JAKARTA : WARTA-NUSANTARA.COM-Kegiatan Webinar yang diselenggarakan oleh DPP PATRIA Bidang Perempuan, Anak dan Penyandang Disabilitas pada tanggal 28 Agustus 2021 Pukul 10.00 WITA yang mengambil tema “MENGEMBANGKAN PENGASUHAN ALTERNATIF PADA ANAK YANG TERDAMPAK COVID-19 DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR” . Demikian Siaran Pers dari DPP Patria Jakarta yang diterima Warta Nusantara, Senin, 30/8/2021. Webinar tersebut menampilkan Narasumber Bapak Nahar, SH., M.Si (DeputiPerlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Ibu DR. IncheSayuna, SH., M.Hum., MKn (Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT), Drg.Iien Adriany, M.Kes (Kepala DinasPemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTT), Zubaedi Koteng, MAP (ChildProtection Advisor Yayasan Sayangi Tunas Cilik) dan Moderator Irene Koernia Arifajar, S.IP. (KetuaBidang Perempuan, Anak dan Penyandang Disabilitas DPP PATRIA sekaligus Pegiat di Child ProtectionSpesialis Wahana Visi Indonesia) berhasil membawa diskusi yang interaktif untuk memastikan anakanak korban pandemic baik yang terpapar Covid-19, orang tuanya terkena Covid-19, maupun anakanak yang kehilangan orang tuanya dan harus menjadi yatim, piatu dan bahkan yatim piatu. Sebelumnya kita mengetahui bahwa hingga kini belum ada data pasti yang dirilis baik secara nasionalmaupun provinsi terkait data anak yang kehilangan orang tuanya, namun jika melihat yang dirilis olehwww.covid.go.id per tanggal 25 Agustus 2021 jumlah penderita terkonfirmasi positif Covid-19 diIndonesia telah mencapai 4.026.837 dengan jumlah kematian sebanyak 129.293, dimana 12,9%kematian dialami oleh usia produktif yakni usia 31-45 tahun atau sekitar 16,679 jiwa dan pada usia 46-49 tahun sebanyak 36,8% atau sebanyak 45,579 jiwa. Dari data tersebut, Kementerian Sosialmemberikan prediksi jumlah anak yang telah kehilangan orang tua sedikitnya sebanyak 11.045 anakmenjadi yatim, piatu atau yatim piatu. Angka tersebut disinyalir lebih dari yang diprediksi. Sementara di Provinsi Nusa Tenggara Timur diambil dari https://jollyfrankle.github.io/ yang menghimpundata dari Satgas Provinsi, Satgas Kabupaten di Provinsi NTT, tercatat hingga 28 Agustus 2021 diProvinsi NTT terdapat 64.380 kasus positif Covid-19 dengan jumlah kematian 1337 jiwa, (sementaraterdapat perbedaan data dengan Satgas Covid-19 Provinsi NTT yang menyebut terkonfirmasi positif51.667 dan jumlah meninggal sebanyak 1094 per 28 Agustus 2021). Pada kedua data tidak merincijumlah kematian akibat Covid -19 berdasarkan usia dan jenis kelamin. Bapak Nahar, SH., M.Si. selaku Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuandan Perlindungan Anak dalam presentasinya menyebutkan bahwa dalam PP No 78 Tahun 2021 tentangPerlindungan Khusus bagi Anak, anak-anak yang terdampak akibat Covid-19 masuk dalam kategorianak korban bencana non alam, yang sedikitnya perlu 15 upaya dalam situasi darurat ini yakniPencegahan, Pendataan, Pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan dasar dan kebutuhan khusus yangditerapkan berdasarkan tingkat risiko Covid-19 pada anak yakni risiko rendah, sedang, tinggi, dan sangattinggi. Berdasarkan Protokol Penanganan Covid-19 yang dikeluarkan Satgas Covid-19 mengenaipengelolaan data berperspektif anak, data dapat dihimpun dan dibangun kerja samanya baik dari Rumahsakit, LPKA, LPKS, PKAI, UPTD PPA/P2TP2A, PUSPAGA, Lembaga Layanan Anak hinggaPATBM/KPAD di level desa. Selanjutnya pengelolaan data dan penindaklanjutan data tersebut dapatditerjemahkan dalam SOP yang dibangun bersama di daerah dalam upaya perlindungan anak bagi anakyatim, piatu dan yatim piatu akibat dampak Covid-19. SOP tersebut dapat dikembangkan mulai dariProses Pengaduan, Outreach, Pengelolaan Kasus, Mediasi hingga pendampingan.Dalam menjaring data tersebut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sudahmengembangkan Aplikasi RapidPro, yakni laporan yang bisa dilaporkan melalui Whats App dengankata Kunci Anak pada Nomor 0811-1950-6161. Pelaporan melalui aplikasi tersebut dengan mengetikkata kunci ‘Anak’ selanjutnya akan dituntun dan diarahkan pada pertanyaan-pertanyaan lanjutan. Sementara dalam Presentasi Ibu Kadis DPPPA Provinsi NTT juga mengakui adanya kesulitan dalammembangun data yang berperspektif anak, meskipun beliau juga melihat bahwa 40 persen dari jumlahpenderita Covid yang meninggal dunia di NTT merupakan usia produktif, sehingga terdapat kebutuhandata Covid-19 yang terpilah by name by addres dan sekaligus data yang dapat menyuarakankepentingan anak. Tantangan untuk mengembangkan data yang lebih berperspektif anak ini beradapada sinergisitas dan keterlibatan lintas sektor dan kelembagaan.DPPPA Provinsi NTT sendiri sudah melakukan upaya pencegahan , pendampingan dan pendataan.Dalam melakukan pendataan, upaya ini terkendala karena tidak adanya perangkat sampai ke desa yang(2)dapat mengoptimalkan upaya pendataan. DPPA bekerja sama dengan Dinas Kesehatan yang memilikiperangkat sampai ke desa melalui kegiatan Posyandu untuk melakukan pendataan, namun dalamsituasi darurat Covid-19, kekurangan tenaga kesehatan dan petugas pendataan menjadi situasi yangdilematis, apakah mau menyelamatkan nyawa dulu atau melakukan pendataan. Belum lagi perspektifyang berkembang di masyarakat bahwa kegiatan pendataan dilakukan untuk memberikan bantuanmenjadi tantangan tambahan bagi DPPA. Dengan demikian kita dapat melihat bahwa salah satutantangan terbesar dari penanganan Covid-19 di Provinsi NTT adalah Tata Kelola Data Anak. Save the Children sebagai salah satu Narasumber dalam Webinar ini menyampaiakn bahwa dalammerespon persoalan ini telah bekerja sama dengan Kementerian Sosial dengan memberikan bantuannon tunai dan dukungan psikososial, penguatan dan dukungan bagi pekerja sosial tentang perencanaanpengasuhan bagi anak terdampak Covid-19 dan fasilitasi pertemuan koordinasi dengankementerian/lembaga, provinsi dan pemerintah kabupaten/kota serta mengembangkan aplikasipendataan serupa melalui https://ee.humaitarianresponse.info/x/DmgPkbE4 dan layanan dukunganpsikososial melalui Chat WhatsApp Kak Ega https://shorturl.at/egrvU. Selanjutnya untuk langkah-langkah konkrit ke depan sebagai tindak lanjut pertemuan ini, Wakil KetuaDPRD Provinsi NTT mendorong untuk dinas terkait memperkuat dan mengembangkan data yang lebihbersuara bagi anak sebagai navigasi bagi pengambilan kebijakan dan perencanaan penganggaran.Secara komitmen DPRD Provinsi NTT akan memberikan dukungan penuh bagi DPPPA Provinsi NTTuntuk menyikapi isu ini namun hingga sekarang belum terdapat perencanaan program danpenganggaran yang diajukan terkait isu anak-anak yang terpapar akibat Covid-19. Demikian pula forum diskusi pada akhirnya sepakat untuk mengembangkan pendataan yang dibangundari setiap lembaga di Provinsi NTT. Kepala Dinas PPPA selanjutnya berkomitmen untuk mengundangpara pihak terkait termasuk lintas OPD dan kelembagaan untuk membahas dan menindaklanjuti prosesdiskusi diantaranya untuk mengembangkan SOP, pengembangan data, dan peran-peran daerah dalampencegahan, pendataan, pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan dasar dan kebutuhan khusus bagianak yang kehilangan orang tua dan terdampak akibat Covid-19. Sebagai penyelenggara Webinar, PATRIA merupakan wadah perkumpulan alumni PMKRI(Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) yang terpanggil untuk terlibat dalam upa mewujudkan masyarakat adil dan makmur demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia. PATRIA siapbersinergi dengan segala elemen yang ada, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, insanmedia dan LSM yang ada di seluruh wilayah Indonesia, demi Indonesia yang lebih baik, seperti yangdisampaikan oleh Wakil Ketua Umum DPP PATRIA Bidang Perempuan, Anak dan PenyandangDisabilitas, Elisabeth Liu S.sos, SH, MH, dalam Bahasa Tetum “Ina Ama Maun no Bin Alin sia.. Mai itahotu-hotu halo ita kan Indonesia diak tebes! Diak bodik lawarik iha rai Indonesia ktomak no diak bodikema makaer ukun iha rai Indonesia hola oras ne’e to’o nima nimak.” (yang artinya: Ibu Bapa Kakak danAdik semua.. Mari kita bersama-sama membuat kita punya Indonesia menjadi lebih baik! Baik untukanak di seluruh Indonesia, baik untuk pemimpin masa depan Indonesia). **(WN-01)** Post Views: 16 Navigasi pos HUT Ke-76 MPR, Bambang Soesatyo: MPR Bergerak Dinamis dan Selalu Di Tengah Rakyat Rayakan Hut Ke-VI, PATELKI Matim Gelar Pemeriksaan Kolesterol Gratis