Rapat Koordinasi Kemenag Lembata dengan para guru

Tunjangan Profesi Guru Rp 2,2 Miliar Mengalir! 143 Guru Binaan Kemenag Lembata 2026, Kakanmenag Jamaludin Malik: “Jangan Hanya Hitung Uang, Tingkatkan Mutu!”

LEMBATA : WARTA-NUSANTARA.COM—  Kabar gembira bagi para pendidik di Kabupaten Lembata. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat resmi mengawal penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) Tahun Anggaran 2026. Total dana yang dikucurkan mencapai angka fantastis, yakni Rp2.256.371.136.

Angka ini bukan sekadar nominal biasa. Dana tersebut mencakup pembayaran rutin serta pelunasan tunggakan (rapelan) selama enam bulan, terhitung dari Januari hingga Juni 2026. Sebuah suntikan kesejahteraan yang dinanti-nanti oleh para guru agama di bumi Lamaholot ini.

Berdasarkan data yang dirilis dalam rapat teknis di Aula Taan Tou, Jumat (17/7/2026), sebanyak 143 guru telah lolos verifikasi sebagai penerima TPG. Mereka adalah guru pendidikan agama yang telah berhasil lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada tahun 2025.

Komposisi penerima cukup beragam, mencerminkan inklusivitas sistem kepegawaian saat ini: 22 Guru PNS di bawah naungan Kemenag, 25 Guru PNS dari instansi non-Kemenag, 36 Guru PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) di lingkungan Kemenag dan 60 Guru PPPK dari instansi non-Kemenag.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lembata, Jamaludin Malik, memimpin langsung rapat koordinasi tersebut bersama Kepala Subbagian Tata Usaha, Contasia Karmelitas, dan Kepala Seksi Urusan Agama Katolik, Damianus Masan Sabon. Tujuannya satu: memastikan tidak ada human error dalam proses pencairan.

Di hadapan para guru penerima TPG, Jamaludin Malik memberikan klarifikasi transparan. Bagi guru yang berstatus di bawah naungan Kemenag, proses pencairan TPG sudah mulai berjalan.

Namun, untuk guru non-Kementerian Agama (yang gajinya ditanggung pemerintah daerah atau instansi lain namun tunduk pada regulasi pusat), prosesnya masih dalam tahap input supplier. Ini adalah tahapan administrasi krusial sebelum dana bisa ditransfer.

“Kami terus mengawal penyelesaian proses ini. Target kami, seluruh pembayaran dapat direalisasikan pada akhir Juli 2026 sesuai mekanisme yang berlaku,” tegas Jamaludin. Ia meminta para guru bersabar dan tetap berkoordinasi dengan seksi teknis jika menemui kendala dokumen.

Di balik sorak-sorai penerimaan dana, Jamaludin Malik menyelipkan pesan tegas. Ia mengingatkan bahwa TPG bukanlah “hadiah gratis” atau sekadar hak finansial belaka, tanggungjawab kalian tidak akan disia-siakan negara, demikian tegasnya.

“TPG merupakan bentuk penghargaan negara kepada guru yang telah memenuhi standar profesional. Karena itu, tunjangan yang diterima harus diimbangi dengan peningkatan kinerja, kedisiplinan administrasi, dan mutu layanan pendidikan kepada murid. Kesejahteraan yang diterima harus sejalan dengan dedikasi,” ujar Jamaludin dengan nada serius.

Senada dengan itu, Kepala Subbagian Tata Usaha, Contasia Karmelitas, menekankan pentingnya akurasi data. Baginya, administrasi bukan sekadar kertas-kertas formalitas, melainkan cerminan tanggung jawab profesional seorang guru di era digital.

“Akurasi data kepegawaian dan pelaporan kinerja yang terintegrasi dalam sistem adalah kunci. Jangan sampai keterlambatan pembayaran disebabkan oleh kelalaian administrasi individu,” imbuhnya.

Melalui gelontoran dana lebih dari Rp2 miliar ini, Kemenag Lembata berharap terjadi efek domino positif. Kesejahteraan guru diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pendidikan di madrasah dan guru Agama pada Satuan Pendidikan lingkup Pemda Lembata.

Para guru didorong untuk tidak berhenti belajar. Mereka diminta terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, memperkuat moderasi beragama, dan menghadirkan pembelajaran yang semakin bermutu.

Intinya, negara sudah memberikan apa yang menjadi hak guru. Kini, giliran guru membuktikan bahwa mereka layak mendapatkan apresiasi tersebut melalui karya nyata di depan kelas.

#RAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *