dapat dibarengi dengan penambahan pohon baru di area taman. Audiensi berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh semangat kolaborasi. Pemerintah Kabupaten Lembata bersama IKA WANTED berharap penataan kembali Taman Duang dapat segera diwujudkan sehingga kawasan tersebut kembali hidup sebagai ruang publik yang tertata, aman, nyaman, dan memberi dampak positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan pelaku usaha di Wangatoa.Kalau untuk publikasi di media sosial Pemda atau website resmi, saya juga bisa bantu buatkan judul yang lebih menarik dan caption singkatnya. ***(ProkompimPemKabLembata) Post Views: 30 Navigasi pos Jalan Rusak dan Insiden Laka Warga, Kades Bondar Lubuk Panjang Luruskan Informasi